An Israeli soldier gestures from atop a tank after crossing the border back into Israel

Caplok Tepi Barat, Mesir Kecam Tindakan Keterlaluan Israel

KAIRO — Mesir mengecam rencana Israel yang akan mencaplok lahan Tepi Barat. Menurutnya, langkah Israel ini telah melanggar hukum internasional.

“Ini bukanlah langkah yang bagus, langkah ini melanggar hukum internasional dan akan berdampak buruk pada proses perdamaian,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir, seperti dilansir dari AFP, Selasa (2/9).

Tak hanya itu, langkah Israel ini dikhawatirkan dapat menghambat upaya penyelesaian permanen antara Palestina dan Israel. Ahad lalu, Israel mengatakan akan memperluas 400 hektar lahan Palestina di sekitar Bethlehem, Israel pun memberi waktu 45 hari bagi Palestina untuk mengajukan banding.

Menurut Mesir, rencana pencaplokan wilayah oleh Israel ini dapat menjadi hambatan tercapainya solusi dua negara antara Israel dan Palestina. (mk/knrp)

Sumber: Republika Online

pengunjuk-rasa-berlari-di-depan-buldoser-militer-israel-saat-_140711145430-188

Pencaplokan Israel Perburuk Situasi Usai Perang Gaza

WASHINGTON — Langkah Israel yang akan mencaplok 400 hektar lahan di Tepi Barat Palestina menuai kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, tindakan Israel ini melanggar hukum internasional dan menghambat kesepakatan perdamaian dengan Palestina. 

Nabil Abu Rdaina, juru bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas, mendesak Israel membatalkan tindakannya tersebut.  “Keputusan mereka akan menyebabkan situasi menjadi tak stabil. Langkah ini hanya akan memperburuk situasi setelah perang di Gaza,” kata Abu Rdainah, dikutip dari The Guardian, Senin (1/9).

Pemerintahan Obama selama ini menentang langkah Netanyahu atas pendudukan tanah Palestina. Setelah perjanjian perdamaian yang ditengahi oleh AS terhenti, pejabat AS menyebutkan masalah pembangunan pemukiman menjadi alasan utamanya. Mereka juga menyalahkan Palestina karena telah menandatangani serangkaian perjanjian dan konvensi internasional. 

Israel mengatakan pembangunan di Gevaot tidak termasuk pembentukan pemukiman baru karena wilayah tersebut resmi ditetapkan sebagai kawasan yang sudah ada, yakni Alon Shvut. Sekitar 500 ribu warga Israel tercatat tinggal bersama dengan 2.4 juta warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem timur, wilayah yang diduduki Yahudi pada perang 1967. (mk/knrp)

Sumber: Republika Online

IMG_7477

17,5 Milyar Rupiah KNRP Sumbang Gaza Palestina

Kairo, Mesir (2/9) – Rombongan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) bersama Adara Relief International, One Day One Juz (ODOJ), Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan Salam UI serta perwakilan Pengurus KNRP Riau, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, melakukan rangkaian misi kemanusiaan dari Jakarta Indonesia menuju Gaza Palestina, Rombongan ini termasuk artis reliji yang sekaligus Duta KNRP Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang biasa dikenal dengan Opick Tombo Ati.

IMG_7369
KNRP melakukan kunjungan ke KBRI Mesir dan diterima langsung Dubes RI Komjen (purn) Nurfaizi, Kamis (28/8).

Rombongan Besar KNRP ini mengusung tema Humanitarian Aid For Palestine atau Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Palestina khususnya yang berada di Gaza, yang sekitar 51 hari mengalami agresi militer zionis israel. Demikian disampaikan Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat, Senin (1/9) di Istanbul Turki, saat menghadiri penutupan konferensi International Public Foundation to Aid Gaza.

Artis reliji dan Duta KNRP Opick pun mendengarkan penderitaan salah satu korban pembantaian zionis israel di RS Palestina di Mesir, Jum'at (29/8)
Artis reliji dan Duta KNRP Opick pun mendengarkan penderitaan salah satu korban pembantaian zionis israel di RS Palestina di Mesir, Jum’at (29/8)

Selanjutnya, Caca mengatakan, Gaza masih terus butuh bantuan masyarakat dunia, meskipun kini rakyat Gaza sedang merayakan kemenangannya, pada hakikatnya mereka masih butuh bantuan yang maksimal, “Sampai hari ini bantuan-bantuan masih tertahan di Mesir, tidak semua bisa masuk dengan mudah ke perbatasan Rafah dan Gaza,” ungkap Caca.

Amna Kamal terkena reruntuhan masjid yang roboh akibat serangan zionis israel, Jum'at (29/8)
Amna Kamal terkena reruntuhan masjid yang roboh akibat serangan zionis israel, Jum’at (29/8)

Awal kedatangan rombongan KNRP sebelum ke Gaza di Mesir melakukan audiensi ke Bulan Sabit Merah Mesir (BSMM) dan Bulan Sabit Merah Palestina (BSMP), dilanjutkan dengan berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), “Dihari berikutnya, KNRP kembali ke BSMP dan Rumah Sakit Palestina di Mesir sekaligus memberikan bantuan kepada sebagian warga Gaza yang menjadi korban pembantaian zionis yang dirawat di Rumah Sakit tersebut,” jelas Caca.

Opick melakukan simbolisasi penyerahan bantuan Ambulan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza Palestina bersama sejumlah perwakilan lembaga kemanusiaan lainnya yang tergabung dengan KNRP, Ahad (31/8)
Opick melakukan simbolisasi penyerahan bantuan Ambulan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza Palestina bersama sejumlah perwakilan lembaga kemanusiaan lainnya yang tergabung dengan KNRP, Ahad (31/8)

Sementara itu, total bantuan KNRP yang berasal dari sumbangan rakyat Indonesia sejumlah 17,5 Milyar rupiah diantaranya disalurkan melalui Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina sebesar 4,5 Milyar rupiah yang diserahkan tanggal 20 Juli 2014, 1 Milyar rupiah untuk 2 buah ambulan yang akan diserahkan ke Gaza sekitar tanggal 15 atau 20 September 2014, 200 juta rupiah melalui BSMP dan langsung kepada korban agresi zionis yang dirawat di RS Palestina, serta 11,8 Milyar Rupiah untuk program jangka panjang pembangunan Gaza melalui Konferensi International Public Foundation to Aid Gaza pada Ahad (31/8) lalu.

Artis reliji yang juga Duta KNRP Opick mengatakan, dirinya berterimakasih kepada rakyat Indonesia yang telah memberikan donasinya dan mempercayakannya kepada KNRP, “Insya Allah donasi tersebut disalurkan dengan amanah, tepat dan terpercaya. Semoga donasi yang diberikan rakyat Indonesia berkah dalam membantu korban di Gaza dan kemerdekaan bangsa Palestina,” tandasnya. (mk/knrp)

2014082627

Israel Masih Larang Bahan Bangunan Masuk Jalur Gaza

Kota Gaza – Israel tetap melarang masuknya bahan bangunan memasuki Jalur Gaza kendati ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok gerilyawan Palestina pimpinan HAMAS pada 26 Agustus, kata seorang pejabat senior, Minggu.

Nazmi Muhana, Direktur Lembaga Penyeberang di Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA), memberitahu Xinhua bahwa saat ini pihak Palestina “belum diberitahu atau menerima keterangan mengenai perubahan apapun yang berkaitan dengan pengoperasian kedua pos utama penyeberangan di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza”.

“Sekarang ini, apa yang diperkenankan setiap hari hanyalah 250 sampai 300 truk yang bermuatan makanan, sayuran, pakaian, dan bahan bakar,” kata Muhana. 

Ia menambahkan, “Jumlah truk itu belum bertambah sejak berakhirnya perang.”

Pada 8 Juli, Israel mulai melancarkan agresi militer melalui udara, laut dan darat ke Jalur Gaza, yang berlangsung selama 51 hari sampai Mesir berhasil memperantarai gencatan senjata antara Israel dan faksi gerilyawan Palestina. 

Selama operasi militer Israel ke Jalur Gaza, 2.145 orang Palestina–kebanyakan warga sipil–tewas dan 11.100 orang lagi cedera.

Selama agresi militer Israel terhadap daerah kantung pantai itu, kerusakan parah terjadi pada rumah, bangunan, gedung pemerintah, masjid dan prasarana. 

Sebagian kesepakatan gencatan senjata yang dicapai di Mesir, Kairo, ialah memperkenankan semua barang, termasuk bahan bangunan dan dimulainya pembangunan di Jalur Gaza.

“PNA meningkatkan kontaknya selama beberapa hari belakangan guna mengizinkan bahan bangunan dan industri bisa memasuki Jalur Gaza agar proses pembangunan dapat segera dimulai setelah perang berakhir,” kata Muhana.

Pada 2007, Israel menjatuhkan blokade ketat atas daerah kantung Palestina tersebut, segera setelah HAMAS merebut kendali dengan mengusir pasukan keamanan yang setia kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas. 

Namun, pada 2010, Israel meredakan blokade itu dan mengizinkan prajurit pasukan komando Israel menyerang armada kapal bantuan tujuan Jalur Gaza; sembilan pegiat Turki gugur dalam aksi militer Israel tersebut.

Selain meredakan blokade Israel, kesepakatan gencatan senjata yang diperantrai Mesir itu juga memperluas daerah penangkapan ikan bagi nelayan Jalur Gaza dari tiga mil jadi enam mil.

Israel dan Palestina juga sepakat melalui Mesir untuk mengadakan perundingan setelah satu bulan gencatan senjata mengenai masalah lain seperti pembangunan pelabuhan laut dan bandar udara bagi Jalur Gaza dan pembebasan tahanan. (mk/knrp)

Sumber: antaranews.com

Rechte Partei verlässt Regierungskoalition in Israel

​Menlu Israel: Gencatan Senjata Pilihan Buruk

Tel Aviv - Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mendesak agar Israel menggulingkan Hamas dari jalur Gaza, serta membuka jalan untuk pemimpin yang bermoderat untuk memerintah di daerah Palestina tersebut. Dia mengkritik kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas yang dilakukan beberpa pekan lalu.

“Gencatan senjata pilihan yang sangat buruk bagi Negara Israel,” kata Lieberman seperti yang dilansir Jpost.com, Minggu (31/8/2014).

Liberman bahkan menyamakan Hamas dengan kelompok-kelompok teroris islam seperti negara Islam dan Al-Qaeda, yang dinilai dapat mengancam wilayah Israel. Menurutnya, ancaman tersebut terlihat dalam pidato yang disampaikan pimpinan Hamas Ismail Haniyeh setelah kesepakatan gencatan senjata. “mereka (Hamas) dalam posisi akan menghapus negara Israel,” ujar dia.

Pernyataan ini berbeda dengan sebelumnya yang menyatakan dirinya tidak ingin Israel untuk mengambil alih Jalur Gaza. Sebaliknya mendesak pemerintah Israel mencari solusi yang berkelanjutan untuk menghentikan konflik di jalur Gaza. (mk/knrp)

Sumber: metrotvnews.com

kuburan-massal-ilustrasi-_140727173721-758

Terungkap, Kuburan Massal Warga Palestina Korban Kekejian Israel

TEL AVIV — Sejak lama diyakini ratusan rakyat Palestina tewas selama Perang Arab-Israel tahun 1948. Keyakinan itu semakin menguat setelah ditemukan enam kuburan massal di distrik Jaffa Tel Aviv, Rabu pekan lalu.


Seorang pejabat pemakaman, mengatakan kepada AFP, Ahad (31/8), kuburan-kuburan itu ditemukan saat pekerja bangunan menggali tanah di area tersebut. Tulang belulang tersebut, dikutip dari World Bulletin, diyakini merupakan korban pembantaian kelompok militan sayap kanan Yahudi.


Surat kabar As Safri melaporkan sekitar 200 korban terkubur di satu lokasi. Hanya saja tak disebutkan jumlah di kuburan lainnya.


Peneliti dan sejarawan Mahmoud Obeid, mengatakan para korban terdiri dari berbagai usia, termasuk perempuan, anak-anak dan orangtua. ”Korban juga tampaknya mengalami tanda-tanda kekerasan,” tutur dia dikutip dari World Bulletin, Ahad (31/8). (mk/knrp)

Sumber: Republika


Sekitar 760 ribu warga Palestina terusir dari rumah mereka ketika perang berkecamuk. Sebagian dari mereka mengungsi ke Yordania.

Images_news_2014_Juli_9_9faza_300_0

Israel Sita Hampir 1.000 Ha Tanah Palestina di Tepi Barat

TEPI BARAT — Israel pada Ahad (31/8) menyita hampir 1.000 hektare (ha) tanah Palestina milik pribadi di dekat sebuah pemukiman Israel Selatan Betlehem di Tepi Barat.

Kelompok HAM Israel Peace Now mengatakan ini belum pernah terjadi sebelumnya sejak 1980-an.

Pemukiman itu dibangun di atas tanah Palestina yang diduduki Israel, termasuk Yerussalem Timur, yang dianggap ilegal oleh PBB.

Penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan dan perluasan mereka selama proses perdamaian menimbulkan ketidakpercayaan rakyat Palestina.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situsnya, Peace Now mengutuk perampasan tanah yang baru itu.

Pihaknya juga mendukung langkah terakhir dalam mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina berupa Solusi Dua Negara (Two State Solution).

“Peace Now memandang pernyataan ini sebagai bukti bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak bercita-cita membangun hubungan diplomatik baru, melainkan ia terus menghambat visi negara dan tidak mendukung Two State Solution,” tulisnya, dilansir dari Al-Jazeera, Senin (1/9).

Rakyat Palestina yang memiliki tanah di Desa Surif, Husan, Al-Jabaa, dan Kota Betlehem diberikan waktu 45 hari untuk mengajukan keberatan resmi mereka atas penyitaan tanah secara sepihak oleh Israel di Pengadilan Israel.

Situs berita resmi Palestina melaporkan, jika pemilik tanah tidak melawan penyitaan sepihak tersebut, maka tanah itu akan tetap disita dan dinyatakan menjadi milik Israel.

Dimasa lalu, rakyat Palestina mengeluh karena keberatan mereka di pengadilan diabaikan atau ditolak pemerintah Israel. Mereka tetap saja merebut hak kepemilikan tanah itu secara paksa. (mk/knrp)

Sumber: Republika

IMG_20140830_152452

KNRP Berikan Bantuan Jangka Panjang untuk Rakyat Gaza Palestina

Istanbul, Turki (30/8) – Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mengikuti konferensi ‘International Public Foundation to Aid Gaza’ yang berlangsung hari ini Sabtu (30/8) sampai Ahad (31/8) di Istanbul, Turki.

Keikutsertaan KNRP dalam konferensi ini, sesuai dengan keinginan rakyat Indonesia yang berkeinginan terus membantu rakyat Palestina khususnya di Jalur Gaza, seperti diketahui bersama, Jalur Gaza mengalami agresi serta genosida Zionis Israel selama 51 hari. 

Bantuan rakyat Indonesia yang akan disalurkan melalui KNRP dalam konferensi ini nantinya berupa program-program, diantaranya pengadaan air bersih, pertanian, kesehatan dan pendidikan.

Demikian disampaikan Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat di sela-sela pembukaan konferensi internasional perdana yang diselenggarakan Qatar Charity, di Istanbul Turki Sabtu (30/8) pagi waktu setempat.

Kemudian, Caca melanjutkan, dalam konferensi ini juga akan membahas kondisi Gaza terkini serta dan bantuan apa saja yang diperlukan warga Gaza dalam berbagai sisi kehidupan, “Kondisi Gaza terkini akan disampaikan sejumlah tokoh-tokoh di Jalur Gaza Palestina, salah satunya DR. Ishom Yusuf, yang pernah menerima KNRP saat ke Jalur Gaza tahun 2012-2013 lalu, juga KNRP akan menyalurkan donasi dari rakyat Indonesia sebesar 1.000.000 USD untuk program-program yang akan dibahas dalam konferensi kali ini,” jelas Caca. 

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Wail Saqa menyampaikan, mendirikan dan mendeklarasikan International Public Foundation to Aid Gaza menjadi target dari konferensi, “Tujuan utama untuk membahas kondisi Gaza dan memetakan kebutuhan warga Gaza yang telah menjadi korban agresi Zionis Israel serta merumuskan apa yang bisa dilakukan LSM dari berbagai negara untuk dapat memberikan yang terbaik bagi rakyat Gaza sesegera mungkin dalam waktu yang panjang,” ungkapnya. 

Penyaluran bantuan kali ini adalah salah satu cara KNRP menyalurkan kepada lembaga yang tepat dan terpercaya, sebelumnya saat terjadi agresi Zionis Israel di Jalur Gaza, KNRP juga telah menyalurkan 4,5 Milyar rupiah melalui Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina di Istanbul Turki, Ahad (20/7) bulan lalu.(mk/knrp)

Netanyahu: Pilih Hamas Atau Berdamai Dengan Israel?

Perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu meminta Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas berlepas diri dari koalisi dengan Hamas, kemudian memulai dengan proses politik untuk mencapai kesepakatn damai.

Netanyahu juga memberikan pilihan kepada Abu Mazen (Mahmud Abbas) apakah mau pilih damai atau pilih Hamas. Kalau Abu Mazen bersedia pisah dari koalisi Hamas maka ia telah siap untuk menuju kesepakatan damai.

Dalam wawancaranya dengan televisi stasiun 10 kemarin, Netanyahu menambahkan, seharusnya Abu Mazen pilih jalan damai. Saya yakin ia benar bila milih meninggalkan Hamas yang tidak menyeru kecuali untuk menghancurkan kami, bahkan mereka melakukan niatnya tersebut, ungkap Netanyahu.

Terkait dengan pertanyaan, apakah 50 hari operasi militer cukup untuk meneguhkan Abu Mazen sebagai partner nyata dalam perdamaian di kawasan ?. Netanyahu menjawab, saya sangat berharap kerja sama Abu Mazen di bidang politik juga.

Ia menambahkan, jika saya diberikan pilihan antara Hamas masuk Tepi Barat atau Abu Mazen dan OP masuk Gaza, maka saya pilih yang kedua. Karena wajib pilih salah satu berdamai dengan Israel atau berdamai dengan Hamas, katanya. (Mk/knrp)

Sumber: infopalestina.com

Festival Film Ini “Ogah” Terima Dana Israel

Festival film Bristol menolak menerima dana dari Kedutaan Israel untuk mendanai biaya perjalanan pembuat film Israel karena situasi Gaza.

Juru bicara festival film mengatakan, keputusan tersebut untuk menjaga status netral dalam politik. Yoav Homung dan Niv Shpigel dijadwalkan akan menghadiri acara screening untuk film mereka, Deserted dan Load pada bulan depan.

Keputusan tersebut dikritik oleh anggota komunitas Yahudi di kota tersebut. ”Keputusan itu diambil untuk menolak tawaran dukungan finansial dari Kedutaan Israel untuk mendanai biaya perjalanan pembuat film Israel ke festival tersebut,” seperti dikutip dari BBC Jumat (29/8).

Sumber: Republika Online