110002_medaliisraelgetty

6 Kerabatnya Tewas di Gaza, Pria Belanda Kembalikan Medali dari Israel

Seorang pria Belanda yang mendapat medali kehormatan dari Israel karena menyembunyikan anak Yahudi selama Perang Dunia Kedua mengembalikan medali tersebut setelah enam anggota keluarganya tewas dalam serangan udara Israel di Gaza. Henk Zanoli (91), menulis surat kepada Kedutaan Besar Israel di Den Haag, Belanda, dan mengatakan ia tidak bisa lagi menerima ‘kehormatan’ tersebut.

Zanoli menjelaskan pesawat F-16 Israel menghancurkan rumah keluarganya di Gaza dan menewaskan mereka dalam serangan Israel belum lama ini.
Kedutaan Besar Israel menolak untuk mengomentari keputusan Zanoli tersebut.

Penghinaan

Zanoli dan ibunya dianugerahi gelar kehormatan oleh Israel pada 2011 karena membantu penampungan anak Klik Yahudi dari Nazi di rumah keluarga mereka pada tahun 1943-1945.

Penghargaan tersebut diberikan kepada warga non-Yahudi yang mempertaruhkan hidup mereka untuk melindungi dan menyelamatkan orang-orang Yahudi selama Holocaust.

Namun, Zanoli menyebut dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh koran Israel Haaretz “untuk tetap menerima kehormatan yang dianugerahkan kepada saya oleh Israel dalam situasi seperti ini adalah sebuah penghinaan … bagi empat generasi keluarga saya yang kehilangan sedikitnya enam kerabat mereka di Gaza. “

Kondisi fisik Zanoli dilaporkan terlalu lemah untuk menyerahkan medali tersebut secara langsung, sehingga ia mengirimnya ke Kedutaan Besar Israel di Belanda. (mk/knrp)

Sumber: detiknews.com

Anak Gaza korban pembantaian Israel

Korban Tewas Agresi Israel Capai 2.016

 GAZA — Jumlah warga Palestinan yang tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 8 Juli terus meningkat setiap waktunya, seiring pencarian jenazah-jenazah di antara reruntuhan. Kini, jumlah yang meninggal telah mencapai 2.016.

“Tim penyelamat telah menemukan seorang pria diantara reruntuhan di kota Gaza lingkungan perumahan timur Shujaya,” kata Ashraf al-Qodra seperti dilaporkan Anadolu Agency, Ahad (17/8). 

Ia berkata, Kementerian Kesehatan juga telah mendaftarkan nama-nama korban tewas yang belum terdaftar sebelumnya. 

Dilaporkan banyak keluarga di Gaza menguburkan jenazah anggota keluarganya tanpa mendaftarkan mereka atau tanpa ada surat tanda kematian. Pasalnya, mengingat adanya kesulitan yang tengah dialami oleh Rumah Sakit dan  juga kesulitan mencapai rumah sakit karena gempuran Israel yang terus menerus. 

Ia menyebutkan, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 2.016 termasuk 541 anak-anak, 250 wanita, dan 95 kaum Manula. Sedangkan yang terluka mencapai lebih dari 10.100 termasuk 3.084 anak-anak, 1.970 wanita dan 368 kaum manula. (mk/knrp)

Sumber: Republika online

20140811103

Pada Menit-menit Terakhir, Gencatan Senjata Israel-Palestina Diperpanjang Lagi

JERUSALEM – Negosiator Israel dan Palestina, Senin (18/8/2014), setuju memperpanjang selama 24 jam gencatan senjata yang sudah berjalan selama lima hari ini. Perpanjangan gencatan senjata disepakati hanya beberapa menit sebelum tengah malam.

Kesepakatan perpanjangan gencatan senjata tersebut diumumkan sekitar pukul 04.00 WIB. “Kedua belah pihak sepakat untuk 24 jam gencatan senjata,” kata salah satu pejabat senior Palestina kepada AFP di Kairo, Mesir, Senin.

Israel juga menyampaikan hal yang sama. “Menanggapi permintaan Mesir, Israel setuju untuk memperpanjang gencatan senjata selama 24 jam untuk melanjutkan negosiasi,” kata seorang pejabat pemerintah Israel.

Saat ini pembicaraan damai antara Israel dan Palestina masih terus berlangsung di Kairo. Pembicaraan tak kunjung menghasilkan kesepakatan karena Israel bersikeras menolak tuntutan Palestina untuk penghentian blokade atas Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama 8 tahun.
“Negosiasi menghadapi kesulitan karena sikap keras kepala pendudukan ini, dan 24 jam (ekstensi) datang sebagai hasil dari permintaan oleh mediator untuk (kami) memiliki kesempatan lain,” anggota politbiro Hamas Izzat al-Rishq, lewat akun Twitter-nya.

Para pihak yang terlibat pembicaraan ini hanya punya tiga pilihan, yakni mencapai kesepakatan damai jangka panjang, menerima perpanjangan gencatan senjata, atau terjadi lagi pertempuran di Jalur Gaza.

Hingga gencatan senjata terakhir, 2.016 orang Palestina yang sebagian besar adalah warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak tewas karena gempuran Israel. Adapun korban tewas di Israel mencapai 67 orang, dengan 64 di antaranya adalah tentara. (mk/knrp)

Sumber: kompas.com

2014072307

Gencatan senjata baru di Gaza diberlakukan

Yerusalem – Gencatan senjata 24 jam baru mulai diberlakukan di Jalur Gaza hari ini setelah para perunding Israel dan Palestina sepakat memperpanjang gencatan senjata lima hari, beberapa menit sebelum batas waktu tengah malam, untuk mengizinkan perundingan lebih jauh mengenai perjanjian jangka panjang.

Berita perpanjangan gencatan senjata dari Kairo ini muncul Senin malam di mana para penengah Mesir mendesak kedua pihak member keputusan akhir demi mengakhiri pertumpahan darah berminggu-minggu di Gaza yang menewaskan lebih dari 2.000 warga Palestina dan 67 warga Israel yang sebagian besar tentara.

Pengumuman itu dikonfirmasikan kedua pihak hanya beberapa menit sebelum gencata senjata lima hari berakhir tengah malam waktu setempat (04.00 WIB Selasa).

“Kedua pihak sepakat bagi gencatan senjata 24 jam,” kata seorang pejabat senior Palestina kepada AFP di Kairo.

Israel juga mengonfirmasikan menyetujui perpanjangan itu untuk mengizinkan perundingan jangka panjang.

“Menjawab permintaan Mesir, Israel setuju memperpanjang gencatan senjata selama 24 jam guna melanjutkan perundingan bagi gencatan senhata yang kekal”, kata seorang pejabat pemerintah.

Perundingan di Kairo dipusatkan pada usul Mesir yang memenuhi tuntutan Palestina, seperti melonggarkan blokade delapan tahun Israel atas Gaza tetapi menolak membicarakan masalah-masalah pelik lainnya.

Hamas yang merupakan anggota delegasi Palestina menyetujui permintaan Mesir untuk menghentikan serangan selama 24 jam.

Perundingan itu menghadapi kesulitan-kesulitan karena sikap keras kepala Israel dan perpanjangan gencatan senjata 24jam itu sebagai hasil permintaan para penengah, kata anggota politbiro Hamas Izzat al-Rishq via  Twitter.

Azzam Al-Ahmad, ketua delegasi perunding Palestina mengemukakan kepada wartawan di Kairo, “Kita harus mengambil kesempatan pada setiap menit dalam 24 jam ke depan sampai kita mencapai satu perjanjian atau aksi kekerasan akan terus berlangsung.” (mk/knrp)

Sumber: antaranews.com

Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari Warga Gaza

Inilah ucapan selamat Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari warga Gaza (kontributor KNRP)
Selamat mengikuti #suratgaza

*****
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada junjungan kita, Muhammad SAW.
Keluarga dan saudara kami yang mulia dan tercinta di Indonesia, pada peringatan hari kemerdekaan yang telah dibayar dengan nyawa para syuhada, darah dan tahanan para pejuang.

Para pejuang Bangsa Indonesia sudah merasakan sebagaimana yang saat ini dirasakan bangsa Palestina, seperti pembunuhan dan penghancuran atas tanah dan bangsa kami.

Bangsa Indonesia sudah berjuang dan mengusir penjajah Belanda dengan penuh keberanian dan heroisme persis sebagaimana kami saat ini, para pejuang palestina yang berjuang melawan penjajah zionis Israel.

Pemimpin bangsa Indonesia, Sukarno dan Hatta telah berjuang mengusir penjajah, dan sekarang di Palestina bangsa kami dan para pemimpin kami seperti Abul Abd Haniyah, Muhammad Addayf sedang berjuang untuk mengembalikan hak-hak kami yang direnggut penjajah zionis.

Sungguh penjajah itu sudah melakukan kejahatan kemanusian yang sangat luar biasa kepada bangsa Indonesia sebagaimana juga yang saat ini dilakukan oleh penjajah zionis kepada bangsa kami di palestina, terutama di Gaza.

Untuk itu, kita adalah bangsa yang sama-sama telah merasakan hidup sakit dibawah tekanan dan kejahatan penjajah, kami berharap kepada Allah dalam waktu yang dekat, Palestina Merdeka sebagaimana bangsa Indonesia telah merdeka.

Kami melihat dan merasakan sendiri, masyarakat Gaza mencintai bangsa Indonesia, di setiap sudut-sudut kota Gaza ada bantuan- bantuan yang sudah sampai kepada kami dari lembaga-lembaga kemanusiaan yang berasal dari Indonesia.

Dan Gaza pada saat bangsa Indonesia sedang memperingati hari kemerdekaannya semoga menjadi inspirasi bagi kami untuk membebaskan Al Quds, Al Aqsha dan Palestina secara keseluruhan.

Salam CINTA dari saudaramu di Gaza, dan juga salam CINTA dari saudara-saudaramu yang masih mendekam di penjara-penjara zionis di tepi barat.

Salam dari saya,
Fursan Khalifa (Abul Abbas)
Gaza, 16/8/2014

3396979231

Israel Alami Krisis Keuangan Akibat Perang di Gaza

TEL AVIV — Pemerintahan Israel alami krisis keuangan akibat perang di Gaza sejak 8 Juli yang lalu. Bahkan, defisit anggaran Israel mencapai 2,3 M shekel atau sebesar 661 juta dollar AS pada Juli ini.

Middle East Monitor (MEMO) Selasa (12/8) melaporkan. Kemarin, Kementerian Keuangan Israel mengatakan, hal tersebut dikarenakan pembiayaan perang di Gaza sangat membebani dan besar-besaran.

Menurut pernyataan tersebut, dapat disebutkan bahwa defisit Israel sekarang ini mencapai 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu. Jumlah tetrsebut jauh lebih tinggi dari 2,5 persen target defisit pemerintah Israel pada akhir tahun ini.

Bahkan, jumlah tersebut hampir enam kali lebih tinggi daripada jumlah pada tahun lalu, yang mana pada saat ini hanya sekitar 400 juta shekel atau sekitar 115 juta dolar AS.

Sejak tujuh bulan pertama pemerintah Israel mengalami beban keuangan yang mencapai lebih dari 141 juta shekel atau sekitar 40 juta dolar AS.

Pada pekan lalu, surat kabar Israel Haaretz memperkirakan, biaya perang Gaza yang harus dikeluarkan oleh Zionis Israel mencapai 15 M Shekel atau sebesar 4,3 M dolar AS.

Pada Kamis lalu (7/8), Menteri Keuangan Israel, Yair Lapid mengadakan konferensi pers untuk membahas krisis keuangan di Israel. Ia mengatakan, pemerintah mampu mengatasi krisis keuangan yang tengah terjadi di Israel.

Namun, ia mengakui akan adanya krisis di masa depan. “Mengenai 2015, saya tidak akan berpura-pura bahwa operasi tersebut tiidak menciptakan masalah baru. Kami bekerja sama dengan departemen pertahanan dan terdapat tuntutan baru yang tidak ada sebelumnya.” katanya. (mk/knrp)

Sumber: republika online

Mideast Israel Palestinians

30 pekerja bantuan tewas dalam konflik di Gaza

PBB, New York  - Sebanyak 30 pekerja bantuan tewas dan 74 lainnya cedera di Jalur Gaza selama konflik yang berlangsung satu bulan, kata seorang juru bicara PBB, Rabu (13/8).

Semua 30 pekerja bantuan tersebut meliputi 11 anggota staf Badan Pekerja dan Bantuan PBB (UNRWA), 11 staf medis dan delapan petugas pemadam, kata Stephane Dujarric dalam satu taklimat. Ia mengutip pernyataan dari Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Di antara pekerja yang cedera, 38 orang adalah staf medis dan 34 adalah pekerja pertahanan sipil, kata Dujarric sebagaimana diberitakan Xinhua.

Menurut laporan terkini OCHA, masih ada 370.000 orang yang masih menjadi pengungsi di dalam negeri mereka dan masih berlindung di tempat penampungan darurat PBB atau tinggal bersama keluarga penampung di Jalur Gaza.

“Jumlah ini diperkirakan bertambah saat tenggat gencatan senjata makin dekat,” demikian peringatan lembaga itu, yang menyatakan gencatan senjata paling akhir dijadwalkan berakhir pada Rabu malam. Gencatan senjata 72-jam dimulai pada Minggu (10/8) tengah malam.

Laporan tersebut juga mengatakan enam orang, termasuk seorang wartawan Italia, tewas pada Rabu dan enam orang lagi cedera akibat bahan peledak di Beit Lahia, Jalur Gaza.

Israel melancarkan “Operation Protective Edge” pada Selasa (8 Juli), yang juga telah menewaskan sedikitnya 1.938 orang Palestina, kebanyakan warga sipil, kata para pejabat Kementerian Kesehatan Palestina. Di pihak Israel, 64 tentara dan tiga warga sipil tewas, kata polisi dan militer Israel.

Perundingan antara Israel dan Palestina masih berlangsung di Ibu Kota Mesir, Kairo, mengenai gencatan senjata permanen. (mk/knrp)

Sumber: antaranews.com

flotilla

‘Freedom Flotilla’ Menantang Blokade Gaza di Tahun 2014

ISTANBUL - Empat tahun setelah upaya oleh armada kapal bantuan untuk memecahkan pengepungan Israel di Gaza berakhir dengan bencana. Saat ini “Koalisi Freedom Flotilla” telah menyatakan niatnya untuk berlayar kembali dengan kapal berisi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza pada tanggal yang belum diumumkan tahun ini.

“Kapal bantuan akan diberangkatkan tahun 2014,” kata Durmus Aydin perwakilan dari Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) saat konferensi pers, Selasa (12/8) di markasnya di Istanbul, Turki. “Ratusan ribu orang dari seluruh dunia mendukung langkah kami. Kami akan berusaha sampai blokade dihentikan. Kami bertindak untuk mendukung rakyat Palestina. “

Kapal tersebut sedang direncanakan sebagai invasi militer Israel di Gaza, yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan. Anggota dari IHH juga berniat untuk menantang tujuh tahun blokade Israel di Jalur Gaza.

Lembaga kemanusiaan Turki ini juga sebelumnya merupakan sponsor dari 2.010 armada yang dicegat oleh pasukan Israel, menewaskan sepuluh aktivis, termasuk sembilan warga Turki dan seorang warga Turki-Amerika di salah satu kapal, Mavi Marmara.

Ketika ditanya apakah kapal bantuan kali ini akan membutuhkan pengawalan militer, Dror Feiler, seorang juru bicara Swedia kelahiran Israel untuk koalisi armada, mengatakan, “Kami tidak menginginkannya.”

“Jika beberapa negara ingin membantu warga Gaza, dengan tindakan mengakhiri blokade melalui cara-cara pemerintah dan diplomatik. Kami adalah kelompok masyarakat sipil dan bertindak melalui cara sipil.”

Ann Ighe, juru bicara Swedia untuk Kapal ke Gaza Swedia juga mengambil bagian dalam koalisi  dan  masih belum diputuskan seperti apa kapal dan berapa banyak yang akan ambil bagian.

“Kami belum memutuskan semua kapal di armada tersebut. Kami telah memutuskan untuk mencari (koalisi) sangat internasional untuk berada di kapal. “

Ditanya bagaimana anggota armada akan bereaksi harus Israel lagi campur tangan, Feiler menjawab, “Kami siap mengorbankan hidup kami untuk kebebasan. Bahkan jika Israel mengorbankan kita lagi, kami akan datang lagi. Kita tidak bisa diancam”  Sejak tahun 2007, Israel telah memberlakukan blokade laut ketat atas Jalur Gaza.

Dia menambahkan bahwa setelah 2010 ada beberapa pelonggaran blokade.

“(Ini) bisa dikatakan adalah hasil dari armada, meskipun aksesnya terus diblokade, jadi kami akan berlayar lagi. Ini sebagai bentuk pembangkangan sipil.” (mk/knrp)

Sumber: Anadolu

20140811103

Serangan Terbaru Israel Tewaskan Delapan Warga Gaza

Gaza – Tentara pendudukan Israel meningkatkan serangan udara pada rumah-rumah warga Palestina di kota Beit Lahia utara dan bagian lain dari Jalur Gaza, Minggu malam, meskipun kesepakatan Kairo memperbarui gencatan senjata 72 jam.

Serangan udara intensif berlangsung selama satu jam, menewaskan sedikitnya empat warga sipil dan melukai 25 lainnya di Beit Lahia, kata sumber-sumber medis setempat seperti dikutip kantor berita KUNA.

Di kota selatan Khan Yunis, tiga orang tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan udara serupa di distrik-distrik timur kota.

Di wilayah Bir Al-Naja, kota Jabalia, sebelah utara Jalur Gaza, seorang tewas dan enam lainnya luka-luka oleh pesawat tempur Israel.

Artileri negara Yahudi itu terus menggempur bagian timur Desa Hajar Al-Dik, Gaza timur, dan Kabupaten Al-Sawareha di kamp pengungsi Al-Nusairat, menimbulkan kerusakan material yang luas dan sejumlah korban yang belum dipastikan.

Korban sejak serangan 8 Juli telah mencapai 1939 orang tewas dan 9.886 terluka.

Para syuhada tersebut termasuk 467 anak-anak, 243 wanita dan 87 orang tua sementara mereka yang terluka termasuk 3.009 anak-anak, 1.912 perempuan dan 350 lansia, menurut statistik dari Departemen Kesehatan Gaza. (mk/knrp)

Sumber: Antaranews.com

Anak Gaza korban pembantaian Israel

Warga Palestina Tiba di Turki Untuk Perawatan Medis

Ankara – Empat warga Palestina yang terluka dari Jalur Gaza tiba di ibu kota Turki, Senin pagi, setelah diterbangkan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saudara kami yang terluka dari Gaza sudah mulai datang,” kata Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu kepada wartawan di bandara Ankara, di mana ia disambut warga Palestina, tiga perempuan dan seorang pemuda yang kemudian dibawa ke rumah sakit.

“Pada tahap pertama kami berencana untuk membawa ke Turki, dan mengobati, mungkin 200 pasien,” kata Davutoglu, menambahkan bahwa selanjutnya pasien akan dibawa oleh pesawat dalam kelompok sekitar 40 orang, setelah menyetujui langkah itu dalam pembicaraan dengan Israel dan Mesir.

Davutoglu mengatakan kepada Reuters dalam satu wawancara Rabu lalu, bahwa Turki sedang berusaha untuk mendirikan satu koridor udara untuk mengevakuasi kemungkinan ribuan orang Palestina yang terluka.

Erdogan menegaskan tindakan itu dalam pidato pertamanya setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden pada pemilu lalu. (mk/knrp)

Sumber: antaranews.com