suriah

Seorang Anak Palestina Tewas dalam Ledakan di Suriah

Seorang anak Palestina tewas pada hari Selasa (23/04/2014) karena ledakan yang ditargetkan di Masjid Bilal Habashi di kota Homs, Suriah .

Kelompok Aksi untuk Palestina di Suriah mengatakan bahwa seorang anak bernama Mohammed Syuraih  (11 tahun), meninggal karena cedera Jumat lalu .

Sebuah bom mobil yang ditargetkan di Masjid Bilal Habashi, Homs juga membunuh tiga belas orang lain di lingkungan bawah kendali pasukan pro-pemerintah Suriah. Di tengah serangan besar oleh pasukan pemerintah untuk merebut kembali pusat bersejarah kota Suriah yang diperangi itu dari pasukan pemberontak .

Puluhan keluarga di kamp Yarmok, Damaskus berpartisipasi pada hari Selasa bulan Maret lalu dan menyatakan untuk menetralkan kamp pengungsian, mengusir militan, dan mengakhiri konflik di Suriah yang sedang berlangsung .

Keluarga pengungsi kamp Yarmouk menghadiri panggilan untuk melaksanakan perjanjian yang ditandatangani. Tujuannya untuk mengakhiri pengepungan yang diberlakukan di kamp, dan membiarkan warga kembali dan memungkinkan bantuan untuk masuk .

Setidaknya 2.200 warga Palestina telah tewas dalam konflik Suriah yang sedang berlangsung , dan sekitar 250.000 pengungsi Palestina telah dipaksa meninggalkan rumah mereka di Suriah karena kekerasan di negara itu. (alray/mk/knrp)

opick

Ribuan Pekerja Migran Indonesia di Hongkong Berbagi untuk Palestina

Chaiwan, Hongkong (10/3) – Pekerja Migran Indonesia di Hongkong mewujudkan bentuk kepeduliannya saat menghadiri Konser Kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) di Islamic Kasim Tuet Memorial College 22 Tsui Wan Street Chaiwan Hongkong, Ahad (9/3) siang. Hal ini terlihat dari ribuan yang mengikuti konser dari awal sampai akhir acara.

Ketua Umum KNRP Soeripto yang turut memberikan orasinya mengatakan, bahwa melihat kesungguhan para pekerja Indonesia yang hadir dan hampirnya semuanya wanita, dirinya mengapresiasi dengan berencana memberikan doorprizekhusus, “Saya akan memilih tiga orang diantara hadirin disini, doorprize khusus dan akan disampaikan pada waktu berikutnya,” ujarnya penuh semangat.

Hal senada diungkapkan Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang akrab dikenal dengan Opick, juga sangat terkejut dengan kehadiran para pekerja Indonesia yang membludak hingga luar arena, padahal acara konser kali ini dikenakan tiket masuk, tidak seperti biasanya dengan gratis, “Saya sangat surprise dengan kehadiran para pekerja Indonesia atas kepedulian mereka kepada rakyat Palestina, terlebih donasi yang diberikan juga sekitar 115ribu dollar Hongkong atau sekitar 175juta rupiah, ditambah dengan sejumlah cincin emas dan barang berharga lainnya,” ungkapnya takjub.

Sementara itu, Ketua Harian KNRP Caca Cahyaningrat menyampaikan, selain menggalang dana, tentunya KNRP ingin menggalang opini masyarakat dunia terhadap kondisi yang terjadi di Palestina, bahwa ada kejahatan kemanusiaan terbesar di sana pada kurun waktu saat ini, “Indonesia harus lebih Peduli dengan masalah kemanusiaan di Palestina ini, karena sejatinya Palestina dan Mesir lah yang mendukung kemerdekaan Indonesia sejak awal, dan bahkan Bung Karno pernah berkata, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah Indonesia akan menentang penjajah Israel atas bangsa Palestina,” tegasnya.

Seperti diketahui bersama, saat ini seluruh rakyat Palestina hidup di daerah-daerah pengungsian yang hidup sangat memprihatinkan, belum lagi mereka yang berada di Gaza dan Tepi Barat.

Dalam acara yang berlangsung dengan penuh keharuan dan suka cita, para pekerja migran ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar 222.810 dollar hongkong atau sekitar 300juta rupiah, 1 gelang emas, 1 liontin emas, 8 cincin emas, “Kami semakin mengerti tentang arti berbagi kepada saudara kami di Palestina yang sampai saat ini masih dijajah Israel, kami hanya bisa berikan sedikit yang kami punya, semoga Palestina segera merdeka,” tandas Lutfiyah salah satu pekerja migran yang juga penanggung jawab acara. (konserkemanusiaan/mk/knrp)