gaza-water-well

Gaza Mengusulkan ‘Saluran Air’ Ke Turki

Pemerintah Gaza akan mengajukan proposal ke Turki untuk menciptakan sebuah “Saluran Air ” yang menghubungkan Jalur Gaza ke dunia luar, jelas salah satu sumber pemerintah pada hari Rabu (16/04/2014) .

” Pemerintah Gaza akan berkomunikasi dengan pemerintah Turki dalam beberapa hari ke depan untuk menyajikan proposal , disusun oleh Observer Euro – Mid untuk Hak Asasi Manusia , untuk menciptakan sebuah saluran air yang menghubungkan Gaza dengan dunia, “jelasnya.

Israel telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza sejak tahun 2007 , merampas kebutuhan dasar sekitar 1,8 juta penduduk wilayah itu.

Kondisi hidup di Jalur Gaza sangat memburuk sejak tentara Mesir mulai menindak jaringan terowongan penyelundupan – digunakan untuk menyelundupkan makanan dan bahan bakar ke Jalur gaza- bersamaan dengan kudeta presiden terpilih Mesir Mohamed Morsi .

Mesir menuduh Hamas , yang memerintah Gaza , terlibat dalam kekerasan di Mesir dan Semenanjung Sinai .

Rami Abdo , kepala Observer Euro – Mid untuk Hak Asasi Manusia di Gaza , mengatakan upaya yang dilakukan untuk menciptakan saluran air yang menghubungkan Gaza ke dunia luar . Dia mengatakan pihaknya telah menyiapkan laporan lengkap tentang proyek yang diusulkan pemerintahan Gaza .

“Pemerintah Gaza akan menghubungi pemerintah Turki dalam beberapa hari ke depan untuk membahas cara pelaksanaan proyek , ” kata Abdo AA . Dia mengatakan proyek ini merupakan bagian dari upaya untuk mengakhiri blokade lama di daerah kantong Palestina .

Gaza, yang menghadap ke Laut Mediterania , berisi pelabuhan sederhana , yang saat ini digunakan sebagai pelabuhan untuk nelayan. Pelabuhan tersebut belum pernah digunakan untuk pelayaran komersial .

Pada tahun 1994 , pemerintah Belanda dan Perancis menyumbangkan $ 43.000.000 untuk rekonstruksi pelabuhan . Proyek ini seharusnya telah selesai pada tahun 2000 , tetapi letusan pemberontakan Palestina, Al – Aqsa – atau dikenal sebagai ” Kedua Intifada ” – dan blokade Gaza oleh Israel yang menyebabkan proyek ditahan. (worldbulletin/mk/knrp)

rafah

Mesir Membuka Kembali Perbatasan Rafah Bagi Para Peziarah

Pemerintah Mesir akan membuka perbatasan Rafah di Jalur Gaza pada hari Minggu selama tiga hari, jelas pemerintah Gaza  pada hari Rabu (16/04/2014).

“Pemerintah Mesir akan membuka perbatasan Rafah di kedua arah pada hari Minggu agar memungkinkan peziarah untuk menyeberang , ” kata Menteri Wakaf (sumbangan keagamaan).

Dia mengatakan bahwa otoritas Mesir tidak mengizinkan pasien dan kasus kemanusiaan untuk menyeberangi terminal .

Warga Gaza mengeluh bahwa penutupan perbatasan sering dilakukan oleh Mesir  -dalam hubungannya dengan embargo Israel delapan tahun di Jalur Gaza- telah memberikan kontribusi memburuknya keadaan ekonomi dan kemanusiaan di Jalur Gaza.

Mesir telah memperketat cengkeramannya di perbatasan dengan Gaza sejak Juli lalu , ketika tentara menggulingkan Mohamed Morsi , presiden pertama negara itu yang dipilih secara bebas. (worldbulletin/mk/knrp)

1607851394

UNRWA: Blokade Gaza oleh Israel yang Terpanjang dalam Sejarah

KHAN YOUNIS, JALUR GAZA  - Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB(UNRWA) Pierre Krahenbuhl, hari Rabu (16/4/2014) menjelaskan tujuh tahun pengepunganIsrael di Jalur Gaza sebagai yang “terpanjang dalam sejarah.”

Berbicara di sebuah konferensi di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, ia menambahkan bahwa blokade itu digunakan untuk menghukum rakyat Palestina secara kolektif.

Krahenbuhl mengatakan ia akan menjadikan blokade Gaza titik fokus dalam pembicaraan masa depannya dengan para pejabat.

Dia mengatakan setiap orang harus fokus pada fakta bahwa orang-orang Gaza hanya ingin martabat, kebebasan dan kemanusiaan mereka.

Dia menambahkan bahwa memburuknya kondisi kemanusiaan di daerah kantong Palestina itu sangat jelas bagi semua orang.

Krahenbuhl mengatakan bahwa pada tahun 2000, UNRWA telah menawarkan bantuan kepada sekitar 80.000 pengungsi di Jalur Gaza. Dia menambahkan bahwa badan tersebut sekarang menyediakan bantuan kepada sekitar 800.000 pengungsi di wilayah itu, dan menambahkan bahwa jumlah ini meningkat dari tahun ke tahun.

Dia mengatakan UNRWA – meskipun dengan anggaran terbatas – akan melakukan yang terbaik untuk dapat mencapai lebih banyak orang-orang miskin di Gaza.

Pejabat itu menambahkan bahwa ia akan memberi penerangan ringkas kepada pejabat Israel pada kondisi di Gaza, mencatat bahwa UNRWA bertekad untuk menemukan solusi terhadap krisis tersebut.

Jalur Gaza yang berpenduduk sekitar 1,8 juta jiwa telah berada di bawah blokade ketat Israel baik di darat, laut maupun udara sejak tahun 2007, menjadikannya sebagai penjara terbuka terbesar didunia kerena negara Zionis tersebut terus menghalangi mereka dari mendapatkan barang-barang penting untuk kebutuhan hidup.

Baru-baru ini, kondisi hidup di daerah kantong Palestina itu makin memburuk setelah Mesir mulai menghancurkan ratusan terowongan penyelundupan yang menghubungkan negara itu ke Jalur Gaza dimana terowongan itu sangat membantu mereka untuk mendapatkan kebutuhan pokok ditengah blokade ketat Israel. (voa-islam.com/mk/knrp)