IMG_20140830_152452

KNRP Berikan Bantuan Jangka Panjang untuk Rakyat Gaza Palestina

Istanbul, Turki (30/8) – Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mengikuti konferensi ‘International Public Foundation to Aid Gaza’ yang berlangsung hari ini Sabtu (30/8) sampai Ahad (31/8) di Istanbul, Turki.

Keikutsertaan KNRP dalam konferensi ini, sesuai dengan keinginan rakyat Indonesia yang berkeinginan terus membantu rakyat Palestina khususnya di Jalur Gaza, seperti diketahui bersama, Jalur Gaza mengalami agresi serta genosida Zionis Israel selama 51 hari. 

Bantuan rakyat Indonesia yang akan disalurkan melalui KNRP dalam konferensi ini nantinya berupa program-program, diantaranya pengadaan air bersih, pertanian, kesehatan dan pendidikan.

Demikian disampaikan Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat di sela-sela pembukaan konferensi internasional perdana yang diselenggarakan Qatar Charity, di Istanbul Turki Sabtu (30/8) pagi waktu setempat.

Kemudian, Caca melanjutkan, dalam konferensi ini juga akan membahas kondisi Gaza terkini serta dan bantuan apa saja yang diperlukan warga Gaza dalam berbagai sisi kehidupan, “Kondisi Gaza terkini akan disampaikan sejumlah tokoh-tokoh di Jalur Gaza Palestina, salah satunya DR. Ishom Yusuf, yang pernah menerima KNRP saat ke Jalur Gaza tahun 2012-2013 lalu, juga KNRP akan menyalurkan donasi dari rakyat Indonesia sebesar 1.000.000 USD untuk program-program yang akan dibahas dalam konferensi kali ini,” jelas Caca. 

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Wail Saqa menyampaikan, mendirikan dan mendeklarasikan International Public Foundation to Aid Gaza menjadi target dari konferensi, “Tujuan utama untuk membahas kondisi Gaza dan memetakan kebutuhan warga Gaza yang telah menjadi korban agresi Zionis Israel serta merumuskan apa yang bisa dilakukan LSM dari berbagai negara untuk dapat memberikan yang terbaik bagi rakyat Gaza sesegera mungkin dalam waktu yang panjang,” ungkapnya. 

Penyaluran bantuan kali ini adalah salah satu cara KNRP menyalurkan kepada lembaga yang tepat dan terpercaya, sebelumnya saat terjadi agresi Zionis Israel di Jalur Gaza, KNRP juga telah menyalurkan 4,5 Milyar rupiah melalui Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina di Istanbul Turki, Ahad (20/7) bulan lalu.(mk/knrp)

Netanyahu: Pilih Hamas Atau Berdamai Dengan Israel?

Perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu meminta Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas berlepas diri dari koalisi dengan Hamas, kemudian memulai dengan proses politik untuk mencapai kesepakatn damai.

Netanyahu juga memberikan pilihan kepada Abu Mazen (Mahmud Abbas) apakah mau pilih damai atau pilih Hamas. Kalau Abu Mazen bersedia pisah dari koalisi Hamas maka ia telah siap untuk menuju kesepakatan damai.

Dalam wawancaranya dengan televisi stasiun 10 kemarin, Netanyahu menambahkan, seharusnya Abu Mazen pilih jalan damai. Saya yakin ia benar bila milih meninggalkan Hamas yang tidak menyeru kecuali untuk menghancurkan kami, bahkan mereka melakukan niatnya tersebut, ungkap Netanyahu.

Terkait dengan pertanyaan, apakah 50 hari operasi militer cukup untuk meneguhkan Abu Mazen sebagai partner nyata dalam perdamaian di kawasan ?. Netanyahu menjawab, saya sangat berharap kerja sama Abu Mazen di bidang politik juga.

Ia menambahkan, jika saya diberikan pilihan antara Hamas masuk Tepi Barat atau Abu Mazen dan OP masuk Gaza, maka saya pilih yang kedua. Karena wajib pilih salah satu berdamai dengan Israel atau berdamai dengan Hamas, katanya. (Mk/knrp)

Sumber: infopalestina.com

Festival Film Ini “Ogah” Terima Dana Israel

Festival film Bristol menolak menerima dana dari Kedutaan Israel untuk mendanai biaya perjalanan pembuat film Israel karena situasi Gaza.

Juru bicara festival film mengatakan, keputusan tersebut untuk menjaga status netral dalam politik. Yoav Homung dan Niv Shpigel dijadwalkan akan menghadiri acara screening untuk film mereka, Deserted dan Load pada bulan depan.

Keputusan tersebut dikritik oleh anggota komunitas Yahudi di kota tersebut. ”Keputusan itu diambil untuk menolak tawaran dukungan finansial dari Kedutaan Israel untuk mendanai biaya perjalanan pembuat film Israel ke festival tersebut,” seperti dikutip dari BBC Jumat (29/8).

Sumber: Republika Online

bos-hamas-perang-50-hari-di-gaza-baru-pemanasan-fFx

Khaled Meshaal: Perang 50 Hari di Gaza Baru Pemanasan

GAZA – Pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, menyatakan perang 50 hari dengan Israel di Gaza, baru permulaan atau pemanasan.

Menurutnya, perang itu menjadi tonggak untuk mencapai tujuan rakyat Gaza, yakni terbebasa dari blokade Israel.

Pernyataan itu disampaikan Meshaal saat konferensi pers di Doha, di mana dia tinggal di pengasingan. Dia menegaskan, bahwa Hamas tidak akan pernah menyerahkan senjata sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.

Dalam jumpa per situ, Meshaal juga menegaskan, bahwa komandan sayap militer Hamas, Mohammed Deif yag diserang rudal Israel, masih hidup dan kondisinya baik. “Dia baik-baik saja,” katanya.

”Anda tidak dapat menghentikan perlawanan, karena perlawanan ada dalam pikiran kita dan dalam jiwa kita. Perlawanan kita akan terus sampai semua tuntutan kami terpenuhi dan kita semakin dekat dengan kemenangan dan al-Quds (Yerusalem akan terbebas),” lanjut Meshaal.

”Ini (perang 50 hari) bukan akhir segaanya. Ini hanya tonggak untuk mencapai tujuan kami. Kita tahu bahwa Israel kuat dan dibantu oleh masyarakat internasional. Kami tidak akan membatasi impian kami atau membuat kompromi terhadap tuntutan kami,” imbuh Meshaal, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (29/8/2014). (mk/knrp)

Sumber: sindonews.com

israel tentara

Terluka Akibat Serangan Roket dari Gaza, Tentara Israel Meninggal

Tel Aviv, - Seorang tentara Israel yang terluka akibat serangan roket pekan lalu, telah meninggal akibat luka-lukanya hari ini. Tentara tersebut berumur 21 tahun.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (29/8/2014), Netanel Maman terkena serangan roket di kota Ashdod, Israel selatan pada 22 Agustus lalu. Roket tersebut ditembakkan dari Gaza selama konflik antara Hamas dan Israel yang berlangsung 50 hari.

Dengan kematian pria muda tersebut, berarti jumlah tentara Israel yang tewas selama konflik Gaza itu bertambah menjadi 65 tentara. Konflik yang berlangsung tujuh pekan tersebut, juga menewaskan enam warga sipil Israel, termasuk seorang bocah laki-laki berumur 4 tahun dan seorang pekerja asal Thailand.

Sementara lebih dari 2.100 warga Palestina tewas akibat gempuran-gempuran udara Israel atas wilayah Jalur Gaza. Menurut PBB, nyaris 70 persen dari mereka yang tewas tersebut adalah warga sipil.

Perang di Gaza ini telah berlangsung sejak 8 Juli lalu dan berakhir dengan gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Palestina. Gencatan senjata itu mulai berlaku sejak Selasa, 26 Agustus lalu. (mk/knrp)

Sumber: detiknews.com

2014082627

50.000 orang masih berada di tempat perlindungan di Gaza

PBB, New York – Sebanyak 233.000 orang yang kehilangan rumah telah meninggalkan tempat penampungan Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB (UNRWA) di Jalur Gaza hingga Rabu sore (28/8), sementara 54.000 orang lagi masih beradai 78 tempat penampungan.

Stephane Dujarric, Juru Bicara PBB, mengeluarkan pernyataan tersebut dalam satu taklimat harian di Markas PBB, New York, dengan mengutip satu laporan dari Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

“Namun, jumlah orang mengungsi masih satu rentan, sebab banyak orang meninggalkan tempat penampungan untuk sementara dan kembali ke tempat mereka bekerja serta memeriksa rumah mereka untuk mengumpulkan barang pribadi mereka,” kata Dujarric.

Laporan OCHA itu dikeluarkan setelah para perunding Israel dan Palestina pada Selasa (26/8) menyepakati gencatan senjata yang diperantarai Mesir guna mengakhiri konflik 50-hari. Hari pertama gencatan senjata penuh Israel-HAMAS berlalu secara damai pada Rabu (27/8).

Selama konflik tersebut, rakyat Palestina berusaha mengungsi di berbagai sekolah PBB di Jalur Gaza. Di daerah kantung itu, kehidupan belum kembali normal pada Rabu, tapi ribuan warga telah kembali ke rumah mereka, kata beberapa laporan.

Lebih dari 2.000 orang Palestina tewas dan 10.000 orang lagi cedera sejak Selasa (8 Juli), ketika Israel melancarkan “Operation Protective Edge”, dalam upaya “mencegah penembakan roket lintas-perbatasan” dari Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS. 

Di pihak Israel, 64 tentara dan lima warga sipil tewas. (mk/knrp)

Sumber: antara news

290305_345x230

Serangan Israel menyebabkan 2147 syahid, dan kerugian 3,6 Milyar USD.  

Israel meninggalkan kerugian yang sangat besar, akibat 51 hari serangan yang menyebabkan ribuan orang meninggal dan puluhan ribu orang luka-luka, serta puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Akibat dari serangan ini (yang menyebabkan kesepakatan untuk dihentikannya peperangan yang diinisiasi oleh Mesir) terdapat kehancuran yang sangat luar biasa pada rumah-rumah penduduk, pabrik-pabrik, yayasan-yayasan, lembaga-lembaga maupun infrastruktur lainnya. Menurut lembaga HAM bahwa jumlah korban sudah mencapai 2147 syahid, 530 diantaranya anak-anak, 302 perempuan, 23 orang dari tenaga medis, 16 orang jurnalis, 11 orang dari UNRWA.

Kemudian jumlah yang luka-luka dari serangan israel ini mencapai 10870 orang, baik yang luka ringan maupun sedang dan luka berat, dari jumlah ini 3303 anak-anak, dan 2101 perempuan. Kemudian pada saat Menara Itali di Gaza dihancurkan, terdapat juga banyaknya korban yang berjatuhan, hal serupa juga disebutkan oleh Kemenkes, bahwa israel selama penyerangannya terhadap Gaza mengakibatkan korban lebih dari 100 keluarga Palestina di Gaza.

Militer israel selama penyerangan melakukan 8210 serangan terhadap Jalur Gaza, dan sudah meluncurkan 15736 roket, menembakkan 36718 meriam, kemudian pesawat tempur israel menghancurkan 17132 rumah, 2465 mengakibatkan kehancuran total. Dihari akhir penyerangan, israel menghancurkan 3 gedung besar di Gaza, yang menyebabkan ratusan korban jiwa.

Pernyataan ini, juga dilansir oleh Shafa Agency bahwa israel sudah menghancurkan 171 masjid, 62 diantaranya hancur total, kemudian israel juga melakukan penghancuran 48 lembaga sosial yang membantu ratusan ribu orang. Kemudian terkait dengan kerugian perekonomian secara langsung maupun tidak langsung, tercatat 3,6 Milyar USD akibat dari serangan ini, kemudian jumlah sekolah-sekolah yang sudah hancur total keseluruhan 222 sekolah, 141 diantaranya sekolah negeri, 76 sekolah yang dibangun oleh UNRWA.

Kemudian militer israel juga menghancurkan 6 universitas dan 1 pembangkit tenaga listrik. Sedangkan jumlah orang-orang yang kehilangan rumahnya setelah rumah mereka dihancurkan oleh israel, jumlahnya mencapai ratusan ribu orang.

Pengamat ekonomi Maher Ath Thiba’ mengatakan, bahwa kerugian yang dialami oleh Gaza mencapai lebih 4 Milyar USD (atau sekitar 4,5 Triliun rupiah), sedangkan untuk membangun kembali Gaza dibutuhkan dengan sejumlah yang sama. (mk/knrp)

Sumber: Aljazeera.net

3396979231

Setelah Gencatan Senjata, Netanyahu Diserang di Negeri Sendiri

Anggota koalisi pemerintahan Netanyahu dan media Israel menyatakan kekecewaan yang mendalam atas kepemimpinannya setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Palestina pada Selasa lalu.

“Israel mengharapkan pemimpin, seorang negarawan yang tahu apa yang ingin ia capai, seseorang yang membuat keputusan dan melakukan dialog yang tulus dan nyata dengan publik,” dikutip harian Israel, Yedioth Ahronoth kolumnis Nahum Barnea mengatakan, menambahkan, “Mereka menerima juru bicara berpengalaman, dan sangat sedikit di luar itu. “

Kritikus mengatakan konflik di Gaza telah mengambil tol ekonomi terhadap Israel dan mendirikan ada kemenangan yang jelas untuk Tel Aviv.

Surat kabar Israel menambahkan bahwa Israel diharapkan lebih dari perang di mana puluhan tentara tewas. Beberapa kritikus juga menuntut pengunduran diri Netanyahu.

Walikota kota Israel Ashkelon menyatakan keraguan atas gencatan senjata yang dicapai di Kairo, dia mengatakan bahwa dia tidak percaya Hamas.

Sementara kepala Negev mengakui bahwa perjanjian gencatan senjata adalah menyerah kepada Hamas.

Israel meluncurkan kampanye militer udara terhadap Gaza pada awal Juli dan kemudian diperluas operasinya dengan invasi darat.

Lebih dari 2.137 warga Palestina dan 69 orang Israel tewas sejauh ini dalam serangan Israel di Gaza. Beberapa 11.000 lainnya telah juga terluka. (mk/knrp)

Sumber: press tv

111220_gencatandlm

Palestina Tidak Perlu Izin Untuk Membangun Pelabuhan Dan Bandara

Seorang pemimpin senior Hamas di Gaza mengatakan pada hari Selasa bahwa Palestina tidak perlu izin siapa pun untuk membangun pelabuhan dan bandara. Mahmoud Al Zahar juga mengatakan bahwa “akan menyerang pelabuhan kepada siapa saja yang menyerang kita.”

Al-Zahar berpidato ribuan warga Palestina di Gaza yang turun ke jalan untuk merayakan “kemenangan” dari perlawanan terhadap agresi Israel. Dia mengatakan bahwa kelompok-kelompok perlawanan akan terus mengembangkan senjata, kemampuan dan kesatuan.

“Masa depan adalah untuk kita, bukan untuk pendudukan,” tegasnya. “Kami memiliki dua tujuan: membangun kembali setiap rumah yang hancur dalam perang dan untuk mengambil keputusan perang berikutnya melawan pendudukan Israel pada kita sendiri.”

Berbicara pada fungsi yang sama, pemimpin Jihad Islam Mohamed Al-Hindi menekankan pentingnya persatuan antara Hamas dan Jihad Islam “dan semua faksi Palestina yang bekerja untuk pembebasan Palestina.” Menurut  Ketua Dewan Legislatif Palestina, Ahmad Bahar, Palestina merayakan kemenangan atas penjajah Perang “legendaris” ini, “sesuatu yang Zionis tidak pernah mengalaminya selama 60 tahun.” (mk/knrp)

Sumber: middle east monitor

Fishing

Nelayan di Gaza Kini Dapat Melaut Kembali

GAZA CITY-Pemerintah Israel pada hari Kamis memungkinkan nelayan Palestina untuk perdagangan mereka hingga enam mil laut di lepas pantai Jalur Gaza, sejalan dengan kesepakatan genjatan senjata baru yang ditengahi oleh Mesir.

“Israel memungkinkan kita untuk melaut sejauh 6 mil bukan 3 mil di lepas pantai Gaza,” Nazar Ayyash, kepala serikat nelayan Palestina di Jalur Gaza, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Gencatan senjata mulai berlaku pada hari Selasa, mengakhiri 51 hari serangan Israel tanpa henti di daerah kantong pantai, di mana 2145 warga Palestina tewas – sebagian besar dari mereka warga sipil dan sekitar 11.000 orang terluka.

Selama serangan Israel, awalnya diluncurkan dengan tujuan yang dinyatakan untuk mengakhiri serangan roket dari Gaza, setidaknya 69 warga Israel, 64 tentara dan 5 warga sipil tewas, menurut angka Israel.

Kesepakatan gencatan senjata panggilan untuk membuka semua penyeberangan perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel – secara efektif menandakan akhir dari yang terakhir tujuh tahun blokade di wilayah pesisir.

Hal ini juga menyerukan memperluas zona di mana nelayan Palestina diizinkan untuk ply perdagangan mereka untuk enam mil laut di lepas pantai Gaza.

Menurut ketentuan perjanjian itu, negosiator Palestina dan Israel akan mengadakan perundingan tidak langsung pada tuntutan Palestina inti lainnya – termasuk pembebasan tahanan dan pembentukan pelabuhan Gaza – setelah satu bulan.

Jalur Gaza – rumah untuk 1,8 juta warga Palestina – telah digulung di bawah blokade Israel yang melumpuhkan sejak tahun 2007, yang telah semua tapi menghancurkan perekonomian lokal dan bermain malapetaka dengan mata pencaharian penduduk.

Sebelumnya, Israel hanya mengizinkan warga Gaza untuk ikan hingga tiga mil laut di lepas pantai.

Satu hari sebelum serangan militer Israel mulai pada tanggal 7 Juli, angkatan laut Israel melarang nelayan di lepas pantai Gaza sama sekali.

Menurut Ayyash, sekitar 50.000 warga Gaza hidup dari memancing.

Dia memperkirakan kerugian gabungan mereka selama 51 hari serangan Israel di lebih dari $ 6 juta. (mk/knrp)

Sumber: Anadolu Agency