bayi-shayma-shiekh-al-eid-yang-lahir-setelah-sejam-ibunya-_140729150108-266

Subhanallah, Bayi Gaza Ini Lahir dari Ibu yang Telah Tewas Dibantai Tank Israel

GAZA — Subhanallah. Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi lahir lewat operasi caesar darurat setelah ibunya meninggal akibat aksi penyerangan Israel di Gaza.

Dokter menyelamatkan sang bayi setelah ibunya yang sedang mengandungnya delapan bulan itu tewas terkubur puing-puing reruntuhan rumahnya di Deir Al Balah, Gaza, yang hancur akibat diserang tank Israel.

”Ketika dokter menarik bayi mungil dari rahim lewat operasi caesar darurat, ibunya telah meninggal selama satu jam,” sebut laporan The Guardian pada Selasa (29/7).

Shayma al-Sheikh Qanan (23) sedang hamil delapan bulan ketika sebuah tank Israel membom rumahnya pada Jumat (25/7). Dia ditinggalkan dalam kondisi kritis terkubur reruntuhan rumahnya. Suaminya, seorang wartawan radio lokal, juga terluka parah.

“Jasadnya dibawa setelah serangan Israel pada 03:00 pada hari Jumat,” kata Fadi al-Kharti, seorang dokter di rumah sakit Deir al-Balah. “Kami mencoba menyelamatkan jiwanya, tapi dia (Shayma) sudah meninggal.”

Sebelum paramedis mengevakuasi jasadnya, Shayma telah terjebak di bawah reruntuhan rumahnya selama satu jam.

“Kemudian kami melihat ada gerakan di perutnya dan diperkirakan dia hamil sekitar 36 minggu,” katanya. Tim dokter pun langsung melakukan operasi caesar darurat untuk menyelamatkan sang bayi.

Mirfat Qanan (43), nenek bayi tersebut, telah kehilangan putrinya Shayma. Tapi, ada sukacita karena dia kini menjadi seorang nenek.

“Allah telah melindungi anak ini untuk saya. Putri saya Shayma sudah tiada, tetapi sekarang saya memiliki seorang putri yang baru,” katanya. “Dia akan memanggilku ‘mummy’ seperti ibunya lakukan.” Subhanallah..

Sumber: Republika

20140721112

100 lagi tewas di Gaza dalam serangan Israel

Jalur Gaza – Lebih dari 100 warga Palestina tewas dan puluhan lagi luka di beberapa bagian Jalur Gaza, Selasa kemarin (29/7), akibat serangan militer Israel, yang memasuki pekan keempat.

Rabu ini, 12 warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas akibat serbuan militer Israel.

Korban pada Selasa (29/7) itu termasuk 17 pejuang dan puluhan terluka akibat bombardir artileri tentara negara Yahudi tersebut atas kampung pengungsi Jabalia, utara Gaza, Selasa malam.

Dalam serangan membabi-buta serupa di kota selatan Khan Yunis tiga warga sipil tewas dan 10 lainnya luka-luka, sementara dua orang tewas di daerah Moraj di dekatnya.

Satu rumah sakit kota menerima mayat dua bersaudara Muhammad dan Rafif Al-Najjar; masing-masing berusia dua tahun dan tiga tahun.

Tiga orang lain, yang diidentifikasi sumber-sumber medis Palestina sebagai Ayman Qista, 30, Ismail Shahin, 27, dan Hahrir Jaber, seorang gadis berusia 15 tahun, tewas di Rafah.

Sementara itu, Ezz-Eddin Al-Qassam, sayap militer Gerakan Hamas, mengatakan para pejuang meluncurkan 15 rudal ke Beersheba, Israel selatan, sebagai balasan atas agresi Israel itu.

Komandan kelompok perlawanan Palestina, Mohammad Al-Dhaif, mengancam bencana menimpa tentara Israel di Gaza jika Tel Aviv melanjutkan agresi di wilayah itu.

Dia bersumpah bahwa serangan darat yang direncanakan Israel akan gagal mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya untuk serangan udara dan serangan laut.

Militer Israel mengakui, tujuh peluru kendali menghantam kota dan beberapa mortir menargetkan kamp militer di perbatasan Gaza.

Enam tentara Israel terluka dalam serangan mortir, seorang juru bicara militer mengatakan, dan menambahkan, sirene peringatan terdengar, Selasa malam, di beberapa kota Israel dan kota-kota termasuk Yerusalem.

Sumber: antara news

Israel Bombardir Pembangkit Listrik, Gaza Gelap Gulita

Jakarta – Israel makin intensif melakukan serangan ke Gaza, Palestina. Militer negeri sekutu Amerika Serikat itu terus berupaya melumpuhkan kekuatan Hamas di Gaza. Bukan hanya rumah penduduk, masjid dan rumah sakit, Israel juga menyerang infrastruktur lain seperti pembangkit listrik dengan dalih melumpuhkan simbol-bimbol Hamas.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (30/7/2014), Israel membombardir pembangkit listrik di Gaza, Selasa (29/7) malam. Israel membuat spekulasi infrastruktur sipil itu sengaja digunakan Hamas.

Militer Israel sebelumnya mengatakan tidak menargetkan fasilitas non militer yang penting. Mereka bersikeras mencari untuk menghancurkan target-target teroris seperti terowongan dan roket-roket yang digunakan untuk menyerang Israel. Militer Israel enggan mengomentari pembangkit listrik yang dikabarkan dihancurkan oleh tank-tank mereka. Salah satu sumber resmi di militer Israel hanya mengatakan, “tidak tahu”.

Skala krisis kemanusiaan di Gaza telah mengkhawatirkan organisasi hak asasi manusia. Pekan lalu, LSM-LSM Israel memperingatkan lebih dari setengah dari 1,8 juta penduduk Gaza saat ini terkena dampak oleh kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang tidak memadai, dengan limbah mentah yang tertumpah ke jalan-jalan karena pipa yang rusak.

Ratusan ribu warga Palestina hidup tanpa listrik. Ratusan ribu lainnya menghadapi serba kekurangan yang parah.

Diantara 5 dan 8 dari 10 saluran listrik yang disalurkan dari Israel telah dimatikan, beberapa karena tembakan Hamas. Petugas pemeliharaan tidak dapat menjangkau kawasan itu untuk melakukan perbaikan. Sistem pendingin dan pelayanan rumah sakit juga rusak. Penderitaan warga Gaza tampaknya akan makin memicu kemarahan internasional karena krisis yang terjadi.

“Tidak ada listrik, tidak ada air, tidak ada harapan,” kicau salah seorang bintang film Mia Farrow dalam di jejaring sosial twitter. “Kasihan, Kasihan Gaza dan penduduknya.”

Serangan Israel ke Gaza sudah memasuki hari ke 24. Pejuang Hamas juga terus melakukan perlawanan dan menolak gencatan senjata dengan Israel. Sudah lebih dari 1100 orang tewas di Gaza. Sebagian besar adalah anak-anak dan wanita. Lebih dari 7000 orang terluka. Sementara tentara Israel yang tewas mencapai 45 orang.

Sumber: detik.com

korban pembantaian gaza

Warga Gaza Menunaikan Shalat Ied ditengah kecamuk Perang yang dikobarkan Israel

Gaza City – Anadolu: Warga Palestina di seluruh penjuru Jalur Gaza pagi hari ini, Senin, serempak melaksanakan shalat Idul Fitri di sebagian besar masjid di Jalur Gaza. Ied kali ini berlangsung ditengah kecamuk perang yang dikobarkan ‘Israel’ terhadap Gaza yang berlangsung sejak 7 Juli yang lalu.

Pelaksanaan shalat Ied yang dimulai pk. 6.25 waktu setempat ini bersamaan dengan 3 tembakan rudal darat ‘Israel’ yang ditembakkan ke target yang belum diketahui di timur kota Gaza. Belum ada berita apakah ada korban akibat penembakan ini.

Mayoritas warga Palestina yang tinggal di dekat tempat-tempat bermarkasnya peralatan militer ‘Israel’ untuk melaksanakan shalat ied. Tentara Zionis akan membidik apa saja yang bergerak diwilayah-wilayah perbatasan tersebut.

Peralatan militer ‘Israel’ bersiap siaga dalam jarak 500 m hingga 2,5 km di wilayah perbatasan timur dan utara Jalur Gaza.

Masjid-masjid Gaza hampir kosong dari kehadiran anak-anak yang biasanya paling awal merayakan Idul Fitri. Kali ini warga Gaza melarang jamaah shalat membawa anak-anak mereka ke tempat shalat Ied, tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, karena khawatir membahayakan keselamatan hidup mereka.

Sebagaimana pelaksanaan shalat Idul Fitri di Gaza tahun ini juga tidak dilaksanakan di lapangan umum kecuali dibeberapa tempat saja yang masjidnya tidak dapat menampung jamaah yang banyak, khususnya dengan mengungsinya ribuan warga Palestina dari perkampungan-perkampungan Gaza bagian timur ke kota-kota lainnya di barat dan tengah Jalur Gaza.

Ada sekitar 70 masjid yang tidak digunakan lagi oleh jamaah shalat di seluruh penjuru Gaza setelah mengalami kerusakan total atau sebagian akibat bombardir langsung jet-jet tempur dan tank-tank ‘Israel’, atau akibat bangunan dan rumah yang menempel ke masjid rusak dibombardir.

Para khatib Palestina memotivasi jamaah agar bersabar menghadapi agresi ‘Israel’ yang berkelanjutan, terus berdoa dan membantu para pejuang untuk meraih kemenangan melawan musuh-musuh mereka. Para khatib juga berharap para korban mereka yang meninggal termasuk orang-orang yang mati syahid.

Para khatib juga mengajak untuk saling tolong menolong ditengah hari-hari sulit yang mereka hadapi, saling menziarahi keluarga korban baik yang syahid ataupun luka-luka. Menyantuni anak-anak yatim, serta memberikan bantuan kepada para pengungsi.

Terntara ‘Israel’ mengobarkan agresi militernya (udara, darat dan laut) secara brutal dan intensif di berbagai penjuru Jalur Gaza. Mengakibatkan 1035 orang syahid, 6233 luka-luka dengan tingkat luka yang berbeda-beda. Data ini diperoleh dari sumber-sumber medis Palestina pada pk 10.50 WIB.

Selain mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, agresi militer ini juga menyebabkan 2339 unit rumah hancur, 23169 unit rumah rusak yang 2080 unit diantaranya sudah tidak layak tinggal seperti yang diinformasikan oleh keentrian Pekerjaan Umum Palestina.

Sebaliknya dipihak ‘Israel’ 43 perwira dan serdadu dan 3 warga sipil tewas, sebagaimana diklaim pihak ‘Israel’. Namun Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas mengklaim bahwa mereka telah membunuh 80 serdadu ‘Israel’ dan menawan beberapa orang lainnya.

Minggu sore Hamas mengumumkan kesepakatan faksi-faksi perjuangan Palestina untuk menerima ‘Gencatan Kemanusiaan’ selama 24 jam dimulai pk. 14.00 waktu setempat merespon permintaan PBB dan Hamas masih menunggu jawaban dari pihak ‘Israel’.

Warga Gaza banyak yang mengungsi dari tempat tinggal mereka, khususnya setelah bombardir tentara ‘Israel’ ke kampung Syuja’iyyah sebelah timur Jalur Gaza dengan ratusan tembakan mortir pada Sabtu, 19 Juli sehingga merenggut sekitar 250 syahid dan 1000 orang luka-luka dari pihak Palestina.

Menurut laporan lembaga HAM Aromatestha sekitar 150 ribu rakyat Palestina mengungsi dari tempat tinggal mereka yang dekat dengan wilayah perbatasan timur Jalur Gaza akibat serangan darat dan bombardir rumah-rumah mereka.

# Sumber: Kantor Berita Anadolu
# Diterjemahkan oleh Heri Efendi, Lc

#SaveGaza
#PrayforGaza

>FB: Komite Nasional untuk Rakyat Palestina
>www.knrp.org
>Twitter: @InfoKNRP

Selamat menikmati lebaran..!

Donasi anda untuk Palestina bisa disalurkan melalui KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) melalui rekening:

#BCA 7600325099 a.n Komnas Untuk Rakyat Palestina

#BSM_7018362133
a.n Komnas Untuk Rakyat Palestina

korban pembantaian gaza

Hari ke 20: Korban Jiwa Lebih dari 1.000 di Jalur Gaza

Kota Gaza – KNRP: Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, Sabtu, mengkonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi 19-hari militer Yahudi ke wilayah kantung Palestina itu telah mencapai 1.030, sementara lebih dari 6.000 orang lagi cedera.

Ashraf Al-Qedra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, memberitahu wartawan bahwa selama gencatan senjata kemanusiaan pada Sabtu, petugas medis sibuk mencari mayat lain dan orang yang mungkin selamat dari bawah reruntuhan bangunan.

Sebanyak 130 mayat ditemukan sejauh ini di bagian timur dan utara Jalur Gaza, kata juru bicara itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam. Mayat-mayat korban bombardir tentara Zionis Israel itu tidak bisa dievakuasi dari lokasi pembantaian karena petugas medis dan ambulance tidak bisa masuk ke lokasi akibat gempuran Israel yang terus menerus.

Gencatan senjata kemanusiaan selama 12 jam berlaku di Jalur Gaza pada Sabtu, setelah HAMAS dan Israel menerima satu usul PBB pada Jumat larut malam. Gencatan senjata sementara tersebut berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat.

Namun demikian militer Israel melangar kesepakatan gencatan senjata tersebut. Saksi mata penduduk lokal menyebutkan, tentara Zionis telah melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan, Sabtu (26/7) dengan menembak warga Palestina di gerbang distrik Khazaah, sebelah timur Khanyunis, selatan Gaza. Tatkala mobil ambulan berupaya masuk wilayah Khazaah yang mengalami pembantaian keji, pasukan khusus militer Zionis menembaki mereka mengakibatkan mobil tersebut kembali ke tempat semula, demikian saksi mata seperti diberitakan Pusat Informasi Palestina.

Sementara itu, para pejabat dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Qatar dan Turki, serta PBB berkumpul di Paris dalam upaya menyusun kesepakatan gencatan senjata jangka panjang.

Media Israel melaporkan para pejabat tersebut menyerukan perpanjangan gencatan senjata 12-jam antara Israel dan HAMAS di Jalur Gaza.

Sumber : Antaranews.com, Infopalestina.com

 

SAM_1808

Awali Gerak Cepat Bantuan Kemanusiaan, KNRP Serahkan 4,5 Milyar untuk Gaza

Istanbul (23/7) – Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) dan Adara International Relief mengawali pemberian bantuan kemanusiaan untuk Gaza Palestina melalui Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina di Istanbul Turki, Ahad (20/7) lalu. Bantuan donasi dari rakyat Indonesia untuk Jalur Gaza senilai 4,5 Milyar rupiah dan bantuan dari masyarakat Indo‎nesia di Qatar yang juga sekalian diserahkan sejumlah 21.000 Euro ini diserahkan langsung Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat dan Wakil Ketua Adara Relief Foundation Nurjanah Hulwani kepada General Manager Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina Usamah Owni di kantornya di Istanbul, Turki.

 Wakil Ketua Adara Relief Foundation memberikan bantuan donasi juga untuk rakyat Gaza Palestina secara simbolis kepada General Manager Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina Usamah Owni di Istanbul Turki, Ahad (20/7)
Wakil Ketua Adara Relief Foundation memberikan bantuan donasi juga untuk rakyat Gaza Palestina secara simbolis kepada General Manager Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina Usamah Owni di Istanbul Turki, Ahad (20/7)

Penyerahan bantuan tersebut juga di saksikan Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi, dan relawan KNRP Jawa Timur Muhammad Shaleh Drehem.

Dalam kesempatan tersebut, Caca menjelaskan, ini adalah bentuk gerak cepat KNRP dalam rangka pemberian bantuan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza yang mengalami tragedi kemanusiaan, yang setidaknya hingga kini memakan korban 640 gugur, 3700 luka-luka, 8720 rumah dan bangunan hancur. “Tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza sangat kritis, dan membutuhkan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan, peralatan medis, makanan, dalam waktu yang sangat cepat,” jelasnya.

Untuk tahap awal ini KNRP memberikan bantuan untuk Gaza melalui Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina di Turki, karena saat ini pintu masuk satu-satunya ke Jalur Gaza, pintu Rafah masih di tutup oleh Pemerintah Mesir, seperti dijelaskan Caca. “Setelah ini, KNRP dan beberapa Lembaga Kemanusiaan lainnya akan langsung menuju Jalur Gaza, insya Allah awal Agustus atau setelah Idul Fitri dalam pemberian donasi berikutnya, urusan administrasi sedang dalam proses melalui koordinasi dengan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi menjelaskan bahwa Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina ini adalah konsorsium LSM Kemanusiaan yang konsen memberikan bantuan moril dan meteriil untuk Palestina dan Jalur Gaza, “Aliansi ini memiliki jaringan yang luas dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang bekerja untuk Palestina, seperti Miles for Smile Eropa yang telah 28 kali mengirimkan bantuan ke Gaza dan kini sudah siap membawa bantuan ke Gaza, Ikatan Dokter Arab, lembaga-lembaga amal lainnya di Turki, Mesir, Sudan, Tunisia, Aljazair, Malaysia, Indonesia dan beberapa negara lainnya,” terangnya.

“Selain itu, Aliansi telah menjalin kerjasama dengan beberapa LSM di Gaza untuk penyaluran bantuan bagi rakyat Gaza,” imbuhnya.

Sebagian pimpinan dan pengurus dari Aliansi Internasional ini, lanjut Heri, adalah orang Palestina yang berasal dari Gaza sehingga memiliki jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza, “Telah beberapa kali Aliansi ini juga menjalankan program kemanusiaan dan kampanye untuk Gaza dan Palestina, Syaddur rihal, Konferensi-konferensi tentang Gaza dan Palestina,” urainya lengkap.

Aliansi Internasional ini berkantor pusat di Istanbul Turki, dimana negara ini keberpihakan pemerintah, petinggi-petinggi negara dan rakyatnya tidak saja memiliki perhatian untuk Gaza dan Palestina tetapi telah teruji dalam memberikan bantuan untuk Gaza, bahkan beberapa warga negaranya menjadi korban kekejian Israel dalam misi kemanusiaan Freedom Flotilla.

Turki memiliki hubungan bilateral dengan Israel, namun hubungan ini digunakan justru untuk menekan Israel dan sikap politiknya sangat jelas dalam membantu perjuangan rakyat Palestina.

Saat ini, Jalur Gaza masih di serang, korban pun semakin banyak berjatuhan, di saat yang sama juga bantuan donasi dari rakyat Indonesia baik di dalam maupun luar negeri terus mengalir khususnya ke KNRP, “Terimakasih dan apresiasi kepada para donatur, mitra kerjasama lembaga kemanusiaan, media dan pemerintah Indonesia dalam membantu tragedi kemanusiaan pada bangsa yang terjajah, Palestina. Kami di KNRP akan berusaha sekuat tenaga untuk menyalurkan bantuan-bantuan yang telah dititipkan oleh masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara di Gaza,” pungkas Heri.

Khalid Misyal

Mish’al: Tak Ada Gencatan Senjata, Selama Blokade Gaza Belum Dicabut

Doha – KNRP : Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyerukan pembebasan segera blokade atas Jalur gaza sebelum berbicara apapun tentang perjanjian gencatan. Dia menegaskan pentingnya membuka gerbang-gerbang perlintasan dan diizinkannya konvoi-konvoi bantuan untuk bisa tiba di Jalur Gaza.

“Hamas akan terus menolak gencatan senjata sampai semuanya terpenuhi,” Ujar Khaled Meshall seperti dilansir BBC.

Karena belum menemukan kesepakatan antara Israel dan Palestina, hingga saat ini Israel terus melakukan serangan udara dan operasi darat di Gaza. Hamas pun masih melakukan serangan balasan dengan menembakan roket ke arah Israel.

Pencabutan blokade delapan tahun adalah permintaan utama Hamas yang juga ingin pembukaan perbatasan Rafah dengan Mesir dan pembebasan para tahanan oleh Israel. Saat seruan-seruan internasional untuk mengakhiri pertempuran di Gaza, Meshaal bersikeras bahwa gerakan Islam Hamas menyambut semua upaya untuk mengakhiri agresi dan tidak keberatan untuk mediasi oleh pihak manapun, termasuk Mesir.

Dalam konferensi pers yang digelar hari Rabu (23/7) di Doha, Misy’al mengatakan, “Tuntutan kami untuk gencatan adalah sah. Kami telah sampaikan kepada Turki, Qatar, Mesir, Otoritas Palestina dan kepad asemua pihak. Siapapun yang merealisasikannya kami menyambut baik.” Dia menambahkan, “Siapapun tidak akan bisa melucuti senjata perlawanan. Ada dua syarat untuk melucuti senjata, pertama berakhirnya penjajahan dan permukiman Yahudi dan yang kedua dilucutinya senjata Israel.”

Dia menyatakan, “Setelah inisiatif gencatan dari Turki dan Qatar, kami telah mulai mendengar inisiatif-inisiatif lain dan kami tidak menentang peran siapapun.” Dia menjelaskan bahwa Menlu Amerka John Kerry yang menghubungi menlu Turki dan menlu Qatar dan dia meminta pada keduanya untuk berkomunikasi dengan Hamas demi gencatan senjata. Misy’al menegaskan, Hamas tidak mau menerima insiatif yang berupaya mengalihkan tuntutan perlawanan dan Hamas akan menerima apapun genatan kemanusiaan yang berusaha membantu warga Gaza.

Pemimpin Palestina ini menegaskan bahwa perlawanan telah membuktikan bahwa mereka tidak pernah tidur atau sibuk dengan perdagangan terowongan, namun berinovasi dalam terowongan dan mempersiapan diri untuk perlawanan, Hamas selalu melayani dan tidak tidur demi rakyatnya.

Dia menjelaskan bahwa Netanyahu lah yang memulai mengajukan inisiatif gencatan setelah merasa kewalahan. Penjajah Zionis dikejutkan dengan kekuatan perlawanan dan nafasnya yang panjang, tegas Misy’al.

Sumber: Infopalestina.com/ms, Republika.co.id, dll

Redaktur: Heri Efendi

ribuan-orang-menggelar-demonstrasi-menentang-serangan-israel-di-jalur-_140724031721-625

PBB Berencana Usut Kejahatan Perang Israel, Serius?

JENEWA — Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB akan segera meluncurkan penyelidikan atas kejahatan perang yang dilakukan Israel. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dewan HAM PBB, Navi Pillay, Rabu (23/7).

Keputusan itu muncul setelah para anggota Dewan HAM mengadakan pertemuan darurat selama tujuh jam. Dalam pertemuan itu, Israel juga menuding bahwa Palestina melakukan kejahatan perang.

Pillay mengatakan aksi militer Israel yang diluncurkan di Gaza selama ini dilakukan tanpa mengikuti hukum internasional. Kejahatan perang disebut Pillay dapat dituduhkan pada Israel karena korban yang mereka timbulkan dari serangan sebagian besar adalah rakyat sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

“Kemunginan kuat Israel selama ini melakukan serangan dengan cara yang sama seperti kejahatan perang,” ujar Pillay, dilansir AFP, Rabu (23/7).

Hal ini disebut akan semakin menambah tekanan terhadap Israel untuk segera menghentikan serangan yang mereka lakukan di Gaza. Israel mengecam keputusan PBB itu sebagai ‘parodi’ yang mengabaikan pelanggaran, yang telah dilakukan oleh Hamas.

Menanggapi penyelidikan yang akan dilakukan PBB, Menteri Kehakiman Israel, Tzipi Livni membantah dugaan kejahatan perang. Ia melalui jejaring sosial Facebook mengatakan tidak Ada pelanggaran yang Israel lakukan selama mengintensifkan serangan di Gaza.

Sumber: Republika.co.id

Redaktur: Heri Efendi

anak-anak-Palestina-1-320x201

Hari ke-18 Pembantaian Gaza: 701 Gugur dan 4250 Luka-luka

Jalur Gaza – Selama 18 hari berturut-turut penjajah Zionis terus melancarkan pembantaian dan agresi besar-besaran di Jalur Gaza. Sebanyak 701 warga Palestina telah gugur yang sebagian besarnya anak-anak dan wanita dan lebih dari 4250 lainnya luka-luka. Sementara itu sudah belasan ribu rumah warga hancur oleh bom bardir pasukan Zionis.

Pasukan penjajah Zionis memulai operasi militer mereka ke Jalur Gaza dengan nama operasi “Tebing Cadas” pada Selasa (8/7/2014). Sejak saat itu pasukan penjajah Zionis melancarkan serangan udara dengan intensif dan sangat sengit. Puluhan rudal ditembakkan setiap harinya. Sementara itu operasi militer dilakukan secara terbatas dengan dalih untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang tersebar dip agar perbatasan timur Jalur Gaza. Bersamaan dengan itu pasukan penjajah Zionis melancarkan gempuran senngit dari darat, udara dan laut terhadap apa saja di Jalur Gaza.

Sementara itu sebaliknya perlawanan Palestina, khususnya Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer Gerakan Hamas, terus melancarkan aksi balasan dengan menggempur kota-kota Zionis. Untuk pertama kalinya Brigade al Qassam berhasil menggempur kota Haifa Zionis dengan sejumlah roket jenis R160, menggempur Jerusalem dengan roket jenis M75. Bahkan roket-roket al Qassam mampu menjangkau jarak dan kota-kota Zionis yang sebelumnya belum pernah dijangkau oleh roket perlawanan. Dan untuk pertama kalinya juga Brigade al Qassam berhasil menggempur kota nuklir Zionis “Dimona”, bandara militer Ramon. Roket-roket perlawanan juga mampu menjangkai wilayah Qisariyah di wilayah utara Palestina yang dijajah Zionis sejak tahun 1948 dan kawasan Laut Mati.

Bahkan untuk pertama kalinya pula Brigade al Qassam melakukan operasi militer melalui laut dan berhasil menyusup ke pangkalam militer Zakim serta terlibat baku senjata sengit dengan pasukan komando Zionis. Brigade al Qassam juga berhasil mengirim drone (pesawat tanpa awak) untuk berbagai misi di atas udara wilayah Palestina yang dijajah penjajah Zionis sejak tahun 1948. Brigade al Qassam juga berhasil meledakkan terowongan di bawah markas militer Zionis di Karem Abu Shalem, berhasil melakukan penyusupan besar di markas militer Shufah di timur kota Rafah, sebagaimana pula aksi spektakuler yang terjadi pada hari ketigabelas dan keempatbelas agresi Zionis ke Jalur Gaza, yang berhasil menewaskan 30 serdadu dan perwira Zionis, di mana media-media Zionis menyebutnya sebagai hari yang kelam bagi pasukan Zionis.

Pada hari Ahad (20/7) sayap militer Gerakan Hamas ini berhasil menculik dan menyandera serdadu Zionis Shaul Aron, prajurit bernomor identitas 6092065, dalam sebuah aksi yang dilakukan Brigade al Qassam di timur kampong at Tufah timur kota Gaza, di mana dalam aksi ni sebanyak 14 serdadu Zionis tewas termasuk komandan Batalyon Golani dan lebih dari 50 lainnya luka-luka. (asw)

Sumber: Infopalestina.com/ms

Redaktur: Heri Efendi

asap-dan-api-terlihat-di-pemukiman-di-gaza-selasa-22-7-_140723112736-726

Kota Israel Dihujani Roket Pejuang Palestina

GAZA CITY — Para pejuang Palestina menghujani sejumlah wilayah di Israel, termasuk Tel Aviv dengan roketnya. Alasannya, rezim tersebut meningkatkan serangan pembunuhannya dengan mengepung Jalur Gaza.

Berdasarkan laporan, suara peringatan sirene terdengar di sejumlah kota di Israel ketika para pejuang Palestina menembakkan roket-roketnya ke Tel Aviv, Ashdod, Eshkol, Beer Ganim, Nitzan dan Nitzanim pada Selasa.

Laporan tersebut juga menyebutkan sejumlah tentara Israel terluka ketika sebuah roket menghantam wilayah permukiman di Tel Aviv.

Militer Israel pun membenarkan terdapat 27 pasukannya yang tewas sejak serangan darat ke Gaza dimulai pada 17 Juli.

Meskipun begitu, Brigade al-Qassam mengatakan bahwa para pejuangnya telah membunuh lebih dari 40 tentara Israel sejak Tel Aviv memulai serangannya ke Jalur Gaza.

Pemimpin tinggi Hamas di Gaza, Ismail Haniyah, juga telah bersumpah bahwa pengepungan wilayah Palestina akan menjadi kuburan bagi tentara Israel yang telah melakukan kriminalitas terhadap warga Gaza.

Laporan terakhir menyebutkan serangan Israel telah menewaskan hampir 600 warga Palesitina dengan mayoritas korban jiwa merupakan anak-anak dan wanita. Lebih dari 3.500 orang lainnya juga terluka. (mkh/knrp)

Web Resmi Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina