asap-dan-api-terlihat-di-pemukiman-di-gaza-selasa-22-7-_140723112736-726

Kota Israel Dihujani Roket Pejuang Palestina

GAZA CITY — Para pejuang Palestina menghujani sejumlah wilayah di Israel, termasuk Tel Aviv dengan roketnya. Alasannya, rezim tersebut meningkatkan serangan pembunuhannya dengan mengepung Jalur Gaza.

Berdasarkan laporan, suara peringatan sirene terdengar di sejumlah kota di Israel ketika para pejuang Palestina menembakkan roket-roketnya ke Tel Aviv, Ashdod, Eshkol, Beer Ganim, Nitzan dan Nitzanim pada Selasa.

Laporan tersebut juga menyebutkan sejumlah tentara Israel terluka ketika sebuah roket menghantam wilayah permukiman di Tel Aviv.

Militer Israel pun membenarkan terdapat 27 pasukannya yang tewas sejak serangan darat ke Gaza dimulai pada 17 Juli.

Meskipun begitu, Brigade al-Qassam mengatakan bahwa para pejuangnya telah membunuh lebih dari 40 tentara Israel sejak Tel Aviv memulai serangannya ke Jalur Gaza.

Pemimpin tinggi Hamas di Gaza, Ismail Haniyah, juga telah bersumpah bahwa pengepungan wilayah Palestina akan menjadi kuburan bagi tentara Israel yang telah melakukan kriminalitas terhadap warga Gaza.

Laporan terakhir menyebutkan serangan Israel telah menewaskan hampir 600 warga Palesitina dengan mayoritas korban jiwa merupakan anak-anak dan wanita. Lebih dari 3.500 orang lainnya juga terluka. (mkh/knrp)

IMG-20140723-WA0007

Pesan Damai Burung-Burung Kertas Untuk Gaza

JAKARTA (23/7) – Sekolah Relawan menggelar Aksi Kepedulian Untuk Palestina bertajuk “A Million Birds For Gaza’s Children” di pelataran Monumen Nasional (Monas), Ahad (20/7).
IMG-20140723-WA0013
Aksi yang diprakarsai oleh Relawan Indonesia ini berbeda dengan aksi-aksi yang sering digelar oleh lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya untuk menggalang dana. Aksi kepedulian dari berbagai komunitas ini mencoba untuk menggelindingkan bola kepedulian dan empati kepada masyarakat Indonesia akan tragedi kemanusiaan yang saat ini terjadi di Palestina.
IMG-20140723-WA0025
“Kita tahu bahwa burung adalah simbol perdamaian, oleh karena itu program kami bertajuk A Million Birds For Gaza’s Children. Kami berharap dari aksi sederhana tersebut menjadi satu mimpi bersama umat manusia di muka bumi tentang perdamaian,” kata Pendiri Sekolah Relawan Bayu Gautama.
IMG-20140723-WA0023
Bayu yang juga koordinator aksi tersebut juga menambahkan bahwa burung-burung kertas itu mungkin tidak akan sampai ke tangan anak-anak Gaza. Namun bukan itu pesan utama dari aksi ini.
“Kami hanya ingin sampaikan pesan perdamaian. Harapan kami agar rakyat Gaza, Palestina secara umum mendapat kemerdekaannya. Anak-anak di Gaza bebas bermimpi setinggi mungkin, seperti burung bebas terbang dan tidak terkekang dalam ketakutan di dalam penjara terbesar dunia,” pungkasnya.
IMG-20140723-WA0022
Dalam aksi ini, Relawan Indonesia juga menggandeng komunitas lain seperti Toekangpoto Indonesia, SIGI (Sahabat Indonesia Berbagi), WaliCare, Sahabat 5cm, Komunitas 1001 Buku, dan masyarakat umum. (mkh/knrp)
Foto: arsip Komunitas tOekangpoto
irondome

Begini Cara Kerja Iron Dome Israel

WASHINGTON –  Theodore Postol, seorang ahli fisika dan ahli rudal pertahanan dari Massachusetts Institute of Technology, agar efektif, pencegat itu harus dapat menghantam roket yang datang secara tepat dan menghancurkan hulu ledak yang sebenarnya, atau bahan peledak yang dimasukkan ke ujung depannya.

“Satu-satunya cara pencegat Iron Dome dapat mengetahui di mana bagian depan roket artileri adalah dengan pencahayaan,” ujar Postol seperti dilansir VOA, Rabu (22/7). Menurutnya, ada sebuah sekering laser memproyeksikan sinar ke arah roket artileri, yang memantulkan cahaya.

Setelah penundaan sebentar, ujar Postol, pencegat Iron Dome meledakkan bom berbentuk silinder yang terdiri dari sejumlah batang. Batang-batang ini akan menyebar menjadi fragmen-fragmen ledakan ke dalam roket yang datang dan hulu ledak, meledakkan keduanya.

Namun banyak hal yang bisa meleset dalam keterlambatan antara detonasi dan dampaknya, menurut Postol. Dengan memeriksa video pencegatan Iron Dome dari 2012 sampai baru-baru ini, ia dan para ilmuwan mengatakan bahwa Iron Dome seringkali luput menembak sasaran.

“Roket akan tetap mendarat dan hulu ledak akan tetap meledak,” ujarnya. “Jadi definisi dari ‘mencegat’ dalam situasi ini adalah penghancuran hulu ledak. Dan terkadang orang-orang mengatakan bahwa jika mereka akan menghantam roket artileri, mereka akan membelokkannya. Itu juga tidak benar.”

“Tingkat kesuksesan Iron Dome adalah sekitar 90 persen,” ujar Weiss.

cara kerja iron dome
Seperti ini cara kerja iron dome

“Sistem Pertahanan Udara Iron Dome telah sangat berhasil dalam mencegah kematian dan kerusakan yang tak terbayangkan di seluruh Israel. Hamas meluncurkan roket-roket dengan tujuan meneror dan menyasar populasi sipil Israel dan Iron Dome telah memainkan peran sentral dalam menjaga warga sipil Israel.”

Postol mengatakan ia yakin tingkat pencegatan lebih tepatnya sekitar 5 persen. “Ingat, saya dulu menunjukkan bahwa tingkat pencegatan 96 persen yang diklaim untuk rudal Patriot di Perang Teluk 1991 sebenarnya hanya nol, dan semua orang sekarang menerima hasil itu,” ujarnya.

Jika ia benar, mengapa hanya satu orang Israel yang tewas?

Menurut laman Israeli Home Front, roket-roket yang ditembakkan ke Israel membawa bahan peledak yang relatif sedikit yang dapat merusak bangunan dan melukai orang-orang di luar ruangan. Namun berkat sistem pertahanan sipil yang canggih yang termasuk tempat perlindungan di setiap bangunan dan sistem peringatan dini yang canggih, menurut Postol, orang-orang Israel dapat terhindar dari bahaya.

Menurut Binnie, Israel “menembakkan sistem yang sangat mahal untuk mencegat ancaman yang sangat murah. Akan lebih baik jika ada lebih banyak informasi sehingga orang-orang memiliki ide yang lebih baik apa yang terjadi.” (mkh/knrp)

shaol-aalon-israel

Zionis Israel Baru Akui Satu Tentaranya Hilang

TEL AVIV — Pada Ahad (20/7) pasukan pejuang Palestina Al-Qassam berhasil menawan satu tentara Israel yang bernama Shaol Aalon. Namun, baru kemarin Selasa pihak Israel mengakui bahwa satu tentaranya telah hilang.

Seperti yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA) Selasa (22/7), tentara Zionis Israel baru mengakui dan mengumunkan bahwa satu tentaranya hilang dalam baku tembak dengan pejuang Palestina di Shujaiyah, Gaza bagian timur, Ahad lalu.

Dalam media Israel Haaretz, pihak tentara secara resmi menyatakan pasukan ketujuh yang dinyatakan hilang bernama Shaol Aalon dengan nomor identitas ketentaraan 6092065. Tepat pada operasi tersebut pasukan pejuang Al-Qassam berhasil menjebak tank Israel ke daerah yang telah dipasang ranjau.

Kemudian, pejuang menghampiri tank Israel tersebut dan menembaki tentara yang didalamnya dan menawan satu tentara Israel. Al-Qassam pun mengatakan bahwa operasi tersebut akan terus menjadi mimpi buruk pasukan Israel selama bertempur di Gaza.

Padahal sebelumnya Senin (21/7) Duta Besar Israel untuk PBB, Ron Prosor membantah salah satu tentaranya ditangkap oleh pejuang Palestina. Ia pun mengatakan bahwa pernyataan yang dikatakan oleh Al-Qassam adalah sebuah kebohon besar.

“Tidak ada tentara yang diculik, rumor tersbut tidak benar,” tegas Prosor, sesaat sebelum mengadakan pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan PBB tekait situasi di Gaza.

Memasuki hari ke-16 serangan Israel terhadap Gaza, sekitar 632 warga Palestina meninggal dunia dan sekitar 4030 lebih luka-luka. Pasukan sayap militer Hamas Brigade Izzuddin Al-Qassam mengklaim telah berhasil menewaskan 52 tentara dan diantaranya merupakan tentara dari pasukan elit Israel seperti Golani, Egooz dan Paratrooper. (mkh/knrp)

asap-dan-api-terlihat-di-pemukiman-di-gaza-selasa-22-7-_140723112736-726

Pejuang Palestina Tembak Jatuh Pesawat F16 Israel

GAZA — Pejuang Palestina yang tergabung dalam Brigade Izzuddin Al-Qassam berhasil menembak pesawat tempur F16 Israel. Peswat tersebut ditembak dengan roket di udara Dier Balah, Jalur Gaza bagian tengah, Selasa (22/7) pukul 19.40 waktu setempat.

Rabu (23/7), pernyataan tersebut disampaikan oleh sayap militer gerakan perlawanan Hamas. Pernyataan tersebut disiarkan langsung oleh media resmi milik Al-Qassam dan beberapa media di Gaza. Seperti radio dan televisi lokal.

Dalam siaran itu Al-Qassam mengatakan, pasukan Zionis Israel mengakui sebuah pesawat tempur F16 miliknya telah ditembak di Gaza.

Sementara itu, serangan Israel terus berlangsung di seluruh Jalur Gaza, khususnya Gaza di bagian utara. Pasukan darat pun terus menggencar serangannya ke rumah-rumah warga, masjid dan rumah sakit. Suara tembakan dari tank dan pesawat tanpa awak (drone) terus terdengar.

Memasuki hari ke-16 serangan Israel terhadap Gaza, sekitar 632 warga Palestina meninggal dunia dan sekitar 4.030 lebih luka-luka. Seperti yang dilansir Ma’an News Agency, pasukan Zionis Israel menargetkan untuk menghancurkan 50 masjid di Gaza.  (mkh/knrp)

Sumber: Republika.co.id

290305_345x230

Palestina: Apa yang Dilakukan Dunia Untuk Hentikan Pertumpahan Darah Ini?

Gaza, - Pertumpahan darah terus terjadi di wilayah Gaza. Duta Besar Palestina untuk PBB meminta Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan.

“Atas nama rakyat Palestina, kami bertanya: Apa yang dilakukan komunitas internasional untuk menghentikan pertumpahan darah ini, untuk menghentikan kekejaman Israel,” kata Dubes Palestina, Riyad Mansour dalam pertemuan DK PBB mengenai krisis Gaza.

Mansour pun memperlihatkan foto-foto anak-anak Palestina yang tewas akibat serangan-serangan Israel di Gaza serta foto-foto keluarga yang menangisi kematian para korban. Diplomat Palestina itu juga membacakan nama-nama bocah-bocah yang tewas dibombardir Israel. 

“Umama Al-Hayyeh, berumur 9 tahun; Dima Isleem, berumur 2 tahun; Mohamad Ayyad, berumur 2 tahun; Rahaf Abu Jumaa, berumur 4 tahun…,” papar Mansour seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/7/2014).

“Tanpa tindakan tegas, resolusi dan statemen-statemen Dewan akan hampa sementara warga sipil tak berdaya tidak mendapat pertolongan dari mesin perang Israel pembunuh,” cetusnya.

Dalam pertemuan DK PBB tersebut, Yodania mengajukan draf resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza. Dalam draf tersebut juga diserukan pencabutan blokade Israel atas Gaza dan menghidupkan kembali upaya-upaya untuk mencapai perjanjian damai antara Israel dan Palestina.

Lebih dari 600 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 3.600 lainnya terluka selama operasi militer Israel di Gaza yang telah berlangsung sejak 8 Juli lalu. 

Di pihak Israel, tujuh tentara tewas dalam pertempuran dengan para pejuang Hamas pada Senin, 21 Juli. Sehingga sejauh ini sudah 25 tentara Israel yang tewas selama operasi militer di Gaza. Angka ini dua kali lipat lebih dari jumlah korban Israel selama serangan darat di Gaza pada tahun 2009 lalu. (mkh/knrp)

Sumber: Detik News

Muslim worshippers run as tear gas fired by Israeli policemen rises during clashes with stone-throwing Palestinian protesters in Jerusalem's Old City

Gaza Akan Jadi Kuburan Massal Tentara Israel

Tank-tank penjajah Yahudi sampai laporan ini dibuat tak berhasil merangsek Gaza, karena dihalangi oleh para pejuang Palestina di Gaza. Saat ini sedang terjadi perang, saling berhadapan di front, antara militer Yahudi  ‘Israel’ dengan pejuang Gaza.

Sepasukan pejuang Palestina berhasil mengelabui militer ‘Israel’. Dengan memasuki terowongan, mereka muncul (keluar) di belakang tank dan pasukan ‘Israel’ di Gaza tengah, sehingga saat ini militer ‘Israel’ sedang terkepung.

Perang sengit, dentuman tembakan tank, roket, bom dan RJP, diiringi suara letupan senjata dari kedua kubu. Dua tentara ‘Israel’ ditembak mati oleh sniper pejuang Gaza dan 4 luka kritis, dan tank-tank dihancurkan oleh ranjau anti tank.

Sementara sasaran tembak militer ‘Israel’ adalah anak-anak, wanita, lansia, warga sipil lainnya dan rumah-rumah penduduk. Sedang sasaran tembak pejuang Gaza adalah tentara Yahudi dan markas-markas militer Zionis.

“Jika pasukan ‘Israel’ nekat masuk Gaza, maka mereka tak kan dapat keluar, Gaza akan banjir darah dan jadi kuburan massal bagi tentara ‘Israel’,” tegas Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.

Militer ‘Israel’ berperang perhari dibayar 200 USD (Rp 2 juta lebih dibekali pampers), sementara pejuang di Gaza berperang karena Allah untuk membebaskan Al-Aqsha. Mereka berbuka puasa dan sahur dengan kurma dan air putih, dan mereka pantang pulang dan mundur dari pertempuran.

Khusus hari ini, Sabtu (19/7) lebih dari 50 warga sipil Gaza gugur syahid, insya Allah. Rumah-rumah warga rata dengan tanah. Sebagian dari korban masih berada di reruntuhan.

Sebuah rumah sakit di Beit Haboun, Gaza utara, jadi sasaran roket ‘Israel’. Dengan terpaksa tim medis dan para pasien berhamburan keluar rumah sakit.

Mohon doakan selalu, saat ini Gaza butuh doa! Doa!

Walau Gaza dihujani roket oleh penjajah ‘Israel’, namun relawan asal Gaza tetap mendistribusikan bahan makanan, obat-obatan dan bantuan uang cash bagi pasien korban perang–karena mereka perlu bantuan. (Abdillah Onim, Jurnalis Indonesia di Gaza, Palestina – salam-online)

Tank-tank penjajah Yahudi sampai laporan ini dibuat tak berhasil merangsek Gaza, karena dihalangi oleh para pejuang Palestina di Gaza. Saat ini sedang terjadi perang, saling berhadapan di front, antara militer Yahudi  ‘Israel’ dengan pejuang Gaza.
Sepasukan pejuang Palestina berhasil mengelabui militer ‘Israel’. Dengan memasuki terowongan, mereka muncul (keluar) di belakang tank dan pasukan ‘Israel’ di Gaza tengah, sehingga saat ini militer ‘Israel’ sedang terkepung.
Perang sengit, dentuman tembakan tank, roket, bom dan RJP, diiringi suara letupan senjata dari kedua kubu. Dua tentara ‘Israel’ ditembak mati oleh sniper pejuang Gaza dan 4 luka kritis, dan tank-tank dihancurkan oleh ranjau anti tank.
Sementara sasaran tembak militer ‘Israel’ adalah anak-anak, wanita, lansia, warga sipil lainnya dan rumah-rumah penduduk. Sedang sasaran tembak pejuang Gaza adalah tentara Yahudi dan markas-markas militer Zionis.
“Jika pasukan ‘Israel’ nekat masuk Gaza, maka mereka tak kan dapat keluar, Gaza akan banjir darah dan jadi kuburan massal bagi tentara ‘Israel’,” tegas Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.
Militer ‘Israel’ berperang perhari dibayar 200 USD (Rp 2 juta lebih dibekali pampers), sementara pejuang di Gaza berperang karena Allah untuk membebaskan Al-Aqsha. Mereka berbuka puasa dan sahur dengan kurma dan air putih, dan mereka pantang pulang dan mundur dari pertempuran.

Mohon doakan selalu, saat ini Gaza butuh doa! Doa!
Walau Gaza dihujani roket oleh penjajah ‘Israel’, namun relawan asal Gaza tetap mendistribusikan bahan makanan, obat-obatan dan bantuan uang cash bagi pasien korban perang–karena mereka perlu bantuan. (Abdillah Onim, Jurnalis Indonesia di Gaza, Palestina)

Sumber: Salam online
Anak Gaza ditinggal Gugur ayahnya

17 hari Penyerangan: 631 Gugur dan 4030 Luka-luka

Selama 17 hari berturut-turut penjajah Zionis terus melancarkan pembantaian dan agresi besar-besaran di Jalur Gaza. Beberapa sumber medis Palestina mengatakan 70 orang Palestina gugur pada Selasa (22/7), sehingga korban bertambah menjadi 632 jiwa. Sebagian besar dari korban tersebut adalah anak-anak dan wanita . Disamping korban jiwa, dikabarkan bahwa jumlah korban luka-luka akibat gempuran brutal Israel ini juga terus bertambah menjadi 4030 orang . Sementara itu, belasan ribu rumah warga Jalur Gaza hancur diterjang bom bardir militer Zionis.

Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza Ashraf Al-Qedra, dari jumlah korban tersebut, 161 anak kecil, 66 perempuan dan 35 orang tua, seperti dilaporakan Xinhua, Rabu pagi.

Selain masyarakat sipil dan para pejuang, para jurnalis, dan petugas medis juga tidak luput dari sasaran serangan Zionis. Kantor berita Aljazeera di Gaza mengalami penyerangan pada hari Selasa (22/7). Insiden itu terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan akan melarang Aljazeera beroperasi di wilayah Israel. Lieberman bahkan menuduh kantor berita tersebut sebagai cabang ‘jaringan organisasi teroris’.

Seorang wartawan BBC Bahasa Arab (BBC Arabic), Feras Khatib, diserang pria Israel saat tengah meliput konflik di Gaza, Selasa (22/7) pagi waktu setempat. Kejadian tersebut terungkap lewat sebuah video yang diposting di laman YouTube belum lama ini.

Sebelumnya, Ahad (20/07), militer Zionis juga menyerang dan menghancurkan beberapa unit ambulan serta menewaskan para petugas medis yang akan menyelamatkan korban luka-luka dan mengangkut warga Gaza yang gugur dalam serengan mereka ke daerang Syujaiyah, Gaza Timur.

Korban agresi militer Israel ke wilayah Jalur Gaza terus berjatuhan. Namun pemerintahan Zionis tersebut belum nampak akan menghentikan serangan-serangan brutalnya ke wilayah Palestina yang padat penduduk tersebut. Sejumlah inisiatif berbagai negara dan PBB belum mampu menghentikan pembantaian yang terjadi. Sementara berberapa negara dan kekuatan internasional menyeru Mesir untuk membuka pintu perlintasan Rafah untuk masuknya bantuan kemanusiaan, namun delegasi-delegasi kemanusiaan dari berbagai negara masih mengantri untuk bisa menyalurkan bantuannya melalu pintu Rafah Mesir.

Sumber: Infopalestina.com/ms, Antaranews.com dan sumber berita lainnya

Redaktur: Heri Efendi

Mideast Israel Palestinians

PM Turki “Israel Lebih Kejam Dari Hitler”

PM Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk atas agresi militer yang membabi buta Israel di Gaza, Palestina. Ia menyatakan serangan Israel jauh lebih kejam dari Hitler.

“Israel tak punya hati nurani. Tidak dihormati, tidak disegani. Mereka mengutuk Hitler siang dan malam, tapi mereka kejahatan mereka melampaui Hitler dalam hal barbarisme,” ujar Erdogan, seperti  dikutip dari Al-Arabiya, Senin (21/9/2014).

Pernyatannya itu terkait Operasi “Protective Israel” ke Gaza sejak Selasa 8 Juli 2014 lalu. Saat ini Israel memperluas serangan, mulai darat dan udara.

Pemimpin Turki itu juga menilai politisi sayap kanan Israel Ayelet Shaked memiliki mental seperti Hitler atas kicauan pejabat zionis yang menyebut warga Palestina pantas mati.

Sebelumnya, Erdogan telah berkali-kali menyuarakan kecamannya kepada Israel. Dia menyebut negara tempat umat Yahudi itu melakukan genosida atau pembantaian besar-besaran terhadap Palestina.

PM Turki juga menyebut Israel kerap mengesampingkan upaya perbaikan hubungan dengan Hamas dan memilih jalur kekerasan.

Pejabat kesehatan Paletina melaporkan jumlah korban jiwa di Gaza hingga saat ini mencapai 425 orang. Sebanyak 2.700 lainnya terluka. Mereka di antaranya terdiri dari 112 anak, 41 wanita, dan 25 lanjut usia.

“Seperempat dari jumlah korban tewas adalah mereka yang diserang tentara Israel dalam operasi darat,” ujar pejabat tersebut. (mkh/knrp)

shaol-aalon-israel

Pejuang Palestina Berhasil Tawan Satu Tentara Israel

GAZA - Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Islam Hamas, mengumumkan mereka berhasil menangkap seorang tentara Zionist bernama Shaul Aaron dengan nomor identitas ketentaraan 6092065 dalam keadaan hidup.

Aaron ditawan dalam operasi yang dilakukan Al-Qassam di distrik Tuffah, timur Kota Gaza, yang menewaskan 14 tentara Israel dan melukai lebih dari 50 orang termasuk komandan brigade Golani pada Minggu (20/7/2014).

Seperti diberitakan mirajnews.com, Abu Ubaida juru bicara Al-Qassam menyatakan dalam pernyataan yang disiarkan media-media lokal Jalur Gaza bahwa ketika musuh tidak jujur, maka Al -Qassam akan mengungkapkan kebenarannya.

Koresponden mirajnews.com di Jalur Gaza juga mengabarkan kemeriahan warga atas penangkapan tentara Israel seperti suasana Idul Fitri. Takbir bergema di seluruh Jalur Gaza, seolah-olah Idul Fitri datang lebih awal di Gaza. Penduduk Gaza yang selama ini hanya berada di dalam rumah, turun ke jalan jalan menyambut kabar gembira tersebut.

Selain takbir, kegembiraan ini juga disambut dengan tembakan senjata AK 47 ke udara yang seketika memecah keheningan malam di Gaza, yang sebelumnya bagai kota mati.

Di rumah sakit Al Syifa pusat Kota Gaza, dimana banyak pengungsi berkumpul teriakan takbir bergema dihalaman hingga kedalam rumah sakit. Dalam perang yang mereka namakan “Ashful Ma’kul” Al Qassam kembali membuat kejutan baru dengan menangkap tentara Israel, setelah sebelumnya berhasil membuat kejutan dengan melontarkan roket terbaru jenis R160 hingga ke Haifa yang berjarak 150 km dari jalur Gaza serta meluncurkan untuk pertama kalinya pesawat tanpa awak dan berhasil mengudara di Tel Aviv d

“Kejujuran Al-Qassam datang disaat penjajah Israel tidak jujur dalam mengakui jumlah korban tewas yang sebenarnya dari pihak mereka pada operasi kali ini, akan tetapi trauma besar yang ditimbulkan oleh operasi ini telah memaksa musuh untuk mengakui sebagian kerugian yang dialaminya,” tegas Abu Ubaida.

Ubaida juga menegaskan satu hal yang tidak diakui penjajah Israel adalah tidak mengakui bahwa salah satu tentara mereka hilang hari Minggu (20/7/2014) ini.

“Maka apabila para pimpinan musuh bisa berbohong terkait jumlah korban tewas dan luka, sebaiknya mereka bisa menjawab warganya tentang nasib tentaranya saat ini,” Abu Ubaida menambahkan.

Brigadei Al-Qassam juga menegaskan operasi terakhir yang dilakukan para mujahidin di wilayah timur desa Tuffah dini hari akan terus menjadi mimpi buruk yang menghantui tentara musuh hingga akhir hayatnya, hal tersebut terjadi setelah pasukan khusus al Qassam menjebak tentara Zionis yang berusaha bergerak masuk ke wilayah timur desa Tuffah timur Gaza.

Al-Qassam telah berhasil menjebak tentara Zionis ke dalam ladang ranjau yang sudah dipersiapkan sebelumnya, kemudian para mujahidin meledakkan ladang ranjau tepat di bawah kendaraan militer Zionis.

Setelah itu, pasukan Al-Qassam bergerak menuju 2 angkutan militer, membuka pintu kedua kendaraan tersebut dan menghabisi seluruh penghuninya. operasi ini mengakibatkan tewasnya 14 tentara Zionis. (mkh/knrp)

Sumber: Serambi news

Web Resmi Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina