DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

 

Jakarta – Tahukah kamu pada tahun 2019, jumlah pengungsi Palestina di Lebanon jumlahnya sekitar 500.000 jiwa. Menurut data dari UNRWA (Lembaga PBB yang mengurus pengungsi Palestina) para pengungsi Palestina ini tinggal di 12 Kamp pengungsian di beberapa wilayah Lebanon.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Duta Sosialisasi Palestina Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Fachri Hersi Yansyah dan Saiful Bahri saat Tasqif di Kantor KNRP, Ragunan, Jakarta (3/9/2019). Lebih lanjut, Fachri menjelaskan pengungsi Palestina di Lebanon merupakan warga Palestina yang terusir saat tragedi Nakbah pada tahun 1948.

“Jumlah pengungsi yang besar memunculkan berbagai permasalahan, diantaranya sulitnya mendapatkan hak kewarganegaraan, sarana kesehatan yang terbatas dan mahal, serta terbatasnya hak memperoleh pekerjaan dan pendidikan,” jelas Fachri.

Fachri dan Tim Kemanusiaan KNRP sempat mengunjungi kamp pengungsi Palestina pada penyaluran bantuan Qurban Berkah untuk Palestina 1440 H pada 10 – 4 Agustus 2019. Tim Kemanusiaan KNRP menyaksikan langsung bagaimana kondisi pemukiman pengungsi yang mana terlihat beberapa rumah bedeng, ditambah semrawutnya kabel listrik dan pipa air di dekat area pengungsian.

“Maka tidak heran jika ada saja pengungsi Palestina yang tersengat listrik di sekitar area tempat tinggalnya, karena semrawutnya kabel listrik dan pipa air,” tambah Fachri.

Terlepas dari bermacam permasalahannya, para pengungsi Palestina di Lebanon tetap memiliki semangat untuk dapat kembali ke tanah airnya, Palestina. Mereka sangat teguh bahwa Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha itu kebanggaan mereka yang harus terus dijaga. (yp/knrp)

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI