Ramallah – Menurut laporan yang dibuat oleh kementrian penerangan Palestina, jumlah wartawan yang menjadi tawanan di penjara ZIonis meningkat menjadi 27 wartawan. Dalam laporan yang diterbitkan hari Senin (17/4/2017), kementrian penerangan Palestina menegaskan bahwa para wartawan yang ditawan Zionis mengalami pelanggaran-pelanggaran yang bertentangan dengan hukum internasional.

 

Seperti perpanjangan penahanan administratif (tanpa tuduhan dan proses hukum) beberapa kali, penetapan vonis mereka di mahkamah militer Zionis, ditahan di dalam penjara saat menunggu persidangan mereka, pendeportasian mereka dari wilayah tinggalnya dan pemberlakuan tahanan rumah, selain juga kesengajaan mengabaikan kesehatan mereka yang sedang menderita sakit.

 

Kementrian penerangan Palestina menilai bahwa penahanan ini dalam rangka membungkam dan menghalangi para wartawan menunaikan tugas profesinya. Hal ini bertentangan dengan piagam-piagam internasional yang menjamin kebebasan kerja jurnalistik dan keharusan perlindungan wartawan pada saat terjadi konflik bersenjata.

 

Kementrian penerangan Palestina juga mengecam kesewenang-wenangan sehari-hari yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dilakukan pasukan penjajah Zionis terhadap para wartawan, lembaga-lembaga media dan kebebasan informasi Palestina.

 

Pihaknya meminta masyarakat internasional menjamin perlindungan para wartawan Palestina dan memperkuat solidaritas untuk mereka, serta segera membebaskan para wartawan yang mendekam di dalam penjara Zionis. (yp/knrp)

 

Sumber: infopalestina