perempuan-palestina-bertahan-di-tengah-gempuran-penghancuran-rumah-dan-_140620141730-659

 

 

JALUR GAZA – Tingkat pengangguran di Gaza mencapai 42 persen. Ini menunjukkan Gaza menjadi wilayah dengan pengangguran tertinggi di dunia. Wanita Gaza yang bekerja hanya 15 persen sedangkan pria yang bekerja 71 persen. Para wanita berusaha untuk menutup gap antara mereka.

 

Saat ini, semakin banyak wanita yang mau bekerja. Bahkan mereka berani  melanggar tradisi lama dengan bekerja di tempat-tempat yang dulu hanya diperuntukkan bagi laki-laki seperti sopir dan nelayan. Mereka bekerja keras untuk menafkahi keluarganya.

 

Anak-anak memanggilnya Paman Salwa. Ia adalah sopir bus yang sering mengantar anak-anak ke sekolah. “Anak-anak mengira hanya laki-laki yang bisa menjadi sopir bus. Saya adalah wanita pertama yang melanggar tradisi dengan menjadi sopir di Gaza,” kata Salwa Srour seperti dilansir Aljazeera, Selasa, (8/3).

 

Srour mulai menyetir minibusnya pada pukul 6:30 setiap pagi dan mulai berkeliling di Kota Gaza. Ia menjemput anak-anak untuk ke sekolah di sekolah TK yang dibukanya dengan saudarinya Sajda pada 2005. Sebenarnya dulu mereka mempekerjakan sopir laki-laki. Namun setelah mereka mendengar orangtua banyak yang komplain sopir itu sering tak sabar dengan anak-anak dan sering  datang terlambat maka Srour memutuskan ia yang jadi sopirnya.

 

“Kami selalu memanggilnya namun sopir laki-laki itu selalu saja punya alasan. Ia bilang lagi di jalan, tapi  faktanya bus tak datang. Makanya, saya saja yang menggantikannya,” ujar Srour.

 

Dulu orangtua juga mengeluh karena a anak-anaknya tak segera pulang. Akhirnya Srour juga yang mengantarkan mereka pulang karena sopir laki-laki itu kurang bertanggung jawab. Sejak remaja Srour memang suka menyetir mobil terutama saat ia masih di bangku SMA. Ia tertawa saat mengingat bagaimana ia diam-diam menyetir mobil neneknya jalan-jalan keliling Gaza saat berusia 16 tahun.

 

Begitu lulus SMA ia langsung membuat surat izin mengemudi mobil di mana jarang ada wanita yang melakukannya.  “Ini sangat aneh bagi orang-orang melihat wanita jadi sopir. Namun setelah mereka mendengar ceritaku mereka mulai mendukungku,” kata Srour. (yp/knrp)

 

Sumber: Republika