IMG_6371

 

Jakarta – Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) kembali menyalurkan bantuan senilai Rp 1,5 Miliar untuk keluarga-keluarga miskin di Palestina melalui Lembaga Kemanusiaan untuk Palestina asal Lebanon, Takaful dan Ghirass. Dua lembaga ini mengunjungi kantor KNRP, Jumat (17/3/2017), di Ragunan Jakarta. Turut hadir diantaranya Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi, Direktur Program Penyaluran Suhartono, Direktur Fundrising Ari Achmad Rifai, Ketua Umum Adara Relief Nurjanah Huwalni dan pegiat Palestina lainnya.

 

Dalam kunjungannya, Takaful dan Ghirass mengenalkan dirinya adalah Lembaga Kemanusiaan yang membawa program dengan fokus membantu janda keluarga korban agresi zionis, anak-anak yatim dan anak keluarga miskin. Untuk Takaful sendiri sudah berdiri dan berjalan dari tahun 2004. Berkantor di Lebanon, Takaful memiliki visi menjadi ibu yang mengasuh anak-anak Palestina.

 

“Banyak para janda dan anak-anak yatim yang kami bantu, baik yang ada di Gaza dan di Tepi Barat. Termasuk juga para anak keluarga miskin. Ada ratusan anak yang kita tanggung,” ujar Ahmad Al Khodor, Public Relation Takaful yang diterjemahkan oleh Heri Efendi.

 

Ahmad hadir bersama Mehieddine M Seyfeddine, Resource Development dari Ghirass. Terkait permasalahan keluarga dan anak-anak Takaful dan Ghirass memberdayakan kesehatan, pendidikan formal, serta keterampilan empowerment dan lainnya yang membina anak yatim dan anak keluarga miskin. Takaful dan Ghirass mengajak KNRP dan Adara Relief untuk turut ikut dalam program pemberdayaan keluarga korban agresi khususnya anak yatim.

 

“Saat ini kami menawarkan program tentang anak Yatim. Ada 2500 anak yatim yang butuh untuk bantuan. Kita melihat wilayah Asia Tenggara ini bisa jadi mitra baru untuk men-support anak yatim, anak catat dan lain-lain,” tambah Ahmad Al Khodor.

 

Sementara itu Heri Efendi mengucapkan terima kasih atas kedatangan tamu-tamu dari Lebanon. Apalagi mereka juga mengajak kerjasama kemanusiaan dengan KNRP dan Adara Relief, terutama kerja sama program yang berkaitan dengan keluarga, perempuan dan anak-anak korban agresi militer penjajah israel.

 

“Kalau memang kita sebutkan hanya masalah keluarga, tentu di Indonesia juga ada masalah begitu pun anak yatim. Namun kita terikat akan program kemanusiaannya, yakni mereka (rakyat Palestina) adalah korban agresi militer Israel yang wajib kita bantu,” tandas Heri. (yp/knrp)