DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

 

BEIRUT –  Seorang pengungsi perempuan Palestina kembali wafat kemarin Kamis (14/1) setelah ditolak oleh rumah sakit Libanon karena tidak ada jaminan dari Badan Bantuan dan Pemberdayaan Pengungsi Palestina (UNRWA) dengan alasan pengurangan layanannya. Sejumlah organisasi dan kelompok nasionalis dan Islamis Palestina menyerukan agar memprotes kebijakan UNRWA.

Situs Nashrah Libanon melansir, seorang pengungsi perempuan Palestina Sa’dah Muhammad Ramidh dari kamp pengungsi Burj Utara (Libanon Selatan) meninggal dunia di RS Balsam setelah sejumlah rumah sakit menolaknya karena tidak ada pembiayaan dari UNRWA sebagai penerapan keputusannya terakhir.

Dua hari sebelumnya, seorang pengungsi perempuan Palestina juga meninggal dunia setelah UNRWA juga menolak membayar biaya perawatannya di RS. Setelah itu, seorang pemuda Palestina membakar dirinya di kamp pengungsi Burj setelah UNRWA menolak membiaya pengobatan penyakit Talasemia yang dideritanya.

Sebelumnya, UNRWA mengumumkan dalam keterangan resminya dari komisioner Pierre Krenpol bahwa dalam beberapa hari ke depan akan ada pengurangan layanan dan bantuan untuk pengungsi Palestina.

Sementara itu, dalam keterangan persnya setelah pertemuan kemarin Kamis di kedutaan Palestina di Beirut membahas dampak keputusan pengurangan bantuan terhadap kesehatan faksi-faksi dan seluruh kekuatan Palestina di Libanon menyerukan warga Palestina di kamp-kamp pengungsi Palestina untuk ikut dalam aksi bersama di depan semua kantor perwakilan UNRWA besok Jumat (hari ini).

Mereka menegaskan, hak warga Palestina mendapatkan bantuan kesehatan dan kemanusiaan dari UNRWA terutama di bidang pendidikan dan pengobatan.

Selama beberapa tahun belakangan, UNRWA menghentikan bantuan dana untuk paket kebutuhan pokok, menghilangkan layanan perawatan kesehatan dan memutus bantuan bagi ribuan pengungsi. (mk/knrp)

Sumber: infopalestina.com

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI