DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

poor families in Palestine

YERUSALEM — Sebagai bagian dari kebijakan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina, Israel telah menolak untuk memberikan jasad dari 38 warga Palestina yang tewas di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Sejak awal apa yang orang sebut sebagai Intifada Baru Palestina (pemberontakan), Israel telah menahan jasad dari 48 warga Palestina terbunuh, 38 di antaranya tetap berada di kamar mayatAbu Kabir Forensik Institute di Israel.

MAISA al-Khateeb adalah ibu dari remaja Palestina, 17 tahun, yang dibunuh Mustafa Al-Khateeb dan dieksekusi dengan darah dingin oleh tentara Israel di dekat El-isbat (Lions) Gerbang di Yerusalem Timur bulan lalu.

Dia mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia belum bisa melihat anaknya karena ia dibunuh.

“Saya ingin tubuh anak saya dikembalikan sehingga saya bisa menguburnya secara terhormat,” katanya, dengan air mata mengalir di wajahnya. “Saya ingin memeluk dan mencium bayi saya, yang dicuri dari saya oleh monster berwujud manusia itu.”

Komite Nasional Palestina yang bertugas untuk mengambil jasad syuhada  mengatakan bahwa pemerintah Israel menolak untuk menyerahkan jasad dengan dalih bahwa keluarga mereka akan mengadakan pemakaman bagi mereka, yang akan berfungsi sebagai katalis untuk “kekerasan Palestina.”

“Israel menggunakan isu kemanusiaan untuk keuntungan politik dan yang mencerminkan rasisme dari pendudukan Israel di tengah keheningan masyarakat internasional,” kata Salem Khalleh, koordinator kelompok. “Dunia harus menekan Israel untuk mematuhi hukum hak asasi manusia internasional dan konvensi Jenewa, yang mewajibkan negara untuk menghormati kontrak korban perang dan untuk memastikan mereka dikebumikan secara terhormat oleh anggota keluarga.”
Menurut angka resmi Palestina, Israel masih menahan tubuh 325 warga Palestina dan Arab tewas dalam beberapa perang, di samping 38 mayat warga Palestina tewas dalam beberapa pekan terakhir.

Orang mati dikubur di dua fasilitas Israel, masing-masing dikenal sebagai Cemetery of Numbers. Pertama, terletak di wilayah Galilea di Israel utara, 243 mayat dikebumikan. Fasilitas kedua di lembah Jordan 92 mayat.

Pemerintah Israel menganggap pemakaman ditutup di daerah militer agar mencegah keluarga Palestina dan Arab tidak dapat masuk. (mk/knrp)

Sumber: Middle East Monitor

 

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI