dai2

JAKARTA (29/11) – Persamaan kecintaan seorang muslim itu bagaikan satu jasad, apabila satu terluka, yang lain pun merasakan sakitnya.

Demikian pesan Fahrul Islam, dai cilik yang sukses menggelorakan semangat para pengunjung kegiatan Palestine Solidarity Day 2015 di Istora Senayan Jakarta, Ahad (29/11/2015).

Arul, demikian ia akrab disapa, merupakan pelajar SMP Negeri 1 Cinangka, Banten yang telah merintis jalan menjadi dai sejak taman kanak-kanak.


“Saya belajar dari Ayah dengan diberi teks kemudian mencoba menyampaikannya secara lugas, jelas, dan tegas, ” ujar putra dari dai asal Serang, Banten, Dedi Suandi itu.

Menurut Arul, menjadi dai bukanlah menekuni suatu pekerjaan, melainkan kewajiban. Ia berprinsip mengingatkan umat Islam untuk melakukan kebaikan wajib dilakukan. Oleh karena itu, ia berpesan, terutama kepada generasi muda seusianya, untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat.

“Jangan suka hura-hura, lebih baik harta yang dimiliki didonasikan untuk Saudara-Saudara di Palestina,” pesan dai kelahiran Serang, 20 Maret 2001 tersebut. (mt/knrp)