Dai cilik

JAKARTA (29/11) – Umat Islam adalah umat yang satu, saling bersaudara, dan harus saling membantu, terutama saudara yang dibantai dan dijajah Yahudi di Palestina. Perbuatan biadab Israel terhadap bangsa Palestina embuat kita prihatin dan berduka cita mendalam.

Dai cilik Fahrul Islam menyampaikan hal ini dalam acara Palestine Solidarity Day (PSD) di Istora Senayan Jakarta, Ahad (29/11/2015). Dai berusia 14 tahun yang akrab disapa Arul ini mampu mencuri perhatian pengunjung yang hadir dan berada di sekitar ruang bazaar PSD.

“Baitul Maqdis ada di hati umat Islam karena kiblat pertama kita. Namun, Israel yang berdiri tahun 1948 hingga pertempuran sampai tahun 1967 telah menjadi terorisme negara dengan menjajah dan menyakiti bangsa Palestina di tanah airnya sendiri,” ujar Arul.

Israel, kata Arul, tidak hanya menyakiti bangsa Palestina, tetapi juga muslim di seluruh dunia. Jatuhnya Baitul Maqdis ke tangan Yahudi Israel tahun 1967 merupakan perbuatan keji, apalagi membangun ritual dan bangunan-bangunan baru.

“Mereka membuat dinding ratapan, membakar Majid Al-Aqsha, menggali terowongan dan membuat ruangan khusus tepat di bawah Masjid, membuat kota agama dengan bangunan-bangunan baru dari bebatuan, seolah tampak sebagai bangunan tua. Mereka mengelabui para wisatawan dan generasi muda Yahudi,” jelasnya.

Arul menambahkan perbuatan keji Israel juga ditandai dengan pendirian kafe tempat maksiat di depan mihrab Masjid Al-Aqsha. Mereka juga membangun dan memperluas pemukiman warga Yahudi dengan menggusur paksa orang-orang Palestina. Ia pun mengajak seluruh umat Islam membantu bangsa Palestina.

“Baitul Maqdis semakin terkepung. Kita tidakboleh diam. Kita harus membantu mereka. Bantuan tidak hanya berupa uang, harta, atau tenaga. Tetapi juga doa. Kita wajib senantiasa mendoakan Saudara-Saudara di Palestina,” pungkas Arul yang kemudian menutup tausiyahnya dengan doa bersama para pengunjung.

Palestine Solidarity Day 2015 merupakan rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina. Kegiatan kali ini diselenggarakan oleh Asia Pasific Community for Palestine bersama berbagai NGO lainnya. (mt/knrp)