DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

remaja diamputasi kakinya eissa-al-muti
YERUSALEM — Seorang pengacara bagi Komisi Pembebasan Narapidana dan Tahanan Palestina, Hiba Masalha, telah mengungkapkan laporan mengerikan anak di bawah umur yang disiksa di dalam penjara-penjara Israel, koran Palestina Al-Resalah melaporkan kemarin.
Salah satu anak di bawah umur, Baraa Mashhour 15 tahun dari kota Yerusalem Timur dari Abu-Dis, ditangkap pada 19 September. Mashhour mengatakan ia ditangkap di malam hari di rumahnya, di mana di sekitar rumahnya terjadi bentrokan antara pasukan Israel dan pemuda Palestina.
Mashhour mengklaim bahwa tujuh tentara Israel menyerangnya, memukulinya dengan tangan, kaki, sepatu-baja dan popor senapan. Dia mengatakan salah satu tentara memukul tangan kanannya berulang kali dengan gagang senapan ketika ia berada di jatuhkan ke tanah. Kemudian, dia diangkat dan diborgol dengan klip plastik yang diikat erat.
Mashhour diajak berjalan bersama tentara Israel ke sebuah kamp militer di dekatnya, di mana ia ditutup matanya dan dipukuli lagi. Tiga jam kemudian, ia dibawa ke pemukiman Ma’ale Adumim. Di sana, ia diinterogasi sebelum dibawa ke pemukiman lain untuk pemeriksaan medis.
Hari berikutnya, Mashhour dibawa ke rumah sakit dan diperiksa tangan kanannya dengan sinar X yang menunjukkan beberapa patah tulang akibat pemukulan. Karena hal itu, dia harus segera diberikan tindakan medis untuk kebutuhan operasi bedah, awalnya dia hanya diberikan perban saja namun akhirnya dioperasi pada delapan hari kemudian.
Sementara ia berada di rumah sakit, Mashhour dirantai de tempat tidur dan diinterogasi selama tiga jam berturut-turut.
Pemuda lain yang berusia 15 tahun Mohamed Salahuddin, dari desa Hezma di Yerusalem Utara, ditangkap oleh tiga polisi Israel pada tanggal 4 Oktober di desa Al-Ram.
Tiga polisi, kata Salahuddin, menyerangnya dan memukulnya keras dengan tangan, kaki, dan popor senapan. Dia bilang dia merasa pingsan dan batuk sampai ia muntah. Kemudian, ia menolak naik jip militer yang dibawa oleh tentara Israel, namun ia diborgol dan dihina beberapa kali.
Salahuddin dibawa ke pusat interogasi dan ayahnya dibawa untuk menyaksikan interogasi yang berlangsung selama satu jam. Setelah interogasi, dia ditinggalkan sendirian selama enam jam ditutup matanya dan dengan tangan dan kaki diikat, sebelum dibawa ke sel di mana ia tinggal selama sembilan hari. Salahuddin kemudian dibawa ke penjara Hasharon, di mana ia ditelanjangi sebelum memasuki departemen yang berurusan dengan anak di bawah umur. (mk/knrp)
Sumber: Middle East Monitor

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI