Relawan KNRP menggunakan Walkingboard event Palestine Solidarity Day sekaligus menyosialisasikan dengan selebaran yang diambil oleh warga yang melintas di arena Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Ahad (22/11).
Relawan KNRP menggunakan Walkingboard event Palestine Solidarity Day sekaligus menyosialisasikan dengan selebaran yang diambil oleh warga yang melintas di arena Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Ahad (22/11).

Jakarta – Istora Senayan siap menjadi saksi pagelaran akbar peringatan Palestine Solidarity Day (PSD) 2015 yang jatuh pada tanggal 29 November 2015. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asia Pasific Community for Palestine (Aspac) ini turut didukung oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Rumah Zakat (RZ), Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, MP 4 Palestine, Spirit of Aqsa, Adara Relief International, Palestinaku dan Mathlaul Anwar.

 

Istora Senayan dipilih sebagai tempat PSD 2015 mengingat letaknya yang strategis di jantung ibukota juga dapat menampung masa hingga puluhan ribu. Ketua Panitia Pengarah PSD 2015 Syaiful Bahri menilai, Istora Senayan ini adalah pilihan Allah, karena awalnya panitia memilih Taman Mini Indonesia Indah. “Entah kenapa dipermudah menuju ke Istora Senayan. Namun bukan berarti yang sudah kita rencanakan gagal, tapi ada hikmah dari setiap usaha-usaha dari teman-teman panitia,” ujarnya pada senin sore (23/11) di Kantor Aspac 4 Palestine, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Peringatan Palestine Solidarity Day sendiri diselenggarakan sebagai wujud penolakan atas dikeluarkannya resolusi PBB 181, yang mana wilayah Palestina dibagi dua yakni Timur dan Barat. Selain itu juga akan ada aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian masyarakat Indonesia untuk warga Palestina.
Sementara itu Ketua Pelaksana PSD 2015, Salman Alfarisi memberikan semangat kepada para relawan cinta Palestina bahwa PSD ini adalah bentuk saham kemerdekaan bangsa Palestina secara penuh.

 

Dalam rapat ke lima Senin sore (23/11), Salman menuturkan di Amerika Serikat saja, dalam salah satu kajiannya, mereka menyebut pada tahun 2022 Peta Negara Israel diprediksi akan semakin tidak terlihat, ujar Salman disela-sela rapat.

 
Peringatan Palestine Solidarity Day rencana akan dibuka dengan penampilan perkusi dari SMPIT Al-Auliya. Kemudian secara bergantian para musisi ternama turut memeriahkan diantaranya Melly Goeslaw, Sandi Canester, dan Opick. Tidak ketinggalan Ulama nasional Bahtiar Nasir, sastrawan Helvy Tiana Rosa, Habiburrahman Elshirazy dan Ruhul Jadid turut hadir memeriahkan panggung. Panitia menargetkan acara yang akan diselipkan aksi penggalangan dana untuk warga Palestina, bisa menyedot sekitar 20ribu warga Jabodetabek untuk hadir. (zk/yg/knrp)