Ilustrasi warga Palestina di Gaza di depan puing-puing bangunan rumahnya yang hancur oleh zionis israel.
Ilustrasi warga Palestina di Gaza di depan puing-puing bangunan rumahnya yang hancur oleh zionis israel.

YERUSALEM — Kekerasan telah meningkat di Yerusalem dan Tepi Barat pada Ahad (4/10). Hal itu terjadi setelah warga Israel menjadi sasaran dalam dua serangan pisau sementara warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel.
Meningkatnya kekerasan antara keduanya membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan. Netanyahu bertemu kepala keamanan pada Ahad (4/10).
Mereka bertemu untuk membahas tindakan lebih guna mengatasi meningkatnya kekerasan di Yerusalem Timur, meliputi Kota Tua dan Tepi Barat yang direbut Israel dalam perang 1967.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan langkah-langkah baru akan mencakup percepatan penghancuran rumah Palestina. Ia juga melarang penyerang menghasut adanya kekerasan dari Kota Tua.
Pertumpahan darah termasuk penembakan yang menewaskan dua warga Israel di Tepi Barat Kamis lalu dan pembakaran yang menewaskan seorang balita Palestina dan orang tuanya pada Juli telah memicu kekhawatiran eskalasi lebih luas. Pada Sabtu, warga Pelstina menikam seorang tentara Israel yang sedang bebas tugas hingga tewas.
Kekerasan juga meletus di selatan ketika Hamas di Jalur Gaza menembakkan roket ke Israel meski tidak menyebabkan cedera atau kerusakan. Israel biasanya membalas serangan tersebut dengan serangan udara di Gaza.
Ketegangan lebih meradang dengan seringnya bentrokan antara pelempar batu Palestina dan pasukan keamanan Israel di kompleks masjid al-Aqsa. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online