kambing Gaza5
GAZA  — Pada kesempatan Idul Adha sudah menjadi tradisi bagi umat Islam untuk menyembelih hewan, biasanya domba, dan berbagi daging kurban dengan orang kurang mampu dan membutuhkan. Tahun ini, bagaimanapun, penduduk Gaza tidak mampu membeli hewan kurban untuk Idul Adha nanti karena kekurangan parah yang melanda Jalur Gaza.
Kekurangan saat ini adalah hasil dari pembatasan yang diberlakukan oleh Australia pada ekspor hewan langsung ke Gaza.
Fotografer MEMO di Gaza, Mohamed Asad, mengatakan bahwa Australia telah memberlakukan pembatasan “sebagai protes cara hewan diperlakukan” di Gaza. “Hal ini adalah alasan kenapa kurangnya pasokan hewan di pasar Gaza,” tambahnya.
kambing Gaza1
Untuk menghindari pembatasan, pedagang hewan Israel telah mengimpor hewan untuk menyalurkan ke Jalur Gaza, tetapi pihak berwenang di Gaza menolak untuk mengizinkan masuknya ternak yang telah terinfeksi penyakit kaki dan mulut. Akibatnya, harga ternak telah melonjak makna warga Gaza biasa yang tidak mampu membayar mewah tahunan kecil ini, kata Asad.
Krisis ekonomi dan sosial telah menimpa Jalur Gaza sejak diblokade Israel pada 2006, yang dikombinasikan dengan penutupan penyeberangan, keterlambatan gaji telah menyebabkan orang-orang yang tidak mampu membayar hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini.
Harga satu kilogram domba atau daging sapi di Gaza saat ini lebih dari 10 USD, 25 persen lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. (mk/knrp)
Sumber: Middle East Monitor