sekolah unrwa1
GAZA — Tahun ajaran baru di Jalur Gaza telah dimulai Senin kemarin di sekolah-sekolah yang dikelola oleh Badan PBB Bagian Bantuan dan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) setelah satu minggu tertunda karena boikot oleh orang tua siswa.
Pekan lalu, tahun ajaran baru resmi dimulai di Jalur Gaza yang diblokade. Para orang tua siswa yang terdaftar di sekolah-sekolah yang dikelola oleh UNRWA, bagaimanapun, telah menolak untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah karena jumlah murid yang melebihi kuota.
“Sekitar 251.000 siswa kembali ke 257 sekolah di Jalur Gaza,” Jelas anggota Perkumpulan Orang Tua Murid Sekolah UNRWA. “Kegiatan belajar akan bersifat sementara selama sepuluh hari sampai kapasitas kelas berkurang untuk kuota sebelumnya (38 siswa per kelas),” imbuhnya.
Sementara itu, Organisasi karyawan Arab UNRWA mengatakan bahwa Komisaris Jenderal UNRWA  Pierre Krahenbuhl berencana mengunjungi Gaza pada 9 September untuk membahas keputusan badan baru-baru ini.

Sekitar 251.000 siswa kembali ke 257 sekolah di Jalur Gaza
Sekitar 251.000 siswa kembali ke 257 sekolah di Jalur Gaza

Penanggung jawab untuk sekolah di Jalur Gaza yang diblokade dibagi antara Departemen Pendidikan Palestina dan UNRWA. Salah satu aspek dari mandat PBB adalah untuk memberikan pendidikan anak-anak pengungsi Palestina yang mengungsi akibat pendudukan Israel .
Menurut Departemen Pendidikan, sekitar 1,2 juta siswa Palestina kembali ke sekolah minggu lalu, termasuk 700.000 di Tepi Barat yang diduduki dan 500.000 di Jalur Gaza yang diblokade. (mk/knrp)
Sumber: Middle East Monitor