tahanan mogok makan
YERUSALEM — Pemerintah Israel sedang berusaha membunuh tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan dengan menolak merawat mereka, sebuah komite Palestina mengatakan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Ahad (27/9), panitia Otoritas Palestina untuk tahanan mengatakan rezim Israel “berusaha membunuh” narapidana yang mogok makan selama hampir enam minggu.

“Pemerintah Israel melakukan hal  tersebut dengan tujuan untuk memaksa mereka mengakhiri aksi mogok makan dengan mencabut perawatan medis dan mengirim mereka ke bangsal penjara di mana para tahanan kriminal ditahan,” jelasnya.
Pernyataan itu muncul setelah pemerintah Israel menolak permintaan panitia untuk menangani setidaknya tujuh pemogok makan agar dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan.
Para tahanan itu hanya mengkonsumsi air, dan menolak suplemen lainnya, tercatat bahwa para tahanan telah kehilangan “semua kekuasaan dan kekuatan.”
Mereka memprotes sistem penahanan administratif yang mereka alami di  dalam penjara Nafha, Israel selatan.
Penahanan administratif adalah semacam penjara tanpa pengadilan yang memungkinkan Israel untuk memenjarakan warga Palestina selama enam bulan. Perintah penahanan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
Kantor HAM PBB  dan beberapa kelompok hak asasi lainnya telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas penahanan administratif Israel, menyerukan Tel Aviv untuk mengakhiri praktek melanggar hukum menahan warga Palestina tanpa tuduhan atau pengadilan. (mk/knrp)
Sumber: Press TV