DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

nakba
Kita telah mengetahui bahwa bangsa Yahudi termasuk ke dalam golongan bangsa yang kecil dan terbuang di muka bumi. Mereka tidak bekerjasama kecuali di atas dasar akidah yang menyimpang, yang mendapat intervensi dari akal setan yang bersumber dari ide-ide Talmud dan Protokol Zionis.
Palestina adalah sebuah negeri yang ditempati orang-orang Yebussiun Arab. Mereka adalah penduduk asli Palestina. Kemudian Nabi Daud as datang mengajak manusia untuk menyembah Allah semata. Nabi Daud as adalah seorang raja yang menjalankan syari’at Allah SWT. Ia tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Nya. Ia adalah orang pertama kali yang menegakkan khilafah. Dan ia berserah diri hanya kepada Allah SWT.
 
يَادَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعْ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّه (ص26)
Artinya: ”Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, Maka berilah Keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”. (QS. Shaad : 26)
Daud as adalah seorang Nabi dan Rasul dan sekaligus sebagai raja, beliau memerintah dengan adil. Ketika beliau wafat kemudian digantikan putranya Nabi Sulaiman as. Nabi Sulaiman tidak mewarisi ayahnya sampai seluruh kawasan di sekelilingnya berada di dalam wilayah kekuasaannya yang besar. Menurut riwayat Nabi Sulaiman as pernah mendatangkan seorang arsitek Phoenisia yang bernama Heeram. Konon bangsa Yahudi beranggapan bahwa Heeram adalah seorang arsitek jenius yang dapat mengetahui rahasia arsitektur bangunan. Lalu mereka memintanya untuk mengajarkan mereka ilmu arsitektur. Akan tetapi ia menolak permintaan tersebut. Sehingga bangsa Yahudi membunuhnya.
 
Nabi Sulaiman pun marah kepada mereka sampai ia wafat. Berdasarkan fakta, sepeninggal Nabi Sulaiman as, orang-rang yahudi tergoda oleh kekuasaan dan mencintai dunia. Kemudian Allah mencerai beraikan mereka lalu sebagian mereka ada yang lari ke Yaman dan menetap di sana, dan sebagian lainnya ada yang lari ke Mesir, sedang sisanya menetap di Palestina. Sesungguhnya mereka telah bercerai-berai disebabkan hawa nafsu mereka sendiri. Lalu mereka menyimpang, pikun, dan berdusta sampai akhirnya mereka kufur kepada Allah SWT, padahal sebelumnya mereka adalah orang-orang yang beriman. Akan tetapi akhirnya mereka menganut agama Yahudi yang kufur dan menyimpang dari ajaran nabi Daud dan Sulaiman.
 
Setelah penyimpangan itu mereka jadikan haikal Sulaiman menjadi tempat persemayaman berhala. Kemudian Raja Mesir Hexsos menghancurkannya, namun tidak berapa lama orang-orang yahudi kembali lagi menjadikan tempat berhala. Kemudian raja Bernard menghancurkannya. Begitu seterusnya ia dibangun dan dihancurkan kembali sampai ia betul-betul dihancurkan oleh panglima Romawi Tithus, sehingga ia hanya tinggal menjadi sebidang tanah yang kosong. Oleh sebab itu bangsa Yahudi akan terus mencarinya dan mereka tidak akan pernah menemukannya, meskipun mereka menemukan sisa-sisa bangunan atau tembok yang tersisa, maka itu bukanlah haikal yang sebenarnya, karena ia bukanlah rumah Allah yang disucikan. Mereka adalah bangsa Yahudi yang terbiasa mengarungi gelombang dengan menggunakan khayalan mereka dan melegalkan keserakahan. Oleh karena itu mereka sangat berambisi terhadap Palestina, karena ia merupakan tempat dimana haikal Sulaiman berada, meskipun beliau berlepas diri dan tidak ada sangkut pautnya dengan orang-orang yahudi dan haikalnya.
 
Persoalan lainnya yang mendorong mereka untuk menguasai Palestina adalah keberadaan tabut (peti). Peti ini memiliki hubungan dengan Nabi Musa as, persis seperti haikal yang berhubungan dengan nabi Daud as. Kepada tabut inilah mereka menggantungkan kehidupan Daud as, karena ia hidup setelah Musa as. Tabut adalah sebuah peti yang terbuat dari kayu yang disepuh dengan emas. Di dalamnya tersimpan dua bongkah batu yang di atasnya diukir teks perjanjian Nabi Musa. Ia adalah sebuah kesaksian atas kebenaran yang bersumber dari Allah SWT. Karena itu ia disebut peti kesaksian. Konon mereka membawanya setiap kali berperang. Dan tabut ini memang benar ada. Allah menyebutkannya dalam firman Nya:
 
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمْ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنتُمْ مُؤْمِنِينَ (البقرة248)
 
Artinya : ”Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman”. (QS. Al-Baqarah : 248)
 
Tabut adalah simbol keselamatan bagi bangsa Yahudi, karena Allah SWT telah menyelamatkan Musa as di dalamnya. Musa as adalah anak angkat Fir’aun meski ia pergi karena takut kepadanya karena akan membunuhnya, hal itu disebabkan karena nabi Musa membunuh orang kibti tanpa sengaja. Kemudian Allah mengangkatnya menjadi Rasul-Nya. Di dalam tabut tersimpan dua bongkah batu dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Tabut tidak lain merupakan simbol ketenangan. Oleh sebab itu bangsa Yahudi merasa terhormat dengannya. Allah SWT berfirman Yaitu:
 
إِذْ أَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّكَ مَا يُوحَى (طه38) أَنْ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِي وَعَدُوٌّ لَهُ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي (طه39)
 
 “Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, Kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), Maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. dan Aku Telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku”.  (QS.Thaha : 39)
 
Sebagian mereka ada yang berupaya menyingkap fakta tersebut, Nakhom Goldman berkata, ”Tidaklah bangsa Yahudi memilih Palestina karena ia disebut di dalam Taurat, dan bukan pula karena air laut Mati – karena penguapannya – setiap tahunnya yang menghasilkan barang tambang yang bernilai tiga ribu milyar Dolar, dan bukan pula karena cadangan minyak nya. Akan tetapi dikarenakan Palestina secara geografis  adalah titik tolak bagi setiap kekuatan dunia, dan sentral strategis militer untuk menguasai dunia ”.
 
Inilah fakta yang membuat setiap orang Yahudi menjadi serakah dan menuhankan materi,  bukan seperti tipuan mereka terhadap setiap manusia dengan mengatakan bahwa Palestina adalah negeri Taurat dan negeri yang dijanjikan. Telah berkata Moshe Dayan , ”Jika kami memiliki Al-Kitab. Dan jika kami menganggap diri kami adalah bangsa Taurat, maka kami juga harus memiliki negeri Taurat yaitu Yerusalem, Hebron, Yeriko dan tempat-tempat lainnya”.
 
Dan memang benar. Mereka tidak hanya ingin memiliki Yerussalem, mereka juga berambisi untuk memiliki tempat-tempat lainnya karena keserakahan dan permusuhan yang ada di dalam diri mereka. Seorang pemimpin Yahudi pernah ditanya seorang petinggi Arab, ”Bagaimana upaya bangsa Yahudi untuk mewujudkan negeri ini?!” Ia berkata, ”Cukup dengan terjadinya pergantian hari selama dua ribu tahun, niscaya saya akan berada di Palestina pada tahun depan”. (Dikutip dari buku ’Selamat Tinggal Israel’, disusun oleh seorang penulis Yahudi, Efrayem Safela.
 
Pada dasarnya, seruan untuk kembali ke negeri yang dijanjikan hanya diterima oleh delapan belas persen penduduk Yahudi seluruh dunia. Hal ini bukan disebabkan karena kebencian mereka terhadap Palestina, dan bukan pula karena mereka menginginkan perpecahan dan mengharapkan kebinasaan, melainkan karena ketakutan mereka jika suatu saat nanti mereka akan dibunuh di Palestina. Sebab mereka telah  mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa mereka akan disembelih oleh pedang hamba-hamba Allah dan di sana mereka akan dikubur tanpa kehadiran anak cucu mereka. Allah berfirman :
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا (الإسراء5)
 
Artinya :” Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. QS. AlIsra’:5.
(Bersambung)
Penulis: DR. Muqoddam Cholil, MA

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI