DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

pengungsi yarmuk
NEW YORK — Badan PBB urusan pengungsi Palestina (UNRWA), Selasa (18/8/2015), menyatakan, telah terjadi wabah tifus yang melanda warga kamp pengungsi Palestina yang terkepung di pinggiran ibu kota Suriah, Damaskus.
Juru bicara UNRWA, Christopher Gunness, mengatakan, staf organisasi itu mendapatkan akses untuk memasuki Yalda, sebuah area di sisi timur kamp pengungsi Yarmouk, Damaskus.

Lewat kawasan inilah, UNRWA untuk pertama kalinya sejak 8 Juni lalu bisa membawa masuk sebuah mobil layanan kesehatan ke dalam kamp yang kini menampung pengungsi Palestina dan Suriah itu.
Dalam laporannya, UNRWA menyatakan, sebanyak enam orang dipastikan meninggal dunia akibat wabah penyakit itu. UNRWA menambahkan, pihaknya telah menerima “laporan kredibel” bahwa tifus juga merebak di wilayah lain, seperti Yarmouk, Yalda, dan dua lokasi lain, yaitu Babila dan Beit Sahem.
Meski berhasil masuk ke dalam kamp tersebut, UNRWA hanya bisa memberikan layanan kesehatan terbatas ditambah pasokan air bersih, sanitasi, dan obat-obatan untuk warga kamp pengungsi.
Pada Juni lalu, komisioner jenderal UNRWA Pierre Krahenbuhl mengatakan, sebelum perang Suriah pecah pada 2011, terdapat 160.000 pengungsi Palestina tinggal di kamp Yarmouk dan sebagian besar mereka memiliki pekerjaan.
Namun, saat Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memasuki kamp tersebut pada awal April lalu, hanya terdapat 18.000 pengungsi di sana dan beberapa ribu orang lainnya telah melarikan diri sejak ISIS menduduki tempat itu. (mk/knrp)
Sumber: Kompas

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI