ruang pasien yg hancur di Gaza
GAZA — Para pejabat kesehatan di Jalur Gaza mengatakan krisis listrik yang parah adalah pemicu sistem kesehatan (daerah yang diblokade) di ambang kehancuran. Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qidra memperingatkan pada Senin, bahwa beberapa rumah sakit di wilayah itu bisa berhenti beroperasi dalam beberapa jam.
“Rumah Sakit Shifa, Rumah Sakit Kamal Adwan, Rumah Sakit Gaza Eropa, dan Rumah Sakit Rantisi bisa berhenti menawarkan layanan karena mereka akan kehabisan bahan bakar.” jelas Al-Qidra.
Dia menambahkan bahwa situasi di Gaza berada pada titik terburuk sejak Kementerian Kesehatan didirikan sekitar dua dekade lalu.
Krisis kesehatan Gaza telah dipicu oleh delapan tahun pengepungan Israel, yang telah merampas hak warga paling dasar seperti makanan, obat-obatan dan bahan bakar. Wilayah yang diblokade telah berjuang untuk menghasilkan listrik yang cukup untuk sebulan.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan dengan serius akan persediaan farmasi dan obat-obatan di Gaza.
Wilayah Palestina yang terkepung masih menderita paska perang Israel 50 hari yang diluncurkan musim panas lalu dan yang tersisa 17 dari 32 rumah sakit dan 50 dari 97 Puskesmas yang rusak atau hancur. Beberapa 2.130 warga Palestina juga tewas dalam perang, sementara 11.000 lainnya luka-luka.
Rumah sakit Gaza juga telah menyaksikan sejumlah serangan oleh anggota staf yang memprotes kondisi kerja yang buruk dan upah rendah. (mk/knrp)
Sumber: Press TV