jewsnwomen
TEPI BARAT – Penduduk Palestina di Desa Duma, Tepi Barat, membentuk sukarelawan untuk menghadapi kelompok ekstremis Yahudi. Pembentukan sukarelawan dilakukan dua hari setelah serangan mematikan ekstremis yang menewaskan bayi Palestina berusia 18 bulan.
Seperti dikutip Maannews, sukarelawan ini akan berpatroli di desa dan pinggiran wilayah mereka selama 24 jam sehari.

“Selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu kita akan berpatroli untuk mencegah serangan ektremis pemukim ilegal Yahudi,” ujar warga Duma, Samir Dawabsheh, Ahad (2/8).
Pada Jumat pekan lalu, ekstremis membakar dua rumah warga Palestina di Duma, pinggiran Kota Nablus, Tepi Barat. Serangan itu menewaskan  balita bernama Ali Saad Dawabsheh.
Kalangan internasional mengecam insiden penyerangan itu. Pemerintah Palestina berjanji akan melakukan beragam upaya untuk menghentikan ekstremis, meskipin mereka tidak memilki otoritas di wilayah pendudukan.
Sementara itu, Israel berjanji akan menerapkan penahanan administratif untuk menghentikan para ekstremis. Dengan penahanan itu, ekstremis bisa ditahan tanpa melalui persidangan.
Samir Dawabsheh yang juga direktur jenderal Pemerintah Palestina di Nablis meminta warga di wilayah pendudukan untuk bersiap mempertahankan diri.
“Warga Palestina, di manapun mereka hidup, menjadi target pendudukan dan permukim ilegal. Mereka harus waspada atas serangan ini,” ujarnya. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online