palestinian-children-water-bottles
GAZA — Fasilitas Pengelolaan Air Pesisir Palestina (CMWU) mengatakan, sekitar 120 ribu warga di daerah blokade Gaza kekurang pasokan air minum.
Hal itu disebabkan oleh hancurnya infrastruktur pengelolaan air akibat serangan Israel musim panas tahun lalu.
“Sebanyak 23 persen populasi Jalur Gaza tidak terhubung dengan jaringan sanitasi,” ujar pihak pengelola dalam pernyataan, Selasa (25/8).
CMWU menggambarkan situasi saat ini sangat berbahaya. Berdasarkan keterangan CMWU, masalah air dan sanitasi ini membuat biaya tambahan hingga 34 juta dolar AS.
“Sekitar 96 persen air tanah sudah tidak layak untuk minum, ini memaksa mereka mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air. Biaya tambahan sekitar sepertiga dari penghasilan mereka,” tulis CMWU.
Blokade Jalur Gaza telah membuat kondisi warga Palestina semakin buruk, termasuk dalam persediaan air. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online, Middle East Monitor