DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat (kanan) didampingi Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi (tengah), saat memberikan bantuan paket bahan pokok jelang hari raya di Kamp Al Al Faraah, Biqa', Lebanon Timur, Jum'at (10/7).
Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat (kanan) didampingi Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi (tengah), saat memberikan bantuan paket bahan pokok jelang hari raya di Kamp Al Al Faraah, Biqa’, Lebanon Timur, Jum’at (10/7).

Jakarta (15/7) – Setelah empat hari melakukan misi kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) berhasil menyalurkan sumbangan kemanusiaan dari rakyat Indonesia sejumlah 352.500 Euro atau setara dengan Rp 5,2 miliar untuk rakyat Palestina yang tersebar di Kamp-kamp Pengungsi yang hampir seluruh Lebanon, bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan setempat Human Charity for Relief and Development (HCRD). Demikian disampaikan Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat selepas mendarat di Bandara Internasional Soekarna Hatta, Jakarta, dini hari Rabu (15/7).
 
Menurut Caca, hal ini juga sebagai bentuk kepeduliaan bangsa Indonesia untuk memberikan kegembiraan kepada rakyat Palestina di pengungsian saat menghadapi hari raya Idul Fitri 1436 Hijiriah yang beberapa hari lagi akan tiba. “Alhamdulillah kami sudah melakukan program-program penyaluran bantuan kemanusiaan diantaranya pemberian paket bahan pokok, buka puasa bersama yatim dan dhu’afa di pengungsian, pemberian paket bingkisan lebaran untuk yatim dan janda, juga pemberian bantuan untuk penerangan masjid-masjid di kamp pengungsian, di Lebanon Timur, Utara dan Selatan,” ungkap Caca.
 
Buka Puasa Bersama warga Palestina di Pengungsian Kamp. Al Faraah, Biqa', Lebanon Timur, Jum'at (10/7).
Buka Puasa Bersama warga Palestina di Pengungsian Kamp. Al Faraah, Biqa’, Lebanon Timur, Jum’at (10/7).

Di hari pertama penyaluran, Jum’at (10/7) tim kemanusiaan KNRP yang masih mengusung tema Humanitarian Aid For Palestine 2015 (HA4P 2015) ini, memulai kunjungan ke wilayah Ba’albak, Biqa’ Lebanon Timur, tepatnya di Kamp Jalil, tempat penampungan sementara para pengungsi Palestina yang mengungsi dari Suriah. Tempat yang tidak layak, terlihat dari berkumpulnya tiga sampai empat keluarga di satu ruangan, dengan penerangan dan air yang seadanya. Namun dengan kondisi seperti itu para pengungsi Palestina ini begitu tabah dan hangat dalam menerima kedatangan KNRP.
 
Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat (kiri) memberikan bantuan bingkisan lebaran untuk anak-anak yatim di Kamp Al Faraah, Biqa', Lebanon Timur, Jum'at (10/7).
Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat (kiri) memberikan bantuan bingkisan lebaran untuk anak-anak yatim di Kamp Al Faraah, Biqa’, Lebanon Timur, Jum’at (10/7).

“Dari tempat pengungsian sementara kamp Jalil, kami mencatat data kebutuhan pengungsi. Pada hari yang sama, KNRP telah merencanakan untuk menyalurkan bantuan, berupa paket bahan pokok, bingkisan lebaran untuk yatim dan janda serta buka puasa bersama yang dipusatkan di kamp pengungsian Al Faraah, di daerah Biqa’, Lebanon Timur. Sebelum buka puasa bersama, rombongan menyempatkan berkunjung ke Kamp Birulyas untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi yang sangat memprihatinkan,” jelas Caca.
 
Kemudian, di hari kedua, Sabtu (11/7), KNRP melanjutkan perjalanan ke kamp pengungsian di Lebanon Selatan, tepatnya di wilayah Shoida dan Shour. Di Shoida, KNRP menyerahkan satu unit mobil ambulan kepada Yayasan Asy Syifaa sebagai lembaga kesehatan terbesar di Lebanon. Sementara di Kamp Bash di wilayah Shour, KNRP melakukan serangkaian kegiatan bersama HCRD sampai dengan berbuka puasa bersama ribuan yatim dan dhua’fa.
 
Penyerahan 1 unit ambulan dari rakyat Indonesia melalui KNRP kepada Yayasan Asy Syifa di Shoida, Lebanon Selatan. Sabtu (11/7).
Penyerahan 1 unit ambulan dari rakyat Indonesia melalui KNRP kepada Yayasan Asy Syifa di Shoida, Lebanon Selatan. Sabtu (11/7).

“Satu unit mobil ambulan, telah diserahterimakan kepada Yayasan Asy Syifaa sebagai lembaga kesehatan terbesar di Lebanon untuk menangani pengungsi di Lebanon, serah terima kunci di lakukan di Shoida. Setelah itu, KNRP menuju kamp pengungsi Bash yang menjadi markas HCRD sebagai lembaga yang menaungi Yayasan Asy Syifaa dan lembaga kemanusiaan lainnya di Lebanon,” tambah Caca yang pernah dua kali memasuki Jalur Gaza tahun 2012 dan 2013 bersama artis reliji Opick Tombo Ati.
Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat menyerahkan bantuan bingkisan lebaran kepada yatim dan janda di saksikan Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi dan Ketua HCRD Abu Umar di Kamp Bash, Shour, Lebanon Selatan. Sabtu (11/7).
Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat menyerahkan bantuan bingkisan lebaran kepada yatim dan janda di saksikan Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi dan Ketua HCRD Abu Umar di Kamp Bash, Shour, Lebanon Selatan. Sabtu (11/7).

 
Memasuki hari ketiga, tepatnya Ahad (12/7), KNRP yang semestinya melakukan perjalanan ke Kamp Yarmouk Suriah mendapatkan kendala terkait proses perijinan, dan di malam harinya KNRP mendapatkan kabar, terjadi penembakan terhadap salah seorang aktivis kemanusiaan asal Palestina di Kamp Yarmouk Suriah, namun KNRP tetap menyalurkan bantuan tersebut melalui Thariqul Hayah (Hayat Yolu) perwakilan Lebanon, sejumlah 50ribu Euro setara dengan Rp 750juta.
 
Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat menyerahkan bantuan pemberdayaan penyandang disabilitas kepada anak-anak wanita di Markaz Hanin, di Kamp Badawi, Lebanon Utara, Ahad (12/7).
Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat menyerahkan bantuan pemberdayaan penyandang disabilitas kepada anak-anak wanita di Markaz Hanin, di Kamp Badawi, Lebanon Utara, Ahad (12/7).

Akhirnya, KNRP melanjtukan perjalanan dengan mengunjungi Markas Hanin di utara Lebanon di wilayah Kamp Badawi, Thoroblus, sebuah lembaga dibawah payung Yayasan Asy Syifa yang menangani pengungsi Palestina yang menyandang disabilitas yaitu tuna wicara dan tuna rungu. Namun kami melihat, ditengah keterbatasan para anak-anak wanita penyandang disabilitas ini dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan dapat dijual dengan keuntungan yang lumayan, untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
“Hampir semua hasil karya penyandang disabilitas ini dibeli KNRP untuk dilelang di Indonesia dalam penggalangan dana kemanusiaan. Setelah itu kami, berkesempatan berkunjung ke RS Asy Syifaa Pusat, masih dilokasi yang sama, yang merupakan salah satu RS di kamp pengungsi Palestina, yang tidak hanya melayani pasien warga Palestina saja, namun juga Suriah, Iraq bahkan warga Lebanon,” tandas Caca.
 
enin (13/7), KNRP menyempatkan menemui Ulama Palestina DR. Mohsen Muhammad Sholih (ketiga kiri) di Kantor Pusat Kajian Al Zaytouna di Beirut, yang salah satu bukunya di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi berjudul “Prahara Palestina”.
enin (13/7), KNRP menyempatkan menemui Ulama Palestina DR. Mohsen Muhammad Sholih (ketiga kiri) di Kantor Pusat Kajian Al Zaytouna di Beirut, yang salah satu bukunya di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi berjudul “Prahara Palestina”.

Di hari terakhir, Senin (13/7), KNRP menyempatkan menemui Ulama Palestina DR. Mohsen Muhammad Sholih di Kantor Pusat Kajian Al Zaytouna di Beirut, yang salah satu bukunya di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi berjudul “Prahara Palestina”.
 
KNRP memberikan bantuan untuk Rumah Tahfidz Qur’an “The First Qibla Association For Holy Qur’an” pimpinan Syaikh Muhammad Ali (kedua kanan), yang menaungi ribuan penghafal qur’an yang bersanad langsung kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, di Shoida, Senin (13/7).
KNRP memberikan bantuan untuk Rumah Tahfidz Qur’an “The First Qibla Association For Holy Qur’an” pimpinan Syaikh Muhammad Ali (kedua kanan), yang menaungi ribuan penghafal qur’an yang bersanad langsung kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, di Shoida, Senin (13/7).

Merupakan rangkaian akhir dari misi kemanusiaan ini, KNRP setelah menyerahkan bantuan untuk pusat kesehatan di Kamp Burj Syimali, Shour kepada HCRD, juga menyalurkan bantuan untuk Rumah Tahfidz Qur’an “The First Qibla Association For Holy Qur’an” pimpinan Syaikh Muhammad Ali, yang menaungi ribuan penghafal qur’an yang bersanad langsung kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.
 
“KNRP mengucapkan terimakasih kepada para dermawan baik di dalam maupun luar Indonesia, hal ini tentunya senada dengan ungkapan dan ucapan terima kasih serta penghargaan masyarakat Palestina, mereka mendoakan agar Indonesia menjadi bangsa yang pertama yang melaksanakan sholat di masjid Al Aqsha, saat Masjid pertama kiblat umat Islam tersebut terbebaskan dari cengkeraman zionis Yahudi,” tutup Caca. [zk/knrp]

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI