Ilustrasi warga Palestina di Gaza di depan puing-puing bangunan rumahnya yang hancur oleh zionis israel.
Ilustrasi warga Palestina di Gaza di depan puing-puing bangunan rumahnya yang hancur oleh zionis israel.

JAKARTA–Robert Piper, Koordinator Kemanusiaan PBB bagi Wilayah Pendudukan Palestina, pada Selasa (7/7) menyampaikan keprihatinan mengenai situasi kemanusiaan dan lambannya langkah pembangunan kembali di Jalur Gaza setahun setelah agresi militer Yahudi.
“Lembaga bantuan telah mendukung hampir 90.000 keluarga di Jalur Gaza, dengan menyediakan tempat berteduh sementara. Bantuan makanan telah disediakan buat lebih dari 1,4 juta orang Palestina dan sebanyak 85.000 anak telah menerima dukungan psikologis,” kata Juru Bicara Stephane Dujarric dalam satu taklimat harian di Markas Besar PBB, New York.

“Tapi kendati ada upaya ini, hari ini sebanyak 100.000 orang masih menjadi pengungsi di dalam negeri mereka; 120.000 orang masih menunggu terhubung kembali dengan pasokan air kota tersebut,” kata Dujarric, sebagaimana dikutip Xinhua, Rabu pagi.
Permohonan kemanusiaan buat Jalur Gaza masih 70 persen belum terpenuhi.
Permusuhan yang berlangsung selama 51 hari pada Juli dan Agustus tahun lalu mengakibatkan kerugian langsung dan tak langsung sebanyak 1,4 miliar dolar dan kerugian ekonomi 1,7 miliar dolar bagi Jalur Gaza.
Lebih dari 1.400 warga sipil tewas dan ribuan orang lagi cedera.
Pada 4 Mei, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menunjuk Piper, seorang warga negara Australia, sebagai wakil baru koordinator khususnya untuk Proses Perdamaian Timur Tengah.
Dengan pengangkatan baru tersebut, Piper juga menjadi Koordinator Residen PBB dan Koordinator Kamnusiaan untuk Wilayah Pendudukan Palestina dalam peran barunya. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online