DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

Suasana di Kamp Ainul Hulwa, Shoida (Sidon), Lebanon Selatan, saat KNRP menyalurkan bantuan untuk pengadaan fasilitas air bersih dan pengadaan fasilitas pendidikan di Taman Kanak-Kanak Sanabil, yang menampung sekitar 160 anak-anak pengungsi Palestina, Oktober 2014 lalu.
Suasana di Kamp Ainul Hulwa, Shoida (Sidon), Lebanon Selatan, saat KNRP menyalurkan bantuan untuk pengadaan fasilitas air bersih dan pengadaan fasilitas pendidikan di Taman Kanak-Kanak Sanabil, yang menampung sekitar 160 anak-anak pengungsi Palestina, Oktober 2014 lalu.

BEIRUT — Dua orang tewas, Selasa (28/7), dalam sebuah bentrokan antarkelompok bersenjata di sebuah kamp pengungsi Palestina di dekat kota pelabuhan Shoida, Lebanon.
Seorang pejabat Lebanon yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan, kedua korban yang tewas dalam bentrokan di kamp Ainul Hulwah itu adalah Talal Maqdah, anggota Fatah, dan Diam Mohammad, seorang penjual jus.
Pejabat itu menambahkan, enam orang lainnya juga terluka, termasuk seorang pria yang masih dalam kondisi kritis. “Sekelompok orang bersenjata tiba-tiba menembaki dua anggota kelompok Jund al-Sham. Aksi itu disusul baku tembak antara Jund al-Sham dan kelompok Fatah,” ujar pejabat itu.
Dia menambahkan, keenam orang yang terluka itu memang secara khusus menjadi target penembakan. “Situasinya sangat tegang dan terlihat puluhan orang bersenjata berkeliaran di jalanan,” kata dia, seperti yang dilansir AFP dan dikutip Kompas Online.
Puluhan keluarga Palestina, termasuk mereka yang mencari kedamaian setelah lolos dari kekerasan di Suriah, meninggalkan kamp itu pada saat terjadi bentrokan. Pada pukul 23.00 waktu setempat, bentrok bersenjata mulai mereda, tetapi tembakan sporadis masih terdengar.
Kekerasan ini pecah tiga hari setelah seorang pejabat Fatah, Talal al-Ourdoni, tewas ditembak penyerang tak dikenal saat berada di kamp Ainul Hulwah. Sebagian besar warga Palestina hidup dalam kondisi memprihatinkan di kamp pengungsi ke-12 di Lebanon itu.
Angkatan Darat Lebanon tidak memasuki kamp tersebut setelah sebuah perjanjian disepakati setelah perang saudara 1975-1990 berakhir. Kini, faksi-faksi Palestina yang bertanggung jawab atas keamanan kamp tersebut.
Sudah beberapa kali kekerasan terjadi di kamp Ainul Hulwah. Kemiskinan yang menjerat penghuni kamp menjadikan daerah itu sebagai tempat yang ideal untuk memupuk tindak kekerasan. [zk/knrp]
KNRP menyalurkan bantuan untuk pengadaan fasilitas air bersih dan pengadaan fasilitas pendidikan di Taman Kanak-Kanak Sanabil, yang menampung sekitar 160 anak-anak pengungsi Palestina, Oktober 2014 lalu, di Kamp Ainul Hulwah, Shoida (Sidon), Lebanon Selatan.
KNRP menyalurkan bantuan untuk pengadaan fasilitas air bersih dan pengadaan fasilitas pendidikan di Taman Kanak-Kanak Sanabil, yang menampung sekitar 160 anak-anak pengungsi Palestina, Oktober 2014 lalu, di Kamp Ainul Hulwah, Shoida (Sidon), Lebanon Selatan.

 
Sumber : www.kompas.com

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI