Ketua Umum KNRP Soeripto, saat menyampaikan sambutan dalam acara Penerimaan Tamu untuk program Safari Ramadhan 1436 H. Selasa (16/6) di Kantor KNRP Pusat, Jakarta Selatan.
Ketua Umum KNRP Soeripto, saat menyampaikan sambutan dalam acara Penerimaan Tamu untuk program Safari Ramadhan 1436 H. Selasa (16/6) di Kantor KNRP Pusat, Jakarta Selatan.

Jakarta (16/6) – Ketua Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Soeripto, berterima kasih kepada para tamu Palestina yang tergabung dalam Majelis Ulama Palestina. Kedatangan para ulama ini sudah ditunggu-tunggu rakyat Indonesia dalam program Safari Ramadhan 1436 Hijriah yang diadakan KNRP, karena rakyat Indonesia ingin mengetahui langsung informasi terkini kondisi Palestina dari para ulama yang datang. Hal ini dikatakannya saat acara penerimaan tamu di Kantor KNRP Pusat, Jalan Jabir, Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan, Selasa (16/6).
 
Lebih jauh Soeripto mengatakan, ada empat tempat atau wilayah yg menurutnya memiliki tantangan dan masalah yang beragam. Pertama, bangsa Palestina yang saat ini berada di Jalur Gaza, mereka telah mengalami pembantaian massal oleh Zionis Israel yang saat ini sedang diusahakan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi di Jalur Gaza, ini merupakan bersifat fisik dan infrastruktur, namun selain itu kita juga harus memperhatikan penderitaan yang dialami warga Jalur Gaza, khususnya anak-anak dan para Ibu yang mengalami trauma akibat agresi zionis Israel, khususnya di bidang kemanusiaan. “Itu lah tantangan yang menjadi tugas besar peranan KNRP di Jalur Gaza,” tuturnya.
 
Kedua, wilayah Tepi Barat, seperti diketahui bahwa rakyat Palestina yang bermukim di sana selalu diteror akan aksi penangkapan dan penculikan baik orang tua maupun anak-anak. Teror dan intimidasi yang terus menerus itu mengganggu psikologis warga Palestina. “Dan ini juga menjadi tugas KNRP jika suatu saat berkesempatan bisa masuk ke Tepi Barat untuk membantu dalam hal sisi kemanusiaan,” imbuhnya.
 
Ketiga, Masjid Al Aqsha, karena zionis Israel ingin memusnahkan masjid Al Aqsha dan ingin membangun situs-situs bersejarah yang menurut mereka ada peninggalan dari King Solomon. Untuk hal ini, KNRP bertugas menyebarkan informasi yang seluas-luasnya kepada seluruh umat muslim di Indonesia sebagai bentuk perjuangan terhadap masjid Al Aqsha.
 
Terakhir, Keempat, wilayah-wilayah di mana rakyat Palestina bermukim atau mengungsi di luar Palestina, baik di Jordania, Lebanon, maupun Suriah khususnya di Yarmouk. “Keempat masalah inilah, diharapkan kepada para Ulama Palestina yang tinggal diluar Palestina ini, dapat menyampaikan kepada Rakyat Indonesia saat program Safari Ramadhan ditahun 1436 Hijriah,” demikian Soeripto. [zk/knrp]