DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

Samantha Komizula

NABLUS – Aktivis kemanusiaan asal Italia Samantha Komizula, yang ditahan penjajah Zionis sejak hari Jum’at (12/6) lalu, mengancam melakukan mogok makan. Hal tersebut dilakukan sebagai penolakannya dideportasi ke luar Palestina oleh otoritas penjajah Zionis, yang saat ini menahannya di dalam penjara bandara Ben Gurion.

Menurut sumber lembaga HAM yang konsen pada masalah tawanan di Palestina “Ahrar Center”, seorang wanita warga Italia yang ditahan oleh otoritas penjajah Zionis telah menyatakan niatnya melakukan mogok makan sebagai penolakan pendeportasian dan pengusiran dirinya ke luar Palestina.

Pasukan penjajah Zionis menangkap Samantha Komizula pada Jum’at (12/6) lalu saat berangkat ikut pawai damai di desa Kafr Qadum di Qalqilia di pos militer. Usai ditangkap dia langsung menjalani interogasi dan pemeriksaan di lapangan selama 6 jam.

Setelah itu dia diserahkan kepada kepolisian Zionis dan segara dibawa ke pusat penahanan Ariel dekat Qalqilia, dari sana kemudian dibawa ke penjara bandara Ben Gurion dan masih ditahan disana sampai sekarang.

Samantha Komizula bekerja sebagai relawanan kemanusiaan dalam bidang media dan pendokumentasian pelanggaran-pelanggaran Zionis terhadap warga Palestina. Di samping aktif dalam gerakan “Solidaritas untuk Palestina Bebas” (SFP). Dia sudah berada di Palestina sejak lebih dari setahun. [zk/knrp]

Sumber : www.infopalestina.com

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI