Warga Palestina sedang menghancurkan puing-puing bangunan untuk dibuat bahan bangunan
Warga Palestina sedang menghancurkan puing-puing bangunan untuk dibuat bahan bangunan

GAZA – Ketatnya pengepungan Israel tak lantas membuat penduduk Jalur Gaza berdiam diri, mereka telah menemukan cara untuk membuat ratusan peluang kerja dan membangun kembali puluhan fasilitas yang dihancurkan oleh pendudukan Israel selama serangan musim panas lalu. Singkatnya, Palestina telah belajar untuk mengatasinya.

Keterbatasan alat berat dan digantikan dengan tenaga kuda untuk mengangkut bahan bangunan
Keterbatasan alat berat dan digantikan dengan tenaga kuda untuk mengangkut bahan bangunan

Banyaknya bangunan yang hancur akibat agresi Israel, membuat warga Palestina memutar otak untuk mengolah kembali puing-puing bangunan. Kecerdikan warga Palestina melihat kondisi tersebut dengan membuat mesin penghancur di setiap wilayah. Sehingga mereka tidak hanya membersihkan puing-puing, tetapi juga menghasilkan kerikil daur ulang yang merupakan bagian penting dari bahan yang dibutuhkan untuk pekerjaan konstruksi baru.
Menghancurkan puing-puing dengan mesin penghancur
Menghancurkan puing-puing dengan mesin penghancur

Dengan sedikit semen yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza melalui perbatasan tunggal komersial yang dikendalikan oleh Israel di Kerem Shalom, Palestina dapat memulai proses pembangunan kembali untuk fasilitas umum yang paling penting dan beberapa rumah. Mereka menggunakan batu bata yang terbuat dari kerikil daur ulang, dan juga mendaur ulang baja.
Mereka menggunakan batu bata yang terbuat dari kerikil daur ulang, dan mendaur ulang baja juga.
Mereka menggunakan batu bata yang terbuat dari kerikil daur ulang, dan mendaur ulang baja juga.

Dengan cara ini, warga Palestina di Gaza telah menciptakan ratusan lapangan pekerjaan dalam menghadapi pengepungan yang semakin diperketat oleh Israel. Namun, puluhan ribu pekerja yang masih menganggur dan ribuan rumah dan fasilitas lainnya yang hancur akibat pendudukan Israel dalam tiga perang sejak 2008 masih menunggu untuk dibangun kembali atau diperbaiki. (mk/knrp)
Sumber: Middle East Monitor