deiryassin_1
Pada peringatan ke-67 pembantaian Deir Yassin, Liga Arab telah menyerukan kepada masyarakat internasional untuk campur tangan segera menekan Israel menghentikan kejahatan terhadap rakyat Palestina, seperti yang dilansir situs berita Al-Ahram Arab.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin, Liga Arab mengatakan bahwa tidak akan pernah menerima “kebijakan rasis dan sarana teroris” Israel.
Pembantaian itu terjadi pada 9 April 1948 ketika pasukan paramiliter Zionis menyerang desa Deir Yassin dekat Yerusalem dan menewaskan lebih dari 110 warga Palestina.
Pembantaian ini adalah salah satu peristiwa yang paling signifikan dalam sejarah Palestina, bukan karena ukuran atau kebrutalan, tapi karena berdiri sebagai peringatan dini yang pelik dari depopulasi. Terhitung 700.000 penduduk Palestina dari 400 desa lebih dan kota-kota Arab terusir dari  negeri mereka untuk memberikan ruang bagi bangsa Yahudi yang selamat dari ancaman Holocaust dan orang-orang Yahudi lainnya dari seluruh dunia.
Liga Arab menuntut keterlibatan internasional untuk membangun solusi dua negara menurut hukum internasional. Pengelompokan ini juga menekankan pentingnya mengaktifkan inisiatif perdamaian yang diadopsi oleh Beirut saat Arab Summit pada tahun 2002, yang mengusulkan solusi yang komprehensif untuk konflik Arab-Israel yang didasarkan pada keadilan dan kesetaraan, serta mengakui hak-hak rakyat Palestina.
Inisiatif ini juga menyerukan pembentukan sebuah negara Palestina yang merdeka dan mencakup Jerusalem Timur sebagai modal. Serangan Israel terbaru di Jalur Gaza Palestina terjadi di musim panas tahun lalu dan menewaskan lebih dari 2.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 12.000 orang cedera. (mk/knrp)
Sumber: World Bulletin