labor-israeli-farmss
TEPI BARAT – Pemukim Israel di wilayah-wilayah pendudukan mengeksploitasi anak-anak Palestina untuk dijadikan tenaga kerja murah dan merampas kesempatan mereka untuk bersekolah, lapor Kelompok Hak Asasi (Human Rights Watch), Senin.
Dalam laporan sebanyak 74 halaman, organisasi berbasis di New York mengatakan bahwa anak-anak berumur 11 bekerja pada beberapa peternakan di permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki di bawah kondisi kerja yang berbahaya yang melanggar standar internasional.
“Pemukiman Israel yang mengambil keuntungan dari pelanggaran hak asasi terhadap anak-anak Palestina,” jelas Sarah Leah Whitson, ketua divisi kelompok Timur Tengah dan Afrika Utara.
“Anak-anak dari masyarakat miskin didiskriminasi dengan kebijakan Israel yang mengharuskan mereka putus sekolah dan mengambil pekerjaan yang berbahaya karena mereka merasa tidak memiliki alternatif, sementara Israel menutup mata,” katanya.
Anak-anak yang bekerja dengan upah rendah bekerja di suhu tinggi untuk memanen, dan hasil pertanian sebagian besar untuk ekspor.
Kelompok tekanan internasional mendesak semua negara untuk mengakhiri hubungan bisnis dengan pemukiman Israel, termasuk impor barang-barang pertanian yang diproduksi di peternakan ini.
Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah Palestina yang diduduki dan menganggap setiap pembangunan permukiman Yahudi di tanah ilegal.
Laporan Human Rights Watch, yang menampilkan wawancara dengan 38 anak-anak yang bekerja di peternakan pemukiman, mengatakan bahwa mereka harus membawa beban berat, terpapar pestisida berbahaya, dan dalam beberapa kasus harus membayar sendiri untuk perawatan medis untuk luka atau penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan.
Hampir semua anak yang diwawancarai mengatakan mereka merasa tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk mencari pekerjaan di pertanian permukiman untuk membantu menghidupi keluarga mereka.
Dikatakan anak-anak menderita mual dan pusing, dan beberapa pingsan saat bekerja dalam suhu musim panas yang sering melebihi 40 derajat Celcius di luar ruangan, dan bahkan lebih tinggi di dalam rumah kaca di mana banyak anak bekerja.
“Anak-anak lain mengatakan mereka telah mengalami muntah, kesulitan bernapas, sakit mata, dan ruam kulit setelah penyemprotan atau sedang terkena pestisida, termasuk di dalam ruang tertutup. Beberapa mengeluh sakit punggung setelah membawa kotak berat berisi produk atau ‘ransel’ wadah pestisida , “jelas HRW.
“Undang-undang ketenagakerjaan Israel melarang pemuda membawa beban berat, bekerja di suhu tinggi, dan bekerja dengan pestisida berbahaya, namun Israel tidak menerapkan hukum-hukum itu untuk melindungi anak-anak Palestina yang bekerja di permukiman.” tambahnya. (mk/knrp)
Sumber: World Bulletin