DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

ICC
DEN HAAG — Palestina resmi menjadi anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Rabu (1/4).
Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki mengatakan Palestina ingin mencari keadilan karena rakyatnya harus menghadapi kejahatan yang terus berulang. Palestina menandatangani perjanjian dengan ICC Januari lalu dan berlaku resmi, Rabu.
Malki mendapatkan salinan statuta Roma yang menjadi perjanjian pendirian ICC. Presiden Mahmoud Abbas juga mengirim dokumen untuk menyelidiki kejahatan yang terjadi di Palestina 13 Juni 2014.
Bergabung dengan ICC adalah bagian dari upaya menekan Israel untuk melanjutkan perundingan. Setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memenangkan pemilu beberapa waktu lalu perundingan terasa lebih sulit akibat ucapannya.
Aktivitas keadilan internasional memuji kesempatan ini sebagai bagian dari solusi pemerintah terhadap Palestina dan Israel. Israel bukan anggota ICC, namun para pemimpin militer dan sipil di negara itu sekarang bisa menghadapi tuduhan telah melakukan kejahatan perang di Palestina.
Kepala Jaksa ICC Fatou Bensouda membuka penyelidikan awal pada pertengahan Januari. Malki mengatakan Palestina sedang menunggu untuk melihat hasil penyelidikan awal. Dia menekankan Palestina siap meminta penyelidikan formal jika hasilnya terlalu lama.
Human Rights Watch meyambut Palestina sebagai anggota ICC ke 123. Mereka saat ini menimbang apakah Bensouda memiliki bukti yang kuat untuk mendapatkan penyelidikan penuh.
Anggota Hamas Ismail Radwan menyebut bergabung dengan ICC adalah langkah yang benar. Dia mengatakan pemimpin Palestina harus menggunakan kesempatan untuk berjuang sampai Israel dihukum karena kejahatannya.
Jaksa juga melihat isu pembangunan pemukiman Israel merupakan tindakan ilegal. Namun jaksa di Den Haag tidak memiliki yurisdiksi terkait peristiwa yang terjadi sebelum Palestina bergabung dengan ICC.
Dilansir dari Al Jazeera, mantan pejabat ICC Diana Chehade mengatakan pemeriksaan awal dapat diselesaikan akhir tahun ini. Tetapi ICC tidak akan menyelidiki kasus yang telah dilakukan oleh pengadilan lainnya.
Israel kebakaran jenggot sejak Palestina bergabung dengan ICC. Netanyahu menuduh Palestina telah mengancam dan memanipulasi pengadilan. Israel membalas dendam dengan memotong jutaan dolar pembayaran pajak bulanan yang dikumpulkan Palestina yang berbasis di Ramallah. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI