Hudail Al-Aqsha
AL-QUDS – Kerinduanya untuk bisa mengunjungi Masjid Al-Aqsha tak tertahankan. Namun serdadu Zionis senantiasa menghalanginya dan melarang bocah kecil ini untuk bisa masuk ke kiblat pertama ummat Islam. Air mata, Hudail Rajbi bocah perempuan berumur 10 tahun tak tertahankan mengucur deras, menyusul larangan terhadapnya untuk bisa masuk masjid.
Pada Ahad pagi kemarin, Hudail dikagetkan dengan salah seorang serdadu yang melarangnya masuk masjid Al-Aqsha melalui pintu Silsilah, tanpa sebab. Walau ia berusaha beberapa kali untuk dapat masuk, namun tetap saja ia tidak bisa masuk.
Kepada Q-Press, dengan suara terisak dan mata berlinang air mata ia mengatakan, salah seorang polisi mengatakan, “Jika kamu terus ingin masuk ke Al-Aqsha, aku akan memukulmu!!”
Serdadu Zionis tidak melihat umur Hudail yang masih bocah. Ia mendorongnya sekuat-kuatnya saat ia beruaha masuk ke masjid. Maka tak ada yang bisa ia lakukan kecuali menangis.
Maka saat itu, Hudail pergi ke ibunya, Sijnai Rajbi yang telah dideportasi oleh Israel dari Masjid Al-Aqsha selama 15 hari, karena telah memasukinya dari pintu Silsilah.
Kebijakan ini bukan pertama kalinya, ibunda Hudail alami. Serdadu Zionis ternyata tak puas hanya mendeportasi ibunya. Mereka juga kini menauhkan putrinya dari Al-Aqsha. Sebabnya sama, karena keduanya mencintai Al-Aqsha.
Kecongkakan Zionis tak mengecualikan upaya yang dilakukan Hudail yang bertekad memasuki Al-Aqsha. Maka setelah berusaha berulangkali, akhirnya Hudail dapat masuk tanpa peringatan dari aparat Zionis yang terkonsentrasi di sana. Kini ia tersenyum penuh kemenangan. Pandanganya menatap Qubbah Shakhra yang keemasan.
Hudail seorang bocah yang sering main di lingkungan Al-Aqsha. Ia tak pernah jauh dari Al-Aqsha, selepas ia belajar di sekolahnya ataupun di waktu-waktu liburnya. [zk/knrp]
 
Sumber : www.infopalestina.com