Rumah Kayu
GAZA – Khidir Ibrahim Thawil “Abu Karam” melihat rumah kayunya yang baru dengan perasaan antara sedih dan gembira. Gembira dengan rumah yang dianggapnya anugerah dari Allah, setelah beberapa tahun merasakan penderitaan kesedihan.
Abu Karim yang berusia 50 an tahun mengungkapkan kebahagiaan akan rumah kayu yang dibangun oleh dermawan ahli kebaikan, setelah sebelumnya ia bersama anak dan isterinya tinggal di rumah dari timah, terutama karena ia tinggal dekat sekali dari garis pemisah antara Gaza dan wilayah yang dijajah Israel, desa Hajr Deik, Gaza. Demikian dilansir situs infopalestina.com.
 
Penderitaan Berlipat
Thawil menceritakan, “Hampir setiap hari penjajah Israel menembaki tempat kami, seperti yang juga dialami para petani Palestina lainnya di perbatasan.
Penderitaan lainnya yang dihadapi Abu Karom, adalah beragam penyakit yang menghalanginya bekerja, terutama karena rumahnya dekat lembah di Gaza, yang kerap terkena banjir, saat penjajah Israel membuka bendungan di musim dingin.
Thawil sambil tersenyum menyampaikan terimakasih kepada segenap pihak yang telah berpartisipasi membangun rumah barunya, sehingga ia dan keluarganya bisa tinggal disana, terutama kepada lembaga kemanusiaan internasional yang membantu Gaza.
Kepala Lembaga Kemanusiaan di Gaza, Musthafa Bahisi menegaskan, rumah kayu tersebut dan sejenisnya diperuntukan bagi keluarga korban perang di Gaza.
Dalam wawancaranya kepada koresponden Pusat Informasi Palestina, Musthafa menyebutkan, ide pembangunan rumah ini dalam rangka menghadapi blokade dan penutupan perlintasan, yang bahannya disiapkan dari Gaza, tanpa bahan bangunan seperti semen dan besi yang tak ada di Gaza.
Proyek perumahan sangat dibutuhkan warga Gaza, untuk tempat tinggal keluarga dan para pasien, dan menyediakan kehidupan mulia bagi fakir miskin dan mereka yang membutuhkan.
Biaya satu unit rumah mencapai 8 ribu USD, ketersediaan dana tak cukup menutupi kebutuhan perumahan warga, namun sebagai pesan penting untuk menyediakan kehidupan terhormat bagi warga Gaza.
Bahishi menyebutkan, lembaga kemanusiaan internasional yang berdiri 5 bulan lalu dan berkantor pusat di Turki, memiliki kantor eksekutif di Libanon, negara Teluk, Asia Timur dan al Jazair.
Rumah kayu ini terinspirasi untuk mengalahkan blokade dan larangan masuk bahan rekonstruksi oleh pihak penjajah Israel.
Proyek ini menghindari pemakaian semen dan besi yang tak tersedia di Gaza. [zk/knrp]
 
Sumber : www.infopalestina.com