Palestinians search the debris of their houses for their belongi
JENEWA — Seorang utusan PBB memanggil Israel untuk menyelidiki pembunuhan lebih dari 1.500 warga sipil Palestina saat perang Gaza 2014.
Dilansir dari Al Arabiya, Rabu (3/3), sepertiga korban perang Gaza merupakan anak-anak. Israel diselidiki berdasarkan temuan publik.

Mantan Dubes Indonesia Makarim Wibisono memberikan laporan pertamanya pada Dewan HAM PBB. Dia menjadi pelapor khusus HAM di wilayah Palestina sejak Juni lalu.
“Perbedaan mencolok dalam jumlah korban diantara kedua belah pihak mencerminakan adanya ketidakseimbangan kekuataan dan biaya yang ditanggung warga sipil Palestina,” ujar Wibisono.
Dia mempertanyakan Israel saat peristiwa tersebut berpegang pada prinsip hukum internasional, proporsionalitas dan tindakan pencegahan.
Sebanyak 2.256 warga Palestina tewas selama konflik Juli-Agustus. Dari jumlah tersebut 1.563 di antaranya adalah warga sipil, 538 anak-anak dan 66 tentara dan lima warga sipil Israel.
Kebanyakan korban adalah warga sipil. Sebagian besar korban tewas justru karena serangan rudal di dalam rumah mereka sendiri. Serangan itu biasanya dilakukan pada malam hari.
Wibisono mewawancarai korban di Amman dan Kairo atau saksi melalui video di Gaza karena Israel tidak membolehkan dia pergi kesana. Sebuah laporan menyebutkan kejahatan perang mungkin dilakukan kedua belah pihak dan penyelidikan akan segera dilakukan PBB.
Israel mengatakan pihaknya menyerang karena Hamas terlebih dahulu menyerang menggunakan roket. Mesiu milik Israel yang belum meledak masih berada di Gaza. (mk/knrp)