pemukim israel menyakiti wanita palestina
GAZA — Kegagalan untuk menyelesaikan akar konflik dan dilanjutkannya blokade Israel atas Jalur Gaza akan membuat meletusnya kembali kerusuhan menjadi tak terelakkan.
“Konflik selalu menjadi masalah yang tak terelakkan, tapi tak mengacuhkan perlakuan akarnya akan membuat kerusuhan jadi ancaman yang tak terelakkan,” kata Robert Turner, Direktur Operasi Lembaga Pekerjaan dan Bantuan PBB (UNRWA).
Kepada wartawan di Jalur Gaza, Turner menyampaikan keprihatinannya bahwa penundaan pembangunan kembali di Jalur Gaza. Menurutnya, penundaan itu berdampak pada tidak selesainya pembangunan 7.000 rumah dan dana yang sejauh ini telah diterima nyaris tidak cukup untuk membangun 200 rumah sekalipun.
Pada musim panas lalu, Israel melancarkan agresi militer darat dan udara selama 50 hari terhadap Jalur Gaza sehingga menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menghancurkan sangat banyak rumah dan prasarana umum.
Turner mengatakan, situasi saat ini di Jalur Gaza “sangat kritis” akibat memburuknya perekonomian dan meningkatkan kemiskinan serta pengangguran.”Tak ada kemajuan politik”, katanya.
Ia juga memperingatkan bahwa tak mungkin untuk meningkatkan kondisi hidup penduduk Jalur Gaza, sementara Israel mempertahankan blokadenya, yang telah berlangsung atas Jalur Gaza selama delapan tahun.
“Pencabutan blokade, menciptakan kemajuan ekonomi yang nyata dan lebih baik tentu saja akan menciptakan harapan buat penduduk Jalur Gaza untuk memiliki masa depan yang lebih baik dan mencapai kemajuan yang dibutuhkan,” kata Turner. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online