DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

Nelayan Gaza-2

GAZA –  Setiap hari, bersamaan dengan mulainya matahari terbenam, nelayan Palestina Marwan Shaidi (48) berangkat melaut bersama anak-anaknya untuk melatihnya bekerja, tidak seperti di waktu-waktu sebelumnya.

Nelayan Palestina yang sudah tidak mampu menggerakkan tangan kanannya karena terkena serangan kapal penjajah Zionis dan salah satu jarinya diamputasi, ini kepada koresponden Pusat Informasi Palestina mengatakan, dia dan para nelayan lainnya sudah tidak mampu bekerja setiap hari, karena kerugian yang dialami akibat serangan yang dilakukan kapal-kapal perang Zionis pada mereka.

Kondisi nelayan Palestina ini tidak jauh beda dengan kondisi para nelayan lainnya, setelah pasukan penjajah Zionis memberlakukan blokade ketat yang merusak jalanya dan menghancurkan perahunya, dan banyak nyawa melayang demi mendapatkan biasa hidup anak-anknya.

Serangan dan pelanggaran setiap hari terhadap nelayan Palestina di laut Jalur Gaza terus meningkat setelah penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara perlawanan Palestina dengan pasukan penjajah Zionis yang dimediatori Mesir pada 26 Agustus 2014 lalu.

Sedikitnya Potensi

Hampir setiap hari, para nelayan di Jalur Gaza mengalami tekanan. Selain pengurangan jarak melaut yang menjadi 6 mil, mereka mengalami penangkapan, interogasi dan serangan pada perahu-perahunya mulai dari penenggelaman hingga penembakan yang mengenai mereka atau mengenai perahu-perahu mereka secara langsung.

Nelayan berusia 40-an ini mengatakan, kapal-kapal perang Zionis sengaja menarget para nelayan dan memburu perahu-perahu mereka di dalam perairan yang masih diperbolehkan untuk menangkap ikan, seperti pada jarak 6 mil, sehingga mereka tidak bisa bekerja dengan kebebasan penuh.

Shaidi mengeluhkan kecilnya potensi yang tersedia bagi para nelayan untuk memerbaiki milik mereka yang dihancurkan penjajah Zionis, yaitu dengan mencegah masuknya bahan-bahan khusus untuk memperbaiki parahu dan motor-motor pendorong air.

Pasukan penjajah Zionis mencegah masuknya bahan fiber glass yang khusus digunakan untuk memperbaiki perahu, dengan dalih bahwa bahan-bahan tersebut digunakan untuk membuat roket oleh perlawanan Palestina. Akibatnya, lebih dari  150 nelayan tidak bisa memperbaiki perahu-perahu mereka yang rusak.

Bahan fiber glass merupakab bahan utama untuk membuat dan memperbaiki perahu-perahu yang khusus digunakan untuk menangkap ikan.

Seruan Peninjauan Kembali Gencatan

Sementara itu, Persatuan Umum Serikat Pekerja Palestina dan Serikat Nelayan Palestina, menyerukan masyarakat internasional dan Otoritas Palestina untuk menekan penjajah Zionis agar memperluas area melaut para nelayan Gaza dan menghentikan serangan yang terus dilakukan terhadap para nelayan. Mereka meminta faksi-faksi perlawanan Palestina agar meninjau kembali perjanjian gencatan senjata yang ditandatanganj dengan penjajah Zionis yang disponsori Mesir.

Wakil Serikat Pekerja Palestina, Jamal Jarad menyerukan faksi-faksi perlawanan Palestina agar meninjau kembali perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani dengan penjajah Zionis, setelah penangkapan sekitar 42 nelayan dan perampasan 22.perahu nelayan.

Jarad mengatakan bahwa penjajah Zionis menentang.setiap proyek untuk mendirikan pelabuhan laut dengan menembaki nelayan dan melanggar perjanjian gencatan yang ditandatangani dengan sponsor Mesir oada 26 Agustus 2014 lalu.

Sedang Ketua Nelayan Nizar Ayyasy mengatakan bahwa pelanggaran- pelanggaran dan serangan-serangan yang dilakukan “Israel” terhadap para nelayan terus meningkat sejak penandatanganan perjanjian gencatan senjata. Belakangan terjadi peningkatan rata-rata mencapai 5 kali serangan setiap hari.

Ayyasy menjelaskan, pihaknya telah mencatat lebih dark 500 serangan terhadap nelayan dan perahu mereka sejak berakhirnya agresi Zilnis ke Jalur Gaza. Serangan tersebuat mengakibatkan seorang nelayan Taufiq Abu Riyalag gugur dan 7 nelayan lainnya luka-luka.

Perampasan Perahu

Ayyasy menjelaskan bahwa jumlah nelayan yang ditangkap dan ditahan penjajah Zionis mencapai 50 nelayan. Tiga orang sampai sekarang masih mendekam di penjara Zionis. Sementara itu sebanyak 20 perahu bersama peralatannya dirampas, selain 6 perahu lainnya yang dihancurkan, termasuk perahu terbesar di Gaza, dan penenggelaman satu perahu besar di tengah laut, ditambah perusakan jaring para nelayan penyitaan peralatan mereka.

Ketua nelayan meminta pemerintah Palestina dan Mesir untuk menekan otoritas penjajah Zionis agar menambah area melaut nelayan dan komitmen terhadap isi perpanjian gencatan dan memperingan kerugian yang terus terus terjadi akibat tindakan penjajah Zionis terhadap mereka.

Disebutkan di salah satu poin gencatan senjata adalah penghentian serangan dan perluasan area melaut para nelayan dari 3 mil menjadi 6 mil di lepas pantai laut Gaza, dengan kemungkinan penambahan perluasan secara bertahap sampai 12 mil bila gencatan stabil. [zk/knrp]

Sumber : www.infopalestina.com

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI