Al Quds Jerusalem

ALQUDS – Warga dan para aktivis kemanusiaan pada hari Selasa (3/2/2015) membangun desa “Gerbang al Quds Timur” di lahan yang terancam dikuasai Zionis dan dihuni oleh warga badui Jahalin di al Quds Timur.

Jurubicara Perlawanan Rakyat di Abu Deis, Hani Halaniyah mengatakan bahwa sekitar 250 warga, aktivis dan para tokoh dari desa Abu Deis, Sawahirah, Izariyah, Arab Jahalin, Syaikh Saad dan Zaim, ikut dalam pembangunan desa “Gerbang al Quds Timur” di atas tanah yang terancam dikuasai Zionis, yang terletak antara permukiman Yahudi Ma’aleh Adomim dan Kodar di al Quds Timur, melawan rencana “E1” permukiman Zionis.

Dia menambahkan, pembangunan desa ini untuk melawan rencana “E1” yang bertujuan untuk menciptakan jalur yang menghubungkan  permukiman Ma’aleh Adomim dan al Quds. Rencana ini akan semakin menambah isolasi al Quds Timur dari seluruh wilayah Tepi Barat dan akan merusak hubungan geografis antara wilayah utara dan selatan Tepi Barat melalui penguasaan terhadap lahan tersebut.

Hani Halabiyah menegaskan bahwa desa ini juga membawa pesan menolak pengusiran kembali warga badui yang tinggal di lahan yang terancam dikuasai Zionis di al Quds timur tersebut tersebut, yang sudah mereka tempati sejak puluhan tahun dan sejek sebelum pendudukan al Quds tahun 1967, juga untuk melawan pemukiman kembali penduduk badui di tempat-tempat yang tidak hubungannya dengan mereka dan lingkungannya.

Perlawanan Rakyat di Abu Deis telah membangun banyak desa, di antaranya adalah desa Babusy Syams, Ain Hijlah dan lainnya di atas tanah yang terancam dikuasai Zionis di timur al Quds dan di Lembah Yordan. Namun pasukan penjajah Zionis mengisolasinya. [zk/knrp]

Sumber : www.infopalestina.com