016
RAMALLAH — Rakyat Palestina pada Rabu (25/2), secara resmi dan terbuka mengutuk pembakaran satu masjid di desa dekat Bethlehem, Tepi Barat Sungai Jordan oleh pemukim Yahudi.
Perbuatan pemukiman Yahudi itu membuat berang rakyat Palestina, yang memperingatkan bahwa pembakaran Masjid Palestina akan berujung pada perang agama menyeluruh di seluruh wilayah tersebut. Masjid itu dibakar pada Rabu (25/2) pagi waktu setempat oleh pemukim Yahudi di Desa Jab’aa di dekat Bethlehem, kata beberapa saksi mata.
No’man Hamdan, pemimpin desa tersebut, mengatakan kepada Xinhua, Kamis (26/2) pagi, beberapa pemukim Yahudi menyerbu desa itu. Mereka memecahkan kaca jendela Masjid, menyiramkan bahan yang mudah terbakar, membakar Masjid tersebut dan mencorat-coret temboknya dengan tulisan yang berisi seruan untuk membunuh orang Arab dan Muslim.
“Ini adalah serangan serius,” kata Hamdan. Sejauh ini tak ada pejabat Israel yang berkomentar mengenai perbuatan pemukim Yahudi tersebut.
Namun, media Israel melaporkan bahwa setelah pemukim Yahudi membakar masjid itu, tentara Israel dikerahkan ke daerah tersebut, polisi Israel juga dilaporkan melakukan penyelidikan mengenai serangan terhadap Masjid itu.
Hakim Kepala Palestina, Mahmoud Habbash menganggap pemerintah Israel bertanggung-jawab atas pembakaran masjid tersebut. Ia berkata, pembakaran Masjid adalah rasisme yang berlangsung dan memperlihatkan betapa tak pedulinya kaum pendudukan Israel terhadap agama dan tempat suci umat Muslim. (mk/knrp)
 
Sumber: Republika Online