malak-al-khatib-_150214225143-477
TEPI BARAT — Nama Malak al-Khatib menjadi kondang di Palestina dalam beberapa hari terakhir. Gadis cantik berusia 14 tahun ini menjadi simbol perjuangan bagi anak-anak Palestina yang ditangkap oleh Israel.
Setelah berada di bawah genggaman tentara Israel selama 45 hari, Malak akhirnya dilepaskan pada Jumat (13/2). Malak merupakan anak termuda Palestina yang ditahan Israel setelah ditangkap pada 31 Desember lalu karena dituduh menyerang mobil tentara Israel dengan batu.
Malak ditangkap dalam perjalanan pulang dari sekolah. Pengadilan militer Israel menjatuhkan hukuman pada akhir Januari, lalu.
Tak hanya dituduh telah melempari mobil tentara Israel dengan batu, Malak juga dituding membawa pisau yang akan digunakan untuk menusuk tentara Israel. “Saya tidak melempar batu dan saya tidak punya pisau,” kata Malak al-Khatib, seperti dilansir AFP.
“Setelah dua jam interogasi, seorang tentara memaksa saya untuk menandatangani surat dalam bahasa Ibrani,” lanjutnya, yang mengaku tidak mengerti bahasa tersebut.
Kebebasan Malak langsung disambut gembira keluarga, teman-teman, dan seluruh rakyat Palestina. Malak juga menceritakan kondisi saat dirinya berada di dalam penjara Israel. Menurutnya, kondisi di dalam penjara amatlah dingin tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Kelompok hak asasi Internasional untuk anak-anak Palestina melaporkan Israel telah menangkap sekitar 1.000 anak-anak Palestina setiap tahunnya di Tepi Barat, lantaran tuduhan pelemparan batu.

Kelompok Tawanan Palestina memperkirakan lebih dari 200 anak Palestina di bawah umur berada di penjara-penjara Israel. Dari jumlah itu, hanya ada empat orang perempuan dan Malak yang tawanan yang paling muda.
Keluarga Malak berulang kali mengatakan bahwa tidak ada anggotanya yang pernah ditangkap oleh Israel sebelumnya. Ayah Malak, Ali al-Khatib mengatakan sangat senang dan tersentuh oleh banyaknya orang yang datang memberi dukungan dan ucapan atas kebebasan anaknya.
Meski senang dengan ramainya orang yang berdatangan, namun Malak tetaplah seorang anak kecil dan berbisik. “Apakah ini akan berlangsung lama, Aku lelah dengan banyaknya kunjungan yang datang.” (mk/knrp)
Sumber: Republika Online