Palestinians search the debris of their houses for their belongi
GAZA – UNRWA membutuhkan 100 juta dollar bantuan darurat pada kuartal pertama tahun ini untuk  membantu memperbaiki rumah yang hancur selama perang oleh Zionis Israel di Jalur Gaza musim panas lalu, jelas perwakilan organisasi tersebut kemarin.
Badan PBB mengatakan telah menerima hanya 135 juta dollar dari 724 juta dollar dana yang diperlukan untuk merekonstruksi daerah tersebut. Hal ini telah menyebabkan ribuan orang terpaksa mengungsi untuk tinggal di tempat penampungan selama musim dingin.
UNRWA mengumumkan bulan lalu untuk menangguhkan program bantuan moneter, yang mendanai perbaikan rumah dan memberikan subsidi sewa bagi keluarga pengungsi di Gaza.
Menurut Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina, sebanyak 28.366 unit rumah yang terkena dampak perang Israel di Jalur Gaza pada Juli 2014.
Jumlah pengungsi akibat perang musim panas lalu tercatat sekitar 100.000 warga Palestina, sebagian besar tinggal dengan kerabat atau rumah sewa, sementara 15.000 lainnya masih mengungsi tinggal di sekolah-sekolah UNRWA, ungkap salah seorah tokoh PBB.
Oktober lalu, negara-negara Arab dan internasional berjanji untuk menyumbangkan 540 juta dollar untuk membantu rekonstruksi Gaza dan menyediakan kebutuhan warga Palestina.
“540 juta dollar dijanjikan pada konferensi bantuan Kairo Oktober lalu dan hampir belum ada yang sampai ke Gaza,” tegas perwakilan dari UNRWA menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang”menyedihkan dan tidak bisa diterima”. (mk/knrp)
Sumber: Middle East Monitor