tahanan bocah
JERUSALEM – Laporan baru menunjukkan bahwa anak Palestina di bawah umur yang ditahan di penjara-penjara Israel dipukuli dan dianiaya terus menerus.
Menurut laporan yang dirilis pada hari Sabtu oleh Departemen Urusan Tawanan Palestina, banyak dari anak-anak Palestina yang tawanan melaporkan bahwa mereka diserang dan dipukuli selama penangkapan dan ketika sedang diinterogasi.
Malek Hamdan (16 tahun) dari Yerusalem Timur (al-Quds) menderita patah tulang setelah dipukuli saat ditahan di pusat tahanan Israel.
Muhammad Abd al-Fattah Radwan (17 tahun) dari Qalqiliya juga dtahan di pusat penahanan al-Jalama selama 15 hari.
Selama penahanannya, Radwan dikurung di dalam ruang yang sempit, kotor dan dingin dengan lampu yang dinyalakan terus selama 24 jam setiap hari. Ia juga mengaku telah ditutup matanya dan diborgol, ia diserang dan diseret ke lantai dengan jarak yang cukup jauh dan kemudian diikat ke kursi untuk diinterogasi setiap hari.
Dalam kasus lain, Muhammad Yousef Ikhleil (16 tahun) ditahan pada tanggal 1 November, saat ia dalam perjalanan pulang dari sekolah, dan saat ini ditahan di penjara HaSharon. Sebelum dibawa ke tahanan, ia juga ditembak di paha dan kemudian dipukuli oleh pasukan Zionis Israel. Ia kemudian pindah ke Rumah Sakit Soroka di Beersheba, di mana ia menjalani operasi. Selama tinggal di rumah sakit, ia diborgol ke tempat tidur dan diinterogasi.
Sekitar 700 anak-anak Palestina yang ditahan oleh pasukan Israel setiap tahun dan menghadapi perlakuan buruk dari oknum yang telah menangkap mereka, ungkap sebuah laporan dari Hak Anak Internasional Jaringan yang dirilis 2015. (mk/knrp)
 
Editor: Mashan Khoiriyah
Sumber: Press TV