Desa Wadi Fukin Baytlahm PalestinaBAYTLAHM – Nakba adalah istilah untuk pengusiran ribuan warga Palestina dari kampung halaman mereka yang diselingi dengan pembunuhan dan kekerasan yang dilakukan mafia-mafia zionis Yahudi di tahun 1948. Namun rupanya, Nakba itu tidak pernah berakhir hingga kini dan masih terjadi setiap hari dirasakan oleh rakyat Palestina, seperti yang dialami warga desa Wadi Fukin.
Desa ini berada di sebelah barat kota Baytlahm, Tepi Barat bagian selatan. Desa ini dikenal sebagai lumbung pangan yang juga dikenal dengan Lembah Hijau, kaya sumber air dan tanah yang subur, dan indah.
Pertempuran Nakba
Desa Wadi Fukin terletak di pinggiran “Zona Hijau” karena sepanjang wilayah dipenuhi pohon hijau dan rindang dari utara hingga selatan Tepi Barat.
Namun, karena kesuburannya dan karena berada di bawah jajahan zionis, desa ini menjadi titik pertempuran Nakba. Sejak dijajah tahun 1967, dimana istilah yang lazim dipakai adalah Naksa (kekalahan yang dialami oleh bangsa Arab dalam perang melawan Israel di tahun itu) desa ini menjadi bulan-bulanan dan selalu disatroni penjajah Israel. Sebagian warganya melarikan diri kota Baytlahm dan kamp pengungsi Dahisyah. Namun sebagian mereka masih sering menyambangi lahan pertanian mereka di siang hari.
Perdamaian Oslo Bencana Bagi Tanah Air
Kesepakatan perdamaian Oslo menjadikan wilayah “C” di Tepi Barat menjadi caplokan empuk penjajah Israel yang dikuasai secara keamanan dan juga warganya.
Ketua dewan pedesaan, Ahmad Sukar menegaskan, desa Wadi Fukin asalnya seluas 4086 hektar namun kini tersisa untuk warga Palestina kurang dari 607 hektar yang dibolehkan untuk dibangun warga Palestina, sisanya disita penjajah Israel untuk pembangunan pemukiman Yahudi.
Kini desa ini dikelilingi oleh tiga pemukiman Yahudi, terbesar adalah pemukiman Beitar yang dihuni oleh 5000 warga Yahudi dari sisi timur. Tiap hari wilayah desa ini digerogoti Israel untuk memperluas pemukiman mereka. Warga yahudi di pemukiman itu membuang limba air kotor ke wilayah desa Wadi Fukin yang berada di wilayah lebih rendah dari pemukiman Yahudi. Tak ayal, lahan pertanian mereka rusak.
Dari sisi lain, ada pemukiman Sur Hadasa yang berada di atas perbukitan barat desa. Pemukiman ini juga menggerus tanah desa. Bahkan gilanya, Israel meledakkan daerah bukit untuk memusahkan pembangunan pemukiman. Sebagian rumah warga desa tertimpa oleh batu ledakan itu.
Desan Wadi Fukin dihuni oleh 3300 warga Palestina. mereka tidak memiliki kekuatan dan peralatan untuk menghadapi brutalisme pemukiman Yahudi. [zk/knrp]
 
Sumber : www.infopalestina.com