image4
Hongkong (19/1) – Cuaca yang cukup dingin di Hongkong tidak menyurutkan langkah para Buruh Migran Indonesia (BMI) untuk hadir dalam acara Konser Kemanusiaan Peduli Palestina  yang di gelar di Hongkong Playground Association Southorn Stadium Wanchai, Ahad (18/1).
Bahkan yang tak terduga, sekitar 1.500 orang audiens harus rela antri beberapa jam sebelum konser di mulai. Padahal untuk hadir ke konser ini, tidak sedikit kocek yang harus dirogoh, 70 HKD atau sekitar Rp 100ribuan sebagai tiket tanda masuk. Belum lagi transportasi ke tempat tujuan yang untuk para BMI ini cukup jauh dari tempat kerjanya masing-masing.
Koordinator Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Hongkong Luthfiani Lestari menjelaskan, semangat untuk membantu rakyat Palestina dari para BMI di sini luar biasa, “Ini terbukti dari dua kali pelaksanaan konser, jumlah sumbangan yang terkumpul saat konser kedua ini sekitar 224.468 HKD atau Rp 336 jutaan,” sebut wanita yang juga ketua panita konser.
Bentuk pengorbanan beberapa penonton saat memberikan donasi juga banyak yang membuat penonton lain terharu, ini terjadi saat beberapa diantara donatur, diminta Duta KNRP Opick Tombo Ati untuk naik ke atas panggung saat akan memberikan donasinya.
“Saya rela memberikan gaji saya yang rencananya akan dibelikan motor untuk anak, karena saya menyaksikan bahwa di Gaza lebih membutuhkan, dan saya yakin Allah pasti akan menggantinya,” tutur salah satu donatur.
Ada lagi seseorang yang sudah mempersiapkan amplop berisi 2000 HKD untuk bayar lelang lukisan kaligrafi, namun tak disangka dia juga yang memenangkan lelang dengan harga tertinggi 3000 HKD, “Saat ini saya bayar donasinya 2000 HKD, dan yang sisanya 1000 HKD, akan saya tunaikan saat gajian.”
Donatur lainnya tak kalah hebatnya berujar, “Hutangku banyak, tapi lebih banyak hutangku kepada Allah. Aku msh bisa makan disini, di Gaza mereka susah makan.”
Sementara itu ditempat yang sama, Direktur Program Luar Negeri KNRP Suhartono yang memberikan sambutan dan orasi mengatakan, konser kemanusiaan ini sebagai langkah untuk memahami kondisi Palestina yang saat ini masih terjajah, khususnya Gaza yang masih di blokade.
“Kami berharap kita semua bisa menyaksikan Palestina merdeka, dan masjid Al Aqsha bebas total dari cengkeraman penjajah zionis yahudi,” tegasnya dihadapan ribuan penonton konser.
Alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini juga memberikan ilustrasi dan semangat, “Ketika rombongan Abdullah datang mengusir penjajah dari tanah Palestina dan membebaskan Al Aqsha, mudah-mudahan ada diantara rombongan Abdullah ini, orang-orang dari Hongkong, dari Wanchai, dari Causeway Bay,” ucapnya disambut dengan gemuruh takbir.
Konser kedua yang diadakan KNRP ini terbilang sukses, selain menampilkan Opick Tombo Ati, konser kali ini juga menampilkan artis cilik Ghaniya. Penampilan Teater Matahari pun tidak kalah menarik dipentaskan oleh para BMI. Tidak ketinggalan di lokasi konser, Tim Merchandise KNRP juga menggelar produk-produk bercirikan Palestina yang diminati banyak pengunjung. (zk/knrp)
image1
image2