benjamin-netanyahu-large-3-al-aqsa-background
JERUSALEM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Jumat bahwa keputusan ICC (Pengadilan Pidana Internasional) untuk memulai penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang Israel adalah “palsu” karena Otoritas Palestina (PA) bukanlah negara, klaim laporan media Israel. Bloomberg melaporkan pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Netanyahu merupakan reaksi kemarahan terhadap keputusan jaksa ICC, ia menyebutnya hal ini merupakan “skandal” dan “tidak masuk akal”.
“Otoritas Palestina bekerja sama dengan Hamas, kelompok teror yang melakukan kejahatan perang,” jelasnya, “berbeda dengan Israel, yang Memerangi Teror tetap menjaga hukum internasional, dan memiliki sistem peradilan yang independen.”
Jaksa ICC, Fatou Bensouda, mengatakan pada hari Jumat bahwa dia telah membuka pemeriksaan pendahuluan dalam kejahatan perang di wilayah Palestina. Dia menegaskan bahwa dia akan melakukan penyelidikan dengan “kemerdekaan penuh dan tidak memihak”.
Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Anadolu Jumat, Juru bicara ICC Fadi Abdullah mengatakan bahwa pengumuman Bensouda adalah awal dari analisis rinci dari situasi di Palestina. Hasilnya, akan menjadi salah satu dari tiga skenario yang mungkin menjadi sebuah aplikasi yang dibuat ICC untuk membuka penyelidikan. Informasi lebih lanjut akan dikumpulkan atau seluruh kasus akan ditolak, jelasnya. (mk/knrp)
Editor: Mashan Khoiriyah
Sumber: Middle East Monitor