Anak-anak di Jalur Gaza membayar harga dari perang Israel di Jalur Gaza, karena banyak telah ditinggalkan yatim piatu karena agresi militer brutal
Anak-anak di Jalur Gaza membayar harga dari perang Israel di Jalur Gaza, karena banyak telah ditinggalkan yatim piatu karena agresi militer brutal

ISTANBUL — Ketua Parlemen Yordania, Atif Tarawneh, menegaskan bahwa kegagalan mendapat solusi yang adil, abadi dan komprehensif untuk masalah Palestina adalah inti dari ketidakstabilan di Timur Tengah saat ini.
Menurutnya, jika ingin Timur Tengah damai, maka kemerdekaan Palestina wajib diwujudkan. Dalam perbincangannya dengan Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, di sela-sela pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Tarawneh menekankan bahwa Yordania memandang Palestina sebagai kunci dari perdamaian dan keamanan di Timur Tengah, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Jordan, Petra, Kamis (22/1).

Ia juga menilai tindakan keras Israel terhadap rakyat Palestina hanya menghalangi proses perdamaian serta meningkatkan ketegangan tak hanya di Palestina, tapi juga di negara-negara Arab dan dunia Islam. Tarawneh menegaskan kembali sikap Yordania yang akan terus mendukung Palestina untuk mendirikan negaranya secara merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Sementara itu, Larijani memuji dukungan Yordania yang dipimpin oleh Raja Abdullah II kepada Palestina. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah tak bisa lepas dari peran penting Yordania. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online