pembangkitlistrik
JERUSALEM – Israel Electric Corporation (IEC) telah memutuskan untuk mengurangi pasokan listrik ke wilayah Palestina karena akumulasi hutang, lapor salah satu stasiun televisi Israel pada hari Rabu (28/1).
Sebagai langkah awal untuk menangani hutang tersebut, IEC mengumumkan akan mengurangi pasokan listrik tanpa menimbulkan efek buruk bagi kegiatan rumah tangga.
TV Israel melaporkan bahwa IEC mengatakan, hutang Palestina sudah jatuh tempo mencapai NIS 1,8 miliar ($ 4.600.000), dan keputusan datang setelah beberapa peringatan yang dilakukan kepada Palestina melalui pihak terkait.
Menurut laporan Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz, sebelumnya uang pajak otoritas Palestina telah dibekukan untuk membayar hutang mereka ke IEC yang telah jatuh tempo. Tapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan untuk melepaskan uang pajak tersebut sebagai isyarat niat baiknya terhadap Palestina. (mk/knrp)
Sumber: Middle East Monitor