Abbas-y-Netanyahu
ANKARA — Keputusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk meluncurkan penyelidikan terhadap kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina diyakini akan menyudutkan posisi Israel di mata dunia.
Seorang profesor dan wakil ketua dari Institute of Strategic Thingking di Ankara, Mehmet Sahin, mengatakan kepada Kantor Berita Turki,Anadolu, Rabu (21), bahwa diadukannya Israel ke ICC diyakini akan membuat Israel mengambil langkah berbeda dari sebelumnya terkait sejumlah pelanggaran yang dilakukan terhadap rakyat Palestina.

“Langkah Palestina akan menyudutkan Israel,” ujar Sahin. Sebelumnya, Jaksa Fatou Bensouda mengumumkan pada Jumat (16/1), silam ICC telah membuka penyelidikan awal terkait tuduhan pelanggaran perang yang dilakukan Israel. Langkah ICC datang beberapa minggu setelah Otoritas Palestina meminta penyelidikan kejahatan perang Israel yang telah menewaskan 2.200 warga Gaza pada 2014 lalu.
Sahin menambahkan, jika pun langkah tersebut tidak dapat memberikan sanksi serius, namun citra negatif Israel akan terus melekat dan menciptakan persepsi bahwa Israel adalah negara teroris. Ia juga meyakini, dengan bergabung bersama ICC, tidak akan menghambat proses berdirinya Palestina sebagai sebuah negara yang merdeka.
Mehmet Akif Okur, Profesor di Universitas Gazi, menyatakan apa yang dilakukan Palestina sudah tepat dan akan mendapat dukungan dari dunia. Okur juga mengatakan upaya Palestina harus dilihat sebagai sarana tekanan untuk menempatkan Israel kembali ke meja perundingan.
“Untuk pertama kalinya, tekanan berada di pundak Israel,” kata Oguz Celikkol, mantan duta besar Turki untuk Israel. Sementara itu, pemerintah Israel mengatakan tidak akan membiarkan keputusan ICC memengaruhi kebijakan negaranya.
“Kami tidak akan diatur oleh siapapun, termasuk Mahkamah Pidana Internasional,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online