badai-ilustrasi-_140715132224-812
GAZA–Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat mengumumkan keadaan darurat di seluruh wilayah Palestina setelah Badai Huda melanda sejak Rabu (7/1) lalu. Lantaran badai yang membawa cuaca dingin ekstrem itu merenggut nyawa dua orang bayi, Sabtu (10/1) kemarin.
Bahkan ratusan warga Palestina di Jalur Gaza Selatan dilaporkan harus mengungsi akibat tingginya permukaan air.
“Dua bayi yang berusia satu dan bulan dari Khan Yunis meninggal akibat cuaca dingin dan terlambat mendapat perawatan,” terang juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudra dilansir AFP, Ahad (11/1).
Muhammad al-Meidana, juru bicara tim pertahanan sipil Gaza juga mengatakan bahwa daerah lain yang terkena banjir cukup parah adalah al-Barahmeh dan Obeida yang berada di lingkungan dari barat Rafah.
Akibatnya, puluhan rumah yang sudah porak-poranda oleh perang pada tahun lalu dengan Israel, dilanda badai yang sangat dingin dan angin yang kencang.
“Setelah hujan deras banjir hingga kedalaman satu meter hingga satu setengah meter melanda rumah-rumah warga. Rafah Selatan menjadi bagian yang terparah,” ujarnya.
Para pengungsi mendesak kepada lembaga-lembaga internasional untuk turun tangan dan memberikan bantuan. Otoritas pertahanan sipil di Gaza meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah mereka dan tidak keluar kecuali dalam kondisi darurat. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online