burning-of-mosque-jabaa-israeli-price-tag-attack
Pemerintah Israel baru-baru ini telah menjadikan masjid bersejarah sebagai museum, padahal faktanya bahwa 10.000 Muslim lokal tidak punya tempat untuk beribadah lagi, kata penduduk setempat.
Situs Arabs.48 melaporkan, penduduk setempat mengatakan bahwa pemerintah Israel mengubah Masjid Agung Bir El-Sabe menjadi museum untuk budaya Islam. Namun warga muslim di daerah itu lebih membutuhkan untuk melakukan shalat sehari-hari mereka ketimbang hanya untuk museum saja.
Masjid ini dibangun selama era Ottoman pada tahun 1906 dan pada tahun 1948, bertepatan dengan tahun Nakba Palestina; dan dikonversi ke pusat penahanan.
Kemudian, hal ini menjadi kasus yang dibawa ke pengadilan hakim  pada tahun 1953 yang memutuskan untuk mengubahnya menjadi museum. Pada tahun 1992, masjid ini menjadi tidak terawat dan bobrok yang pada akhirnya ditutup. Masjid Bir El-Sabe ini merupakan masjid terbesar satu-satunya di daerah tersebut.
Perwakilan dari masyarakat telah lama mengajukan petisi kepada pemerintah Israel untuk untuk membuka masjid itu kembali dan dapat digunakan shalat atau setidaknya untuk shalat Jumat. (mk/knrp)
Sumber: middleeastmonitor.com