DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

children-jpg20141228095122
JENEWA- Konflik yang terjadi pada tahun 2014 seperti angin yang berhembus tiba-tiba, ia datang dan menjadikan anak-anak korban paling parah terkena dampak oleh kekerasan dan konflik di seluruh dunia, kata badan anak-anak PBB.
“Anak-anak adalah orang-orang yang kehilangan segalanya di zona perang,” Xenia Schlegen, seorang aktivis dari yayasan amal Save the Children, kepada Anadolu Agency. “Masalah yang dihadapi menjadi seorang anak di zona perang adalah bahwa mereka tidak hanya kehilangan masa kanak-kanak, tetapi juga merenggut masa depan mereka.”
Setidaknya 230 juta anak-anak tinggal di daerah yang dilanda konflik pada tahun 2014, yang merupakan tahun yang mengerikan, ketakutan dan putus asa bagi mereka. Menurut UNICEF,kurang lebih 15 juta anak yang terperangkap dalam konflik kekerasan di Afrika Tengah Republik, Irak, Sudan Selatan, Palestina, Suriah dan Ukraina.
Jutaan anak-anak mengalami kekerasan ekstrim atau sengaja ditargetkan oleh kelompok-kelompok yang bertikai. Ratusan anak-anak diculik dari sekolah dan puluhan ribu direkrut atau digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata.
“Anak-anak adalah korban tak berdosa dari konflik di seluruh dunia,” kata Mervyn Fletcher dari Save the Children. “Terlalu sering, kekerasan yang terjadi di tempat-tempat dimana anak-anak harus aman, termasuk di sekolah-sekolah.”
Seperti contoh  serangan mematikan oleh Taliban pada sekolah Pakistan pada 16 Desember meninggalkan 140 orang tewas, sebagian besar anak-anak. Sebanyak 538 anak-anak Palestina tewas ketika Israel menyerang Jalur Gaza terus menerus selama 50 hari, juga meninggalkan 54.000 anak-anak tunawisma. (mk/knrp)
Sumber: Anadolu Agency
 

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI