RAMALLAH — Sungguh luar biasa yang dilakukan seorang gadis kecil Palestina. Jana Tamimi namanya. Gadis mungil berusia delapan tahun ini menentang kekejaman tentara Israel lewat cara yang berbeda dari yang dilakukan warga Palestina lainnya.
Lewat kamera di telepon selulernya, Tamimi membuat video tentang konflik yang terjadi untuk kemudian di unggah ke dunia maya.
Dalam video tersebut, ia melaporkan tentang desanya yang berada di kawasan Nabis Saleh, dekat pusat Kota Ramallah, saat terjadinya demonstrasi menentang permukiman Israel yang berlangsung setiap pekannya seusai Shalat Jumat.
Tamimi mengatakan dia ingin menyampaikan suara rakyat Palestina kepada dunia sehingga mereka dapat memperoleh lebih banyak dukungan internasional.
“Ketika kami mulai pergi keluar untuk pawai/demonstrasi tidak banyak fotografer yang meliput hal ini. Maka dari itu, saya punya ide untuk mendokumentasikan dan menyampaikan pesan ini,” ujarnya, seperti dilansir Reuters, Rabu (26/11).
Dia berharap pesannya dapat diterima masyarakat dunia dan mampu membantu Palestina keluar dari penderitaan yang selama ini ia rasakan. Seorang warga Saleh yang memiliki penduduk sekitar 600, mengatakan bahwa 60 persen dari wilayah desa telah disita oleh Israel, termasuk sumber mata air.
Protes tersebut telah berlangsung selama lima tahun terakhir.
Kata Tamimi, pendudukan Israel telah merampas segala kehidupan bangsanya.
Ia merindukan hidup dengan bebas tanpa adanya ancaman tentara Israel. Tamimi mengaku ingin melakukan hal-hal yang dialami anak-anak kecil pada umumnya, seperti berenang dilautan dan bersekolah.
“Ketika kami pergi ke sekolah, kami selalu dihadang, yang membuat kami terlambat tiba di sekolah,” lanjutnya.
Ibu Tamimi, Nawal Tamimi, mengatakan tindakan putrinya adalah hasil dari buah konflik yang dilakukan tentara Israel di wilayahnya.
“Demonstrasi dimulai di Nabi Saleh ketika dia berusia tiga tahun. Karena rumah kami berada dimana bentrokan terjadi dan dimana penembakan gas air mata serta granat lainnya. Jadi dia dibesarkan dengan rasa takut dan rasa sakit,” katanya kepada Reuters.
Sekitar 500 ribu pemukim Israel tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur di antara 2,4 juta warga Palestina. Dunia Pengadilan telah menanggap bahwa permukiman Israel di Tepi Barat dan Jerusalem timur adalah ilegal. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online