DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

Komplek Masjid Al Aqsha Asy Syarif
Komplek Masjid Al Aqsha Asy Syarif

Amman – Yordania menegaskan bahwa semua pilihan diplomatik dan hukum tersedia untuk melindungi Baitul Maqdis dan masjid al Aqsha. Yordania bertekad untuk terus melawan pelanggaran-pelanggaran Zionis sebagaimana yang telah terjadi.

Hal tersebut disampaikan Menlu Yordania Nasher Jaudah saat mengikuti pertemuan pertama tim Komusikasi Menteri-menteri untuk Membela Palestina dan al Quds yang diselenggarakan di ibukota Maroko, Rabat, Rabu (12/11).

Jaudah mengatakan, Baitul Maqdis dan al aqsha mengalami eskalasi pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa pekan yang lalu hingga 30 Oktober kemarin. Otoritas penjajah Zionis melakukan langkah sangat berbahaya, seperti menutup masjid al Aqsha bagi jamaah kaum muslimin dan tidak dibuka kecuali setelah mendapatkan tekanan politik dan diplokatik sangat keras yang dilakukan Yordania.

Otoritas penjajah Zionis juga melakukan pelanggaran-pelanggaran secara terang-terangan dan tidak bisa diterima terhadap masjid al Aqsha, seperti penyerbuan pasukan Zionis ke masjid al Kibli dengan jumlah yang besar dan menyerang para jamaah shalat, menghancurkan sebagian isi masjid dan hiasannnya dan merusak banyak properti yang ada did alamnya.

Atas dasar itu, tegas Jaudah, pemerintah Yordania mengirim pesan tegas, jelas dan langsung kepada penjajah Zionis melalui pemanggilan pulang dubes Yordania di Tel Aviv dan menyampaikan pengaduan segera ke DK PBB.

Sebagai pemelihara dan pemegang mandate untuk tempat-tempat suci Islam dan Kiristen di al Quds, ungkapnya, Yordania menentang langsung pelanggaran-pelanggaran ini dan meminta masyarakat internasional ikut bertanggung jawab untuk melimpahkan tanggung jawab kepada penjajah Zionis sebagai kekuatan pendudukan dan menghentikan pelanggaran-pelanggaran ini, agar masyarakat internasional melihat kembali langkah-langkah yang harus diambil guna menghentikan pelanggaran-pelanggaran Zionis.

Pertemuan di Rabat ini membahas kebijakan penyerbuan-penyerbuan Zionis terhadap masjid al Aqsha di al Quds, membahas rencanan gerak yang harus dilakukan untuk menghentikan pelanggaran-pelanggaran yang penyerangan-penyerangan yang berulang-ulang terhadap kota suci al Quds, serta membahas kebijakan permukiman yang dilakukan penjajah Zionis.

Tim komunikasi menteri-menteri ini dibentuk dengan ketuanya Maroko beranggotakan Yordania, Palesstina, Arab Saudi, Mesir, Ghana, Malaysia, Turki, Azarbaijan ditambah skejen OKI. (mk/knrp)

Sumber: infopalestina.com

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI